Fakultas Pertanian UNILA Membangkitkan Potensi Biomassa dari Limbah Cair Industri Karet

fakultas-pertanian-universitas-lampungDosen Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Dr. Ir. Tanto Pratondo Utomo, M.S., dan Ir. Otik Nawansih, M.P., dibantu Reni Rayung Wulan (Mahasiswa jurusan Teknologi Hasil Pertanian UNILA) mengubah limbah cair industri karet menjadi sumber energi terbarukan (biomassa).

Upaya pemerintah terus mendorong pengembangan sumber energi baru terbarukan dari beragam penelitian.

Fakultas Pertanian UNILA, Dr. Tanto Pratando dan Ir. Otik Nawangsih, dan Reni rayung Wulan dalam penelitiannya mengamati penggunaan mikroalga Botryyococcus braunii, Tetraselmis sp, dan Nannochloropsis sp dalam membangkitkan potensi biomassa yang terdapat pada limbah cair industri karet.

Tiga jenis mikroalga tersebut dipilih karena tidak toksik, mudah dikultivasi, serta mampu bertahan dengan kondisi nutrisi yang terbatas.

Penelitian tersebut dimuat dalam Seminar Nasional Sains dan Teknologi VI yang diselenggarakan lembaga penelitian dan pengabdian Universitas Lampung.

Sebanyak 25% kultur Botryyococcus braunii, Tetraselmis sp, dan Nannochloropsis sp dibiakkan dalam bioreaktor dengan volume kerja 5 liter. Bioreaktor tersebut diisi dengan media limbah cair industri karet selama delapan hari.

Hasil penelitian menunjukkan pertumbuhan Nannochloropsis sp yang terbaik dengan kepadatan sel 5.485 x 104 cells/ml dan biomassa kering 0,8383 g/l.

Selain itu, mikroalga tersebut mampu menurunkan N-NH3, P-PO4, dan COD berturut-turut sebesar 99.6%, 90%, dan 22%. 

Limbah cair industri karet diambil dari kolam fakulatif II IPAL PTPN VII Unit Way Berulu. Sedangkan Kultur alga murni  Botryyococcus braunii, Tetraselmis sp, dan Nannochloropsis sp diperoleh dari koleksi Balai Besar Pengembangan Budidaya Laut Lampung (BBPLB) Lampung.

Penelitian tersebut dilatarbelakangi kenyataan volume limbah karet dalam agroindustri karet remah (crumb rubber) cukup tinggi dengan kandungan karbon, nitrogen, dan fosfor yang juga tinggi. Hal tersebut disebabkan volume air yang digunakan dalam industri tersebut cukup tinggi.Air limbah pabrik karet berbahan baku lateks kebun mengandung senyawa nitrogen sebesar 100-300 mg/L N-NH3 dan fosfor sebesar 20 mg/L P-PO4.

Komponen nitrogen dalam limbah yang menyebabkan pencemaran adalah ion amonium (NH4+), ion nitrit (NO2-), dan ion nitrat (NO3).

Hasil penelitian mjenunjukkan biomassa kering terbanyak diperoleh pada limbah cair yang dikultivasi dengan mikroalga Nannocloropsis sp , diikuti  Botryyococcus braunii dan Tetraselmis sp. Nilai dissolved oxygen (DO) media limbah cair karet setelah dikultuvasi dengan tiga jenis mikroalga mengalami peningkatan. Peningkatan DO tertinggi terdapat pada limbah yang dikultuvasi dengan mikroalga Nannocloropsis sp.

Terkait penelitian ini mendapatkan apresiasi positif oleh Kepala Dinas Pertambangan dan Energi Provinsi Lampung, Edmar Piterdono melalui Kepala Bidang Minyak dan Gas M Sapuan, mendukung penuh hasil penelitian yang dilakukan akademisi Fakultas Pertanian UNILA “Tentunya kami dari pemda sangat mendukung penelitian yang berujung mendorong kemandirian energi” kata M Sapuan, terkait penelitian yang dilakukan Dosen Pertanian Unila Jurusan Teknologi Hasil Pertanian (THP FP UNILA).

Jika nantinya memiliki potensi, akan diajukan pada anggaran bantuan Pemerintah Provinsi Lampung untuk daerah yang belum teraliri listrik. “Nanti kami pelajari dan audiensi dengan dosen terkait. Jika memang memungkinkan, nanti bisa dimasukkan program bantuan biologis tahun depan” pungkas M Sapuan selaku Kepala Bidang Minyak dan Gas Provinsi Lampung. (sumber; aji@lampungpost.co.id)

Maju Cemerlang Bersama faperta Kita Universitas Lampung.