Faperta Berkarya “Peran Wanita Dalam Pembangunan di Lampung” FP Unila 2019

Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) melalui Dr. Indah Listiana, S.P., M.Si., Dr. Helvi Yanfika, S.P., M.E.P., dan Dr. Abdul Mutolib, S.P., pada hari Kamis tanggal 2 Mei 2019 bertempat di Radar Lampung Televisi melaksanakan program siaran Faperta Berkarya dengan tema Peran Wanita Dalam Pembangunan di Lampung.

Perempuan memiliki peranan yang sangat besar dalam pembangunan, baik diskala rumah tangga dan masyarakat. Seperti kaum perempuan didalam masyarakat khususnya pada masyarakat pertanian dan pedesaan di Provinsi Lampung sangat memiliki peranan penting dalam menopang ekonomi rumah tangga melalui keterlibatannya dalam usahatani.

FP Unila pada tahun 2019 mencatat data dari Badan Pusat Statistik tahun 2018 menyebutkan bahwa dari 261 juta jiwa penduduk laki-laki berjumlah 130 juta jiwa dan perempuan berjumlah 131 juta jiwa.

Dari hasil jumlah penduduk tersebut klasifikasi berdasarkan bidang lapangan kerja sektor pertanian menjadi penyumbang tertinggi sebesar 30.46 % disusul sektor perdagangan sebesar 18.53 %.

Sedangkan penduduk di Provinsi Lampung berdasarkan proyeksi penduduk tahun 2017 se-banyak 8.289.577 jiwa yang terdiri atas 4.247.121 jiwa penduduk laki-laki dan 4.042.456 jiwa penduduk perempuan. 

Perempuan dalam program pemberdayaan masyarakat.
Salah satu upaya FP Unila dalam peningkatan peran wanita adalah melalui kegitan penelitian dan pemberdayaan kepada masyarakat.

Partisipasi perempuan dalam bidang ekonomi bertujan untuk membuat perempuan mampu memiliki peran produktif.

Untuk meningkatkan partisipasi perempuan, hal yang perlu dilakukan adalah;
1. Membuka akses perempuan terhadap program bidang kerja.
2. Membangun kesadaran kritis perempuan terhadap program kerja.
3. Melibatkan perempuan dalam perencanaan, pelaksanaan, dan evaluasi program kerja.

Dengan membuka akses dan membangun kesadaran kritis perempuan melalui partisipasi terhadap program, maka pemberdayaan akan meningkat. 

Pemberdayaan perempuan khususnya dibidang ekonomi merupakan bentuk nyata, perempuan memiliki posisi penting dalam pembangunan.

FP Unila dalam studi penelitian.
Dalam beberapa penelitian dan pengabdian pada masyarakat, kaum perempuan mampu meningkatkan potensi diri dalam mendukung kesejahteraan keluarga dan masyarakat.

Program pemberdayaan perempuan diharapkan dapat meningkatkan kemampuan perempuan khususnya dalam bidang ekonomi untuk menopang perekonomian keluarga.

Berdasarkan hasil studi FP Unila, Program pemberdayaan perempuan khususnya pada wilayah pesisir Lampung mempunyai peran dalam meningkatkan ekonomi keluarga dengan bekerja di ranah perikanan.

Dr. Helvi Yanfika, SP., M.E.P.
Dalam studi di Pulau Pasaran, masyarakat sebagaian besar bekerja disektor pengolahan ikan teri. Terdapat pembagian anatar laki-laki dan perempuan. Diwilayah Pulau Pasaran laki-laki bertugas mencari ikan kemudian perempuan bertugas sebagai pengolah ikan yang meliputi sortir dan packing.

Studi di wilayah Tanggamus Kota Agung didominasi oleh nelayan, laki-laki bertugas mencari ikan dan perempuan mengolah ikan menjadi ikan asin dan menjualnya ke pasar.

Berbeda di wilayah pesisir Labuhan Maringgai produk utama yang dihasilkan adalah teri nasi dan terasi, laki-laki bertugas menangkap hasil laut dan perempuan mengola hasil tangkapan ikan.

Dari ketiga wilayah pesisir yang ada di Lampung, antara laki-laki dan perempuan terdapat kerjasama yang saling bersinergi antara kaum laki-laki dan perempuan dalam ekonomi rumah tangga.

Dr. Indah Listiana, S.P., M.Si.
Partisipasi perempuan untuk program pemberdayaan masyarakat, dalam studi diwilayah Rangai Tritunggal, Lampung Selatan diadakan pelatihan untuk meningkatkan ekonomi rumah tangga ditinjau dari potensi hasil pertanian diwilayah tersebut.

Melalui bantuan dua alat elektrik vacum sealer dengan harapan memproduksi makanan ringan yang dihasilkan dapat dikemas dengan rapih dan dapat tahan lama, selain diberikan bantuan alat pemotong pembuat keripik singkong dan keripik pisang sebanyak 20 unit untuk memudahkan dalam proses memotong secara rapih dan seragam.

Pemberdayaan perempuan juga dilaksanakan pada tanggal 4 November tahun 2013 di Mushola Dusun Suka Maju dan Dusun Mataram diberikan program pelatihan menjahit, mengobras, dan membuat lubang kancing.

Kegiatan pelatihan penguatan kelembagaan dan manajemen kelompok usaha pengrajin makanan ringan juga dilaksanakan pada tanggal 22 November 2013 dirumah kepala Dusun Kampung Baru materi mengenai administrasi kelompok, dinamika kelompok dan peran pemimpin. 

Dr. Abdul Mutolib, S.P.,
Studi pada Kelompok Wanita Tani (KWT) di Pekon Enggalrejo, Pringsewu sebagian besar masyarakatnya sebagai petani jagung, singkong dan sayuran.

Dimana kaum perempuan terlibat hampir diseluruh aktivitas usahatani diwilayah tersebut, serta berperan dalam mengurus rumah tangga dan anak.

Kelompok Wanita Tani Bunda Jaya di Enggalrejo Pringsewu) memiliki manfaat dalam menopang ekonomi dalam rumah tangga.

Melalui Kelompok Wanita Tani di wilayah tersebut, kaum perempuan memperoleh manfaat dalam pengembangan diri dengan diadakan pelatihan untuk meningkatkan kapasitas diri yang meliputi pembukaan diri, manajemen organisasi, serta pelatihan ekonomi kreatif dan lain sebagainya.

Namun disisi lain, dalam studi kasus di Dharmasraya Sumatera Barat. Dr. Abdul Mutolib, S.P., memberikan gambaran bahwa perempuan memiliki peranan besar pada masyarakat yang bekerja disektor perkebunan sawit dan karet.

Perempuan terlibat dalam proses pemungutan hasil karet dan pemeliharaan kelapa sawit. Meski demikian masih terdapat ketidaksetaraan dalam hak pengelolaan lahan yang disebut tanah ulayat.

Perempuan memiliki keterbatasan dalam hak pengelolaan tanah ulayat dibandingkan kaum laki-laki.

Salah satu penyebab ketidaksetaraan gender dalam masyarakat adalah patrilocality yang mana perempuan mengikuti suami setelah pernikahan sehingga menyebabkan keterbatasan akses perempuan di wilayah pertanian dan pedesaan. “Ungkap”, Dr. Abdul Mutolib, S.P.

(Sumber FP Unila).

Maju Cemrlang Faperta Kita.