“Faperta Berkarya” Potensi Pengembangan Sumberdaya Perairan Umum, Pesisir dan Lautan Dalam Menunjang Peningkatan PAD Provinsi Lampung

Pada hari Kamis tanggal 15 November 2018 bertempat di stasiun Radar Lampung Televisi. Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) melalui Dr. Ir. Abdullah Aman Damai, M.Si., Dr. Indra Gumay Yudha, S.Pi., M.Si., dan Herman Yulianto, S.Pi., M.Si., melaksanakan program siaran Faperta Berkarya live on Radar Lampung Televisi dengan tema Potensi Pengembangan Sumberdaya Perairan Umum, Pesisir dan Lautan Dalam Menunjang Peningkatan PAD Provinsi Lampung.

Potensi Perairan Umum
Provinsi Lampung memiliki lima sungai besar dan 33 sungai kecil, yang membentuk lima Daerah Aliran Sungai (DAS) utama, yaitu; DAS Sekampung, DAS Mesuji, DAS Semangka, DAS Seputih dan DAS Tulang bawang.

Klik Pengukuhan dan Rapat Kerja Forum DAS Provinsi Lampung 2017-2021 

Klik Sosialisasi Hasil Kajian Perencanaan DAS Terpadu Way Seputih & Monitoring Evaluasi Kinerja DAS Sekampung Tulang Bawang.

Klik Forum Pertemuan DAS Lampung : Reorganisasi

Klik Forum DAS Lampung dan Perannya.

Daerah aliran sungai tersebut membentuk sistem river basin diantaranya:
1. River Basin Tulang Bawang seluas 10.150 km2.
2. River Basin Seputih seluas 7.550 km2.
3. River Basin Sekampung seluas 5.675 km2.
4. River Basin Semangka seluas 1.525 km2.
5. River Basin Way Jepara seluas 800 km2.

Selain daerah aliran sungai (DAS) Provinsi Lampung memiliki lahan basah utama berupa rawa-rawa yaitu Rawa Jitu, Rawa Pitu, dan rawa Sragi yang sebagian besar ada di wilayah timur dan timur laut Provinsi Lampung (Kabupaten Tulang Bawang dan Lampung Timur).

Total luas Rawa di Provinsi Lampung adalah 112.292 ha.

Potensi perairan tawar lainnya adalah keberadaan Danau alam dan Danau buatan berupa waduk.

Danau Alam yang terdapat di Provinsi Lampung adalah Danau Ranau yang memiliki luas 5.493,34 km2 yang terletak pada dua wilayah administrasi yaitu Kabupaten lampung Barat dan Kabupaten Ogan Komering Ulu Provinsi Sumatra Selatan.

Danau Buatan berupa Waduk yang ada di Provinsi Lampung antara lain adalah Bendungan Way Rarem dengan luas 49,2 ha dan Waduk Batu Tegi dengan luas genangan 16 km2.

Potensi Pesisir dan Laut
Provinsi Lampung merupakan salah satu Provinsi yang memiliki garis pantai terpanjang di Indonesia.

Panjang garis pantai ± 1.105km (termasuk 69 pulau-pulau kecil) dengan membentuk empat wilayah pesisir utama yaitu; Pantai Barat (221 km), Teluk Semangka (200 km), Teluk Lampung dan Selat Sunda (160 km), serta Pantai Timur (270 km) dan luas perairan laut yang dimiliki Provinsi Lampung ± 16.625 km2.

Potensi yang dimiliki bukan hanya sekedar pemanfaatan dalam bidang perikanan, akan tetapi bisa lebih luas lagi, seperti ; bidang energi terbarukan, pariwisata berbasis ekosistem (ekowisata) serta yang lainnya.

Kebijakan Pemerintah Pusat
Pemerintah RI fokus untuk meningkatkan pengelolaan sumberdaya perairan yang berteknologi tinggi dan berkelanjutan untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan jatidiri bangsa maritim.

IPTEK dalam Pengelolaan Sumberdaya Perairan Umum, Pesisir dan Laut
Pengelolaan Sumberdaya perairan tentunya menjadi salah satu pilar untuk mewujudkan kedaulatan pangan dan jatidiri  bangsa maritim.

Ilmu Pengetahuan dan Teknologi pengelolaan sumberdaya perairan dibutuhkan guna menjamin pemanfaatan sumberdaya akuatik dapat dilakukan secara arif dan berkelanjutan.

 Disisi lain, eksploitasi secara besar-besaran yang terjadi dimasa yang telah lalu dengan pembangunan yang menyebabkan daya dukung ekologis wilayah perairan umum, pesisir dan lautan terlampaui menyebabkan dampak negatif dari eksploitasi sumberdaya berpengaruh langsung kepada masyarakat.

Untuk dapat memulihkan kembali fungsi ekosistem dan daya dukung lingkungan yang telah terkondisikan kurang baik (rusak) maka sangat dibutuhkan suatu kemampuan berupa Ilmu Pengetahuan dan Teknologi yang tepat sehingga efektif.

Pengetahuan akan sumberdaya perairan , kemampuan daya dukung lingkungan, kemampuan asimilasi, sistem pengelolaan yang tepat adalah merupakan bagian dari ilmu manajemen sumberdaya perairan sangat diperlukan untuk mendukung kebijakan yang tepat mengatasi permasalahan yang terjadi.

Pengelolaan Sumberdaya Perairan (Aquatic Resources) adalah merupakan salah satu bidang ilmu yang dapat menjadi pilihan dalam rangka mendukung peran dalam mewujudkan kedaulatan pangan.

Maju Cemerlang Faperta Kita.