Faperta Berkarya “TEKNOLOGI PENGOLAHAN BERAS SIGER DI PROVINSI LAMPUNG” FP Unila 2019

Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) melalui Dr. Ir. Subeki, M.Si., Puspita Yuliandari, STP., M.Si., dan Diki Danar, STP., M.Si., pada hari Kamis tanggal 1 Agustus 2019 bertempat di Radar Lampung Televisi melaksanakan program siaran Faperta Berkarya dengan tema Teknologi Pengolahan Beras Siger di Provinsi Lampung.

Lampung merupakan salah satu daerah sentra produksi singkong terbesar di Indonesia.

Hampir sebagian besar lahan pertanian di tanam singkong yang hasilnya dijual ke industri besar pengolahan menjadi tapioka, etanol, pakan ternak dan sebagian kecilnya singkong langsung dimanfaatkan untuk konsumsi manusia, walaupun masih terbatas sebagai makanan ringan dan belum menjadi makanan pokok.

Berangkat dari kondisi ini FP Unila berupaya menciptakan suatu inovasi teknologi untuk memanfaatkan singkong yang bukan hanya sebagai bahan baku pembuatan tapioka, etanol, pakan ternak ataupun makanan ringan saja, tetapi dapat dimanfaatkan menjadi makanan pokok dengan mengolahnya menjadi beras.

Beras tersebut dapat dijadikan sebagai alternatif makanan pokok yang diberi nama Beras Siger.

Beras Siger adalah istilah masyarakat Lampung ”BERAS SINGKONG SEGER” yang merupakan beras analog yang dibuat dari singkong dengan karakteristik bentuk, warna, dan aroma menyerupai beras padi.

Secara rinci, beras siger dibuat dari singkong yang  dikupas kulitnya, dicuci, lalu diparut. Setelah diparut, singkong dicuci dengan air dan diperas hingga diperoleh filtrat dan ampas singkong.

Filtrat didiamkan hingga terbentuk endapan tapioka. Endapan tapioka dan ampas singkong masing-masing dikeringkan kemudian digiling menjadi tepung.

Tepung singkong dan tapioka (4:1) dicampur dengan penambahan air 30% lalu dikukus selama 30 menit. Setelah didinginkan, adonan kemudian ditambahkan air 3% yang mengandung minyak sawit 1%, gliserol monostearat 0,6%, CMC 1,5%, asam askorbat 0,2%, dan garam 0,4%.

Adonan kemudian dimasukkan ke mesin ekstruder ulir tunggal dengan lubang dyes ukuran 6×2 mm hingga diperoleh butiran beras siger (THP FP Unila).

Beras siger berwarna putih dan mempunyai bentuk butiran seperti beras padi dengan kadar air (10,19%), abu (0,31%), lemak (0,56%), protein (2,69%), serat kasar (4,50%), karbohidrat (81,75%), dan indek glikemik 31 2,3.

Produk beras siger ini mengandung serat kasar tinggi, indek glikemik rendah, dan senyawa amygdalin yang sangat baik dikonsumsi bagi penderita diabetes dan kanker payudara juga baik untuk dikonsumsi orang yang ingin melakukan diet.

Beras siger mempunyai karakteristik bentuk dan warna seperti beras padi dan cara memasaknya pun sama seperti nasi pada umumnya dengan rice cooker atau dikukus. Oleh karena itu, produk ini mudah diterima oleh masyarakat.

Teknologi yang kami tawarkan bukan hanya sekedar pembuatan Beras Siger nya saja akan tetapi mesin pembuat Beras Siger.

Harapannya adalah Teknologi mesin dan pengolahan Beras Siger ini dapat dipasarkan ke UKM, kelompok tani, dan industri yang mengolah beras siger.

Selain itu, harapannya adalah agar pemerintah daerah Provinsi Lampung maupun pemerintah di daerah Kabupaten dan Kota di Provinsi Lampung dapat menjadikan singkong sebagai produk pangan lokal yang diunggulkan di Provinsi Lampung.

Maju Cemerlang Faperta Kita.