Forum Pertemuan DAS Lampung: Reorganisasi

Representasi Prof. Irwan konsep DAS 1Selasa, 21 Juli 2016 diruang sidang Dekan. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., dan Ir. Muswir Ayub selaku Kepala Balai Pengelolaan Daerah Aliran Sungai dan Hutan Lindung Way Seputih Way Sekampung. Mengadakan Forum Pertemuan DAS Lampung: Reorganisasi Persentasi Pada Rapat Forum DAS Lampung diruang sidang Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Dalam acara Forum Pertemuan DAS Lampung yang membahas Daerah Aliran Sungai (DAS) di wilayah Provinsi Lampung. Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., memaparkan mengenai konsep Daerah Aliran Sungai (DAS) adalah suatu wilayah daratan yang merupakan satu kesatuan dengan sungai dan anak-anak sungainya, yang berfungsi menampung, menyimpan, dan mengalirkan air yang berasal dari curah hujan ke danau atau kelaut secara alami, yang batas didarat merupakan pemisah topografis dan batas di laut sampai dengan daerah perairan yang masih terpengaruh aktivitas daratan.

Berdasarkan data Kepala Dinas Kehutanan Provinsi Lampung Ir. Sutono, MM., bahwa kondisi Daerah Aliran Sungai (DAS) Provinsi Lampung sangat kritis, berdasarkan survey udara, kerusakan hutan 53,49%. Forum DAS perlu memberikan saran tentang penyusunan APBD yang terkait hulu dan hilir, agar peraturan keuangan memungkinkan kebupaten hilir membantu hulu.

Ketua Tim Percepatan Pembangunan Pertanian, Perikanan, Peternakan Dan Kehutanan Dr. Warsito P. Taruno juga menyampaikan Anggota Forum DAS meliputi pihak yang ahli pada bidangnya sehingga diharapkan akan memberikan kontribusi. Selain tugas berat Provinsi Lampung dalam peningkatan produksi 1 juta ton beras pertahun merupakan tugas Forum DAS.

Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Muhajir Utomo, M.Sc., selaku pakar bidang ilmu Manajeman Sumberdaya Lahan mengatakan bahwa Banyak faktor yang mengakibatkan kerusakan hutan dan daerah aliran sungai (DAS). Hal yang paling penting dilakukan adalah bagaimana mengimplementasikan rekomendasi yang telah disusun, serta perlu ada terobosan tentang membedah peraturan, hingga perlu ada politikus.

Selain itu Guru besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Sugeng P. Harianto, M.S., selaku pakar bidang ilmu Konservasi Sumber Daya Hutan mengatakan bahwa Forum DAS perlu melakukan aksi terhadap upaya penanganan yang menjadi masalah. Fokus untuk melakukan tugas Forum DAS. Perlu peran politisi.

Tim Pengawal dan Pengamanan Pemerintah dan Pembangunan Kota (TP4K) Ir. Zainal Mutakin, M.Si., mengatakan bahwa Sangat diharapkan adanya Forum DAS ini. Politisi disarankan untuk ikut dilibatkan dalam Forum ini.

Ketua Persatuan Sarjana Kehutanan Indonesia (Persaki) Soni M.D. Wicaksono mengatakan Perda 22 tahun 2014 tentang pengelolaan DAS Provinsi Lampung, tentang fungsi Forum DAS. Dinas Kehutanan akan memfasilitasi peraturan gubernur untuk implementasi Perda Forum DAS.

Ir. Heru Wahyudi, MM., Sekretaris Dinas PU mengatakan Sangat mendukung terbentuknya Forum DAS. Memperbaiki semua bendungan yang ada di Provinsi Lampung. Perlu adanya program yang dapat diraskan masyarakat.

Ir. Supri selaku perwakilan Dinas Pertanian Lampung mengatakan Perlu ada peningkatan peran dan fungsi Forum DAS. Forum DAS belum banyak dikenal oleh petani. Diharapkan Forum DAS ini menjadi mediasi hulu dan hilir, antara masyarakat pemakai air dan daerah hulu.