FP Unila di Radar Lampung Tv 2018

Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) melalui Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., Dr. Afandi, dan Ir. Didin Wiharso, M.Si, melaksanakan program siaran Faperta Berkarya dengan tema Tanah Untuk Kehidupan (Tanah dikawasan Lampung Merupakan Lahan Keritis). Kamis 20 Desember 2018 bertempat di Radar Lampung Televisi.

Pada tahun 2015 FAO, Food and Agriculture Organization Organisasi Pangan dan Pertanian (PBB) menetapkan tanggal 5 Desember sebagai Hari Tanah Sedunia (World Soil Day). Peringatan ini dilandasi bahwa sepertiga tanah di dunia kondisinya telah rusak, mengalami penurunan kualitas atau terdegradasi bahkan menjadi lahan kritis, khsusunya di Provinsi Lampung berdasarkan data (FP Unila) sekitar 19-20% kawasan Lampung merupakan lahan yang kritis.

Kondisi mengenai fakta tentang tanah, FP Unila sebagai lembaga akademisi menjalankan peran untuk mengupayakan dalam menerangkan terkait informasi-informasi dalam bidang ilmu pertanian kepada masyarakat di Provinsi Lampung.

Fungsi Tanah
Apa sebenarnya fungsi tanah bagi kehidupan manusia, menurut pandangan dalam ilmu pertanian pada bidang Ilmu Tanah (FP Unila) menempatkan pentingnya tanah bagi kehidupan manusia, diantaranya yaitu:

1. Tempat tumbuh tanaman sebagai sumber pangan bagi manusia.
2. Tempat menyimpan air hujan (bersama-sama dengan batuan).
3. Tempat kehidupan berbagai mikroba yang bermanfaat bagi manusia, misalnya penguraian sampah, limbah, dlsb.

Oleh karena itu, tanah perlu dijaga kelestariannya agar tetap mampu berfungsi sebagaimana tempat untuk kehidupan manusia (Dr. Afandi FP Unila).

Kerusakan pada tanah secara alami tidak subur
Faktor yang mendorong kerusakan atau degradasi tanah adalah erosi. Didaerah tropika basah seperti di Provinsi Lampung dengan curah hujan yang tinggi, erosi merupakan faktor utama kerusakan atau degradasi tanah.

Ciri-ciri tanah yang sudah mulai mengalami degradasi adalah hasil produksi pertanian yang menurun yang ditandai pemupukan dari tahun ke tahun cendrung meningkat dan cenderung banyak dilakukan sehingga mengalami kekeringan pada tanah.

Data FP Unila mencatat produksi tanaman kopi di Lampung yang berkisar 1 ton/ha, kalah dengan negara Vietnam yang dapat mencapai 4 ton/ha, meskipun dulu Vietnam pernah belajar bertanam kopi di Lampung (Ir. Didin Wiharso, M.Si. FP Unila).

Bagaimana cara agar tanah tidak terjadi dari proses penurunan kualitas
Adanya penurunan kualitas tanah khususnya tanah yang ada di Provinsi Lampung, FP Unila menetapkan bagaimana cara agar tidak terjadi proses penurunan kualitas tanah.

Agar tanah dapat terus berproduksi secara lestari, maka penerapan konservasi tanah harus dilakukan. Tanah harus dikelola sesuai dengan kemampuannya serta dilakukan cara-cara konservasi saat dikelola, misalnya dengan rotasi tanaman, pembuatan teras, aplikasi bahan organik, penerapan cover crop dan pengelolaan tanah konserevasi.

Kendala di level petani yang mempunyai lahan sempit, akan sulit melakukan rotasi dan konservasi yang notabene berbiaya mahal, oleh sebab itu perlu adanya peran pemerintah untuk membantu.

Pemulihan tanah setelah mengalami kerusakan atau degradasi
Rehabilitasi lahan adalah proses yang lama selain menggunakan cara-cara kimiawi, fisik dan biologi.

Pada level petani perlu bantuan dari pemerintah dan para pakar/akademisi.

Pada level perusahaan besar, pemanfaatan untuk menggunakan sisa-sisa hasil produksi untuk dikembalikan ke lahan.

Cara-cara rehabilitasi yaitu dengan cara penghijauan/penghutanan, rotasi, aplikasi asam humat, pupuk hijau dari sampah kota, pembuatan rorak penangkap erosi (Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si.).

Maju Cemerlang Faperta Kita.