FP UNILA “Siap” Menyokong Kedaulatan Pangan RI

Foto Bersama Rektor dan dekan FP UNILA APSI

Foto Bersama Rektor UNILA dan Dekan FP UNILA pada acara Pembentukan Pengurus Asosiasi Petani Sorgum Indonesia (APSI) Lampung di ruang Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung

“Saya berharap adanya kegiatan pembentukan APSI ini bukan hanya sekedar wacana kegiatan pembentukan saja tanpa ada kerja selanjutnya dalam arti Layu Sebelum Berkembang, dan Kami FP UNILA siap mensuport dalam bentuk kerja nyata pada program pemerintah RI dibidang kedaulatan pangan khususnya di Provinsi Lampung” kata-kata Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., kepada Bambang Sarjito selaku Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional (APSI) pada acara Sosialisasi Sorgum di Provinsi Lampung dan Pembentukan Pengurus Asosiasi Petani Sorgum Indonesia (APSI) Lampung. Senin (7/3/2016), di ruang sidang Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung.

Melalui Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional APSI (asosiasi petani sorgum indonesia) yaitu Bambang Sarjito perihal mengenai pembentukan pengurus asosiasi petani sorgum Indonesia khususnya di Provinsi Lampung, Prof. Wan Abbas Zakaria selaku ketua panitia Fakultas Pertanian Universita Lampung menyatakan kesiapannya dalam mendukung kedaulatan pangan RI terkait dengan Sorgum di Indonesia. “Kami siap mendukung program ini dan kami pun siap dilakukan pembentukan kepengurusan Sorgum di Provinsi Lampung” ujar Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.Si.,

Kurang lebih tujuh juta ton Indonesia mengimport gandum, dan kita sangat tergantung pada gandum yang kita import. Melihat dari permasalahan yang miris kita hadapi saat ini, pemerintah mengupayakan untuk menekan derasnya import gandum dengan cara menggalangkan produksi tanam Sorgum sebagai panganan alternatif yang memang cocok untuk ditanam di Indonesia khususnya di Provinsi Lampung. “Ujar” Prof. Wan Abbas Zakaria.

Acara yang dihadiri oleh Ketua Umum Dewan Pengurus Nasional APSI, Rektor Universitas Lampung, Dekan Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Kepala BPTP Lampung, Kepala Dinas Pertanian Lampung, Direktur Polinela, serta para ketua jurusan program studi Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP UNILA), Prof. Wan Abbas Zakaria melaporkan berdasarkan visi yang telah diamanatkan kepada kami (FP UNILA) mengenai kedaulatan pangan khususnya di provinsi lampung, FP UNILA melakukan disversifikasi pangan dan ketahanan pangan di provinsi lampung yang kami beri nama BERAS SIGER, adalah suatu panganan dari bahan singkong dikenal dengan istilah “tiwul”, alasan kami mengembangkan Beras Siger karena panganan singkong merupakan produksi tertinggi di Indonesia, dan Alhamdulillah program yang kami kembangkan ini mendaptkan respon yang positif pada masa Gubernur Lampung Sjachroedin ZP dan pada masa Gubernur Lampung saat ini Muhammad Ridho Ficardo. “pungkas” Prof. Wan Abbas Zakaria.

Rektor Universitas Lampung yang diwakili Rektor II Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Prof. Muhammad Kamal menambahkan “Bagi teman-teman yang memiliki semangat untuk mengembangkan tanaman Sorgum ini, tolonglah diperhatikan dengan baik, bahwa ketersediaan lahan di Lampung ini relatif rendah jika kita ingin mengembangkan sorgum secara monokultur, oleh karna itu kita harus mencari teknologi baru agar Sorgum ini bisa kita integrasikan dengan tanaman ubi kayu. Mengapa, karna sangat potensial sekali luasan ubi kayu di Provinsi Lampung itu sekitar 365 ribu hektar. Kami bersama tim sudah beberapa tahun mengembangkan itu, dan hasilnya tidak berbeda jauh jika singkong kita beri sisipan tanaman Sorgum dengan singkong yang monokultur, oleh karena itu kedepan konsep kami, kami akan menitipkan Sorgum kepada petani singkong. Jika kebon Sorgum ini bisa kita jual 300-400/kg dan hasil kebon yang sudah kita peroleh itu sekitar 30-40ton/hektarnya, ini akan bermanfaat juga bagi petani sapi di Lampung. Jadi kalo ini bisa dikoordinir dengan baik oleh suatu wadah, misalnya APSI dengan wadahnya sendiri maka pasar ini dapat dikelola secara menguntungkan baik kedua belah pihak. Jadi dengan cara menitipkan kepada para petani Sorgum kemudian kita dampingi dengan baik dan koordinator serta pengelolaan SDM nya yang memiliki pengetahuan Sorgum yang baik misalnya Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP UNILA) ini akan sangat bermanfaat sekali dan bisa berkesinambungan, asalkan diantara kita mau bersinergi dan visi untuk mensejahterakan petani sorgum benar-benar menjadi tujuan kita bersama”. Sambutan Prof. Dr. Ir. Muhammad Kamal, M. Sc pada peresmian acara Pembentukan Pengurus Asosiasi Petani Sorgum Indonesia (APSI) di Lampung.

Maju Cemerlang Faperta Kita Uiversitas Lampung.

Wakil Rektor II UNILA Prof. Muhammad Kamal

Wakil Rektor II UNILA Bidang Administrasi Umum dan Keuangan Prof. Dr. Ir. Muhammad Kamal, M. Sc. ” jika tanaman sorgum ini dapat dikelola dengan SDM yang memiliki pengetahuan di bidang ini, misalnya seperti Fakultas Pertanian Universitas Lampung, ini sangat bermanfat sekali dan bisa berkesinambungan”.

Dekan FP UNILA Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si.

(Tengah)Dekan FP UNILA Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., “Saya berharap adanya kegiatan pembentukan APSI ini bukan hanya sekedar wacana kegiatan pembentukan saja tanpa ada kerja selanjutnya dalam arti Layu Sebelum Berkembang”.

Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S.

(Kiri) Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S., “Kami siap mendukung program ini dan kami pun siap dilakukan pembentukan kepengurusan Sorgum di Provinsi Lampung”

Ketua APSI Nasional Bambang Sarjito

Bambang Sarjito Ketua umum Dewan Pengurus Nasional APSI (asosiasi petani sorgum indonesia).

Suasana Pembentuka Petani Sorgum

Suasana Pembentuka Petani Sorgum dihadiri oleh : 1. Kepala BPTP Lampung. 2. Kepala Dinas Pertanian Lampung. 3. Direktur Polinela. 4. Ketua Jurusan Program Studi Fakultas Pertanian Universitas Lampung.