Jurusan Proteksi Tanaman FP Unila Identifikasi Wereng Jagung

Hama wereng jagung menjadi permasalahan serius, khususnya bagi para petani. Hama tersebut selama ini tidak merugikan serta tidak menjadi persoalan bagi para petani. Namun sejak tahun 2016, hama wereng menjadi persoalan besar, terutama di wilayah Pesawaran dan Lampung Selatan. Kedua daerah ini menajadi salah satu kawasan yang paling banyak merasakan dampak kerugian yang diakibatkan oleh hama wereng.

Dosen Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) dibawah koordinator Prof. Dr. Ir. FX. Susilo, M.Sc., Prof. Dr. Ir. Purnomo, M.Sc. (Ketua Jurusan Proteksi Tanaman), Dr. Ir. I Gede Swibawa, M.S., Ir. Joko Prasetyo, M.S., Ir. Agus Muhammad Hariri, M.P., berhasil mengidentifikasi jenis hama wereng jagung, yakni wereng perut putih ( The white bellied planthopper) atau hama WPP dengan nama ilmiah Stenocranus pacificus Kirkaldy dari genus Stenocranus, famili Delphacidae, dari Ordohempitera dan kelas Hexapoda.

Salah satu anggota tim pengidentifikasi jenis hama wereng perut putih, Prof. Purnomo mengatakan, hama wereng jagung saat ini menjadi permasalahan yang serius bagi para petani. Sebelumnya hama ini belum menajdi persoalan besar bagi para petani. Namun kini menjadi tantangan besar bagi para petani untuk mengatasi hama tersebut secara tepat.

Akibat dari serangan hama tersebut banyak petani mengalami kerugian besar, hasil panen berkurang, bahkan gagal panen. Ujar, Ketua Jurusan Proteksi Tanaman FP Unila, Prof. Dr. Ir. Purnomo, M.Sc.

Beberapa cara dapat dilakukan untuk mengatasi serangan hama pada tanaman jagung secara tepat di antaranya dengan musuh alami wereng, dengan varietas yang tahan terhadap serangan hama tersebut, verifikasi yang ampuh dengan penyemprotan waktu yang tepat dan sebagainya.

Penanganan itulah yang sampai saat ini terus kami kembangkan, cara apa yang yang paling tepat dan aman untuk mengendalikan hama wereng jagung.

Menurut Prof. Purnomo cara tersebut masih diuji coba sampai benar-benar tepat. Wereng jagung menyerang sejak tanaman berumur dua sampai tiga minggu dengan cara menghisap cairan daun. Jika populasinya banyak, akan mengakibatkan kerusakan yang parah.

“Serangan wereng jagung jenis selama ini belum menjadi masalah, kemungkinan sudah ada keberadaannya, tetapi belum mengganggu. Namun, sejak 2016, serangan hama ini cukup mengganggu, “kata guru besar Fakultas Pertanian Unila.

Prof. Purnomo mengatakan, jika tanaman jagung terserang hama wereng jenis ini, maka daun cendrung menjadi rusak sehingga dapat mengurangi hasil produksi serta mengurangi kualitas jagung.

Anggota tim pengidentifikasi hama wereng perut putih yaitu Ir. Indriyati menerangkan, untuk mengidentifikasi jenis ini dapat dilihat dari ciri-ciri fisik hama. Misalnya, warna wereng, sayap pada wereng, alat kelamin jantan, dan sebagainya sehingga berhasil diidentifikasi sebagai jenis wereng perut putih. 

Untuk memudahkan mengingat namanya kami sebut sebagai wereng perut putih. Sebab perut wereng ini betina yang berwarna putih. Ujar, dosen jurusan Proteksi Tanaman FP Unila.

Pada prinsipnya, kami hingga kini terus mencari cara paling tepat untuk memindahkan hama tersebut dengan cara alami dan aman. Cara alami menyingkirkan hama tidak secepat menggunakan racun. Namun, racun memberikan dampak buruk kepada petani dan lingkungan.

Kami dari akademisi terus mencari solusi paling tepat bagaimana mengendalikan hama dengan ramah lingkungan, tidak merusak lingkungan. Jika menggunakan bahan kimia selain merusak lingkungan, juga membahayakan diri sendiri (Lampung Post, 4/6/2017).

Maju Cemerlang Faperta Kita.

Guru Besar Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jurusan Proteksi Tanaman