KAJIAN INFEKSI GROUPER IRIDOVIRUS PADA ORGAN THYMUS, HATI, LAMBUNG DAN USUS IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) PASCA VAKSINASI

KAJIAN INFEKSI GROUPER IRIDOVIRUS PADA ORGAN

THYMUS, HATI, LAMBUNG DAN USUS

IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis)

PASCA VAKSINASI

 

 

Oleh

 

Lisma Septika1, Munti Sarida2, Toha Tusihadi3

 

 

ABSTRAK

 

 

Budidaya ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) saat ini semakin berkembang, akan tetapi banyak timbul masalah dalam budidayanya, salah satunya karena infeksi penyakit virus.  Iridovirus merupakan salah satu jenis virus yang dapat menyerang ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis).  Upaya pencegahan dan penanggulangan infeksi iridovirus dapat dilakukan dengan cara vaksinasi. Vaksinasi bertujuan memberikan ketahanan individu terhadap penyakit.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh infeksi iridovirus pada organ thymus, hati, lambung dan usus ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) pasca vaksinasi dan mengetahui keefektifan vaksin dalam mengurangi infeksi grouper iridovirus dengan metode PCR dan histopatologi.

 

Ikan kerapu bebek yang telah divaksinasi, diinfeksi grouper iridovirus.  Metode penularan virus dilakukan secara injeksi intraperitoneal dan infeksi alami, masing-masing metode penularan terdiri dari dua perlakuan yaitu vaksin dan non vaksin.  Setiap perlakuan terdiri atas 5 ulangan yang masing-masing terdapat 5 ekor ikan kerapu bebek berukuran 7 sampai 10 cm.  Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode PCR dan pengamatan histopatologi.  Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa infeksi grouper iridovirus menyerang organ hati, lambung dan usus ikan kerapu bebek pada ukuran 7 sampai 10 cm.  Dari hasil PCR pada uji injeksi dan infeksi alami diketahui bahwa pemberian vaksin mampu menurunkan infeksi grouper iridovirus dengan persentase negatif sampai ringan sebesar 33% sampai 67% pada ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang diamati.  Pada hasil histopatologi pemberian vaksin pada ikan uji yang diinfeksi grouper iridovirus secara injeksi dan infeksi alami terjadi peningkatkan perubahan jaringan yang abnormal pada organ thymus, hati, lambung dan usus.  Perubahan yang menunjukkan gejala spesifik yaitu inclusion body asidofilik intrasitoplasmik.