Kerjasama FP UNILA dan University of Kentucky, Summer Course 2019

Universitas Lampung, Fakultas Pertanian (FP Unila) kembali menerima kunjungan mahasiswa asing. Sebanyak lima orang mahasiswa (Will Flowers, Daniel Scotton, Cessna Hangford, Haley Turner dan Shelby Nicole Wright) dan didampingi dua orang dosen (Krista Linnae Jacobsen dan Keiki Tanaka) dari University of Kentucky (salah satu Universitas di Amerika Serikat) mengikuti kegiatan Summer Course dalam bidang Ilmu Pertanian pada tanggal 17 – 27 Juni 2019.

Kegiatan ini merupakan jalinan kerjasama antara Universitas Lampung (Fakultas Pertanian Unila) dengan University of Kentucky. Berita terkait klik 

Kehadiran di Kampus Hijau Unila disambut oleh Dekan Fakultas Pertanian Unila Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., serta didampingi para wakil dekan dan jajaran Kepala Jurusan dan Sekretaris Jurusan di lingkungan Fakultas Pertanian Unila dalam ruang sidang Dekan FP Unila 

Peserta Summer Course  mendapatkan kuliah khusus yang disampaikan oleh salah satu guru besar Fakultas Pertanian Unila Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S. tentang pemberdayaan masyarakat yang dilakukan oleh Universitas Lampung di Desa Sungai Langka, Pesawaran yang berbasis Agrowisata.

Setelah itu berbagai kegiatan kunjungan dilakukan oleh peserta Summer Course di Desa Sungai Langka, yang disambut oleh Kepala Desa Sungai Langka dan jajarannya.

Peserta kegiatan Summer Course dari University of Kentucky datang ke Indonesia khususnya Lampung, mereka ingin mengetahui bagaimana masyarakat dan pemerintah setempat melakukan kegiatan pertanian berkelanjutan untuk tujuan kelestarian sumberdaya alam.

Sehingga selain mengunjungi Desa Sungai Langka sebagai desa agrowisata, FP Unila juga mengagendakan kunjungan kegiatan observasi ke beberapa tempat di luar Unila.  

Kunjungan kegiatan diantaranya; Tahura Wan Abdurachman mahasiswa dapat belajar banyak tentang konservasi rusa dan kupu-kupu serta berbagai kegiatan agroforestri yang dilakukan oleh masyarakat sekitar.

Taman Nasional Way Kambas disini mahasiswa belajar bagaimana upaya konservasi dan mitigasi konflik gajah dengan para petani di sekitar taman nasional.

Lampung Mangrove Center di Margasari, mahasiswa belajar tentang pentingnya mangrove bagi kelestarian budidaya masyarakat pesisir.

Kunjungan ke Lampung Barat memfasilitasi mahasiswa untuk belajar bersama masyarakat tentang budidaya kopi dan bagaimana masyarakat di Pesisir Barat mempertahankan budaya melestarikan damar mata kucing (Shorea javanica) sebagai bagian dari sistem agroforestri.

Kunjungan terakhir mahasiswa peserta Summer Course dilakukan di Kalianda, tepatnya di Desa Totoharjo dengan mempelajari budidaya lebah madu yang dilakukan oleh kelompok tani hutan, selain itu kunjungan di Desa Kunjir untuk mekihat kondisi masyarakat pasca terjadinya bencana Tsunami di Huntara (Hunian Sementara) dan pemberian bantuan berupa sembako terhadap pengungsi.

Pasca observasi ke berbagai tempat di Lampung, para peserta membuat presentasi yang akan dipresentasikan pada peserta yang lain dan dosen dari Unila serta University of Kentucky.

Selain mendapatkan berbagai pengetahuan dari lokasi yang dikunjungi, peserta Summer Course belajar kebudayaan masyarakat Lampung.

Sebelumnya peserta Summer Course dari University of Kentucky telah mengikuti kegiatan serupa di Solo, Jawa Tengah, sehingga kegiatan di Provinsi Lampung merupakan agenda kegiatan terakhir.

Maju Cemerlang Faperta Kita