Kuliah Umum Jurusan Proteksi Tanaman FP Unila Tahun 2018 “Bahaya Virus Kerdil Padi Yang Ditularkan Wereng Coklat”

Pada hari Rabu tanggal 4 April tahun 2018 bertempat di Aula Pertanian. Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) menggelar kuliah umum dengan tema “Bahaya Virus Kerdil Padi Yang Ditularkan Wereng Coklat” oleh Dr. Ir. Sri Sulandari, S.U., (Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Universitas Gaja Mada).

Kerjasama antara Fakultas Pertanian Universiast Lampung (FP Unila) dengan Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan Fakultas Pertanian Universitas Gaja Mada (FP UGM).

Penyelenggaraan acara dihadiri oleh Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si. (Selaku Dekan FP Unila), Prof. Dr. Ir. Susamto Somowiarjo, M.Sc. (Selaku Pimpinan FP UGM), Prof. Dr. Ir. Purnomo, M.S. (Selaku Ketua Jurusan Proteksi Tanaman FP Unila), Dr. Ir. Witjaksono, M.Sc (Selaku Ketua Departemen Hama dan Penyakit Tumbuhan FP UGM), para dosen FP Unila dan para dosen FP UGM beserta para peserta kuliah umum dari Mahasiswa di lingkungan FP Unila.

Munculnya fenomena ledakan hama dan penyakit, khususnya yang akhir-akhir ini terjadi yaitu wereng coklat (Nilaparvata lugens) diikuti ledakan penyakit kerdil hampa dan kerdil rumput tanaman padi erat kaitannya dengan penerapan teknik budidaya yang dilakukan oleh petani saat ini. Praktek penanaman padi intensif, terus menerus sepanjang tahun serta penggunaan pestisida sintetik yang tinggi memicu munculnya ledakan hama penyakit tersebut.

Sepanjang tahun 2017 yang lalu dan berlanjut di awal tahun 2018 ini, ledakan wereng coklat kembali terjadi. Data dari Klinik Tanaman, Departemen Proteksi Tanaman, IPB melaporkan bahwa wereng coklat menyerang kurang lebih sekitar 500 000 ha tanaman padi di berbagai daerah di Jawa Barat, jawa Tengah dan Jawa Timur, yang  mana justru terjadi  di sentra padi nasional. Ledakan hama wereng coklat yang terjadi merupakan siklus yang selalu berulang, dimulai pada tahun 1974 hingga 1975. Tercatat ledakan hama ini dalam skala besar  terjadi tahun 1974-75, 1986, 1998, 2010, dan terakhir 2017-2018 ini.

Serangan hama wereng coklat menyebabkan kerusakan yang masif. Serangan dalam skala besar menyebabkan kegagalan panen. Serangan wereng coklat menjadi lebih merusak dan kompleks karena sering diikuti oleh penyakit virus yang ditularkannya yaitu penyakit kerdil hampa Rice ragged stunt virus (RRSV) dan kerdil rumput Rice grassy stunt virus (RGSV).

Empat puluh tahun telah berlalu semenjak ledakan wereng coklat pertama kali dilaporkan. Begitu pula Inpres No 3/1986 juga telah berumur 32 tahun. Perubahan praktik budidaya, catatan perubahan iklim, disertai dengan perubahan sosial dan  kebijakan hingga jumlah kerusakan yang ditimbulkan tiap tahunnya perlu didokumentasikan serta menjadi sebuah catatan tersendiri bagi seluruh pemangku kebijakan maupun peneliti, akademisi, praktisi, dan tentu saja oleh petani. 

Tantangan di masa depan dalam mengahadapi bahaya laten wereng coklat pada khususnya serta tantangan dalam menjaga produksi beras sebagai makanan utama rakyat Indonesia hingga kesejahteraan petani padi menjadi tanggung jawab seluruh anak bangsa.  Prinsip prinsip PHT sesuai yang tertuang dalam Inpres 3 Tahun 1986  perlu direaktualisasi dan diperkuat kembali, dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi dan  perkembangan sosial politik dan kebijakan yang ada, (Wereng Coklat dan Virus Padi oleh Dr. Ir. Sri Sulandari, S.U.).

Berita terkait silahkan Klik Permasalahan Hama Tanaman Pada Program Upsus Pajale di Provinsi Lampung

Maju Cemerlang Faperta Kita.