PERANAN WANITA NELAYAN DALAM MEMPEROLEH PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

PERANAN WANITA NELAYAN DALAM MEMPEROLEH PENDAPATAN RUMAH TANGGA DI KECAMATAN PADANG CERMIN KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

 

 

Oleh

 

Siti Ayuni1,Slamet Rusmialdi2,  dan Begem Viantimala2

 

ABSTRAK

 

Tujuan penelitian ini adalah (1) mengetahui berapa besar peranan wanita (istri) nelayan dalam kegiatan mencari nafkah (2) mengetahui faktor-faktor apa saja yang berhubungan dengan peran wanita (istri) nelayan dalam mencari nafkah dan (3) Mengetahui besarnya pendapatan yang diperoleh dari hasil penjualan penangkapan dan pengolahan hasil laut yang dilakukan oleh wanita (istri) nelayan.

 

Penelitian ini dilakukan di Kecamatan Padang Cermin Kabupaten Lampung Selatan.  Lokasi dipilih secara sengaja (purposive), di Desa Sukajaya Lempasing, Desa Sidodadi dan Desa Gebang dipilihnya tiga desa ini karena memiliki jumlah penduduk yang bekerja pada sektor perikanan tangkap laut relatif besar dibandingkan dengan desa – desa lainnya.  Metode yang digunakan pada penelitian ini adalah metode survei.  Penentuan jumlah sampel merujuk pada teori Arikunto (1993) sehingga diperoleh sampel seluruhnya 22 responden.  Data yang terkumpul ditabulasi, dan dianalisis secara deskriftif.  Untuk menguji hipótesis, digunakan Analisis Regresi Linier Berganda.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa rata – rata peranan wanita (istri) nelayan dalam memperoleh pendapatan rumah tangga di Desa Sukajaya Lempasing, Desa Sidodadi dan Desa Gebang sebesar 82,42 HKP.  Faktor – faktor yang berpengaruh nyata terhadap peranan wanita (istri) nelayan dalam memperoleh pendapatan rumah tangga adalah tingkat pendidikan, umur, jumlah balita pada dan jumlah pekerjaan rumah tangga pada α (0,10) dan α (0,05).  Besarnya pendapatan yang diperoleh wanita (istri) nelayan rata – rata     Rp 5.034.286,- permusim.

UJI DAYA HASIL 11 GENOTIPE KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA DUA JARAK TANAM DI DESA MUJI MULYO KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

ABSTRAK

UJI DAYA HASIL 11 GENOTIPE KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA DUA JARAK TANAM DI DESA

MUJI MULYO KECAMATAN NATAR

KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

 

 

Oleh

 

Bagus Sarjono1), Setyo Dwi Utomo2), Hermanus Suprapto2)

 

 

Rendahnya produktivitas kacang tanah di Indonesia terkait dengan daya hasil varietas-varietas unggul kacang tanah Indonesia (tipe spanish) yang masih rendah, kurang dari 2,5 ton/ha.   Varietas unggul baru yang berdaya hasil tinggi perlu dirakit untuk mengatasi rendahnya produktivitas varietas unggul yang sudah ada.  Polong dan biji berukuran besar (tipe virginia), merupakan karakter agronomis yang mendukung daya hasil tinggi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi 11 genotipe kacang tanah pada dua jarak tanam.  Penelitian ini menggunakan 9 galur dan 2 varietas standar nasional sebagai pembanding yaitu Kancil dan Jerapah.  Percobaan disusun menggunakan rancangan faktorial (11×2) yang terdiri dari dua faktor yaitu genotipe kacang tanah dan jarak tanam.

Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS) yang terdiri dari tiga ulangan.  Data dianalisis ragam, dan pemisahan nilai tengah dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada  0,05.

 

Hasil penelitian menunjukkan NC7/K-101 dan NC7/K-9 unggul dibandingkan varietas standar, genotipe NC7/K-101 dan NC7/K-9 unggul dalam jumlah ginofor total, jumlah polong total, jumlah polong masak per tanaman, bobot polong kering per petak, bobot biji kering per petak, panjang dan lebar 10 polong, panjang dan lebar 10 biji, bobot 100 butir biji kering dan berat kering berangkasan (kecuali NC7/K-9).  Karakter agronomi 11 genotipe yang dievaluasi tidak nyata dipengaruhi oleh interaksi antara genotipe dan jarak tanam.  Jarak tanam tidak  nyata mempengaruhi karakter agronomi, kecuali bobot kering berangkasan.

KAJIAN INFEKSI GROUPER IRIDOVIRUS PADA ORGAN THYMUS, HATI, LAMBUNG DAN USUS IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis) PASCA VAKSINASI

KAJIAN INFEKSI GROUPER IRIDOVIRUS PADA ORGAN

THYMUS, HATI, LAMBUNG DAN USUS

IKAN KERAPU BEBEK (Cromileptes altivelis)

PASCA VAKSINASI

 

 

Oleh

 

Lisma Septika1, Munti Sarida2, Toha Tusihadi3

 

 

ABSTRAK

 

 

Budidaya ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) saat ini semakin berkembang, akan tetapi banyak timbul masalah dalam budidayanya, salah satunya karena infeksi penyakit virus.  Iridovirus merupakan salah satu jenis virus yang dapat menyerang ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis).  Upaya pencegahan dan penanggulangan infeksi iridovirus dapat dilakukan dengan cara vaksinasi. Vaksinasi bertujuan memberikan ketahanan individu terhadap penyakit.  Tujuan penelitian ini adalah mengetahui pengaruh infeksi iridovirus pada organ thymus, hati, lambung dan usus ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) pasca vaksinasi dan mengetahui keefektifan vaksin dalam mengurangi infeksi grouper iridovirus dengan metode PCR dan histopatologi.

 

Ikan kerapu bebek yang telah divaksinasi, diinfeksi grouper iridovirus.  Metode penularan virus dilakukan secara injeksi intraperitoneal dan infeksi alami, masing-masing metode penularan terdiri dari dua perlakuan yaitu vaksin dan non vaksin.  Setiap perlakuan terdiri atas 5 ulangan yang masing-masing terdapat 5 ekor ikan kerapu bebek berukuran 7 sampai 10 cm.  Pengamatan dilakukan dengan menggunakan metode PCR dan pengamatan histopatologi.  Berdasarkan hasil penelitian diketahui bahwa infeksi grouper iridovirus menyerang organ hati, lambung dan usus ikan kerapu bebek pada ukuran 7 sampai 10 cm.  Dari hasil PCR pada uji injeksi dan infeksi alami diketahui bahwa pemberian vaksin mampu menurunkan infeksi grouper iridovirus dengan persentase negatif sampai ringan sebesar 33% sampai 67% pada ikan kerapu bebek (Cromileptes altivelis) yang diamati.  Pada hasil histopatologi pemberian vaksin pada ikan uji yang diinfeksi grouper iridovirus secara injeksi dan infeksi alami terjadi peningkatkan perubahan jaringan yang abnormal pada organ thymus, hati, lambung dan usus.  Perubahan yang menunjukkan gejala spesifik yaitu inclusion body asidofilik intrasitoplasmik.

Estimasi Korelasi Genetik Antara Produksi Susu Dengan Produksi Lemak Susu Sapi Fries Holland Di Kelompok Tani Setuju Desa Purwoasri Kota Metro

ABSTRAK

 

Estimasi Korelasi Genetik Antara Produksi Susu Dengan Produksi Lemak Susu Sapi Fries Holland Di Kelompok Tani Setuju Desa Purwoasri Kota Metro

 

 

Oleh

 

AHMAD ALBARADA

 

 

 

Peningkatan produksi susu yang terjadi akibat dari pelaksanaan seleksi akan sangat ekonomis apabila diiringi dengan produksi lemak.  Hal ini dikarenakan lemak susu merupakan komponen yarg penting dalam susu karena lemak susu mempunyai arti ekonomis yang dapat digunakan untuk menentukan rasa, bau, dan tekstur susu serta merupakan konstituen yang dapat mempengaruhi kesehatan manusia.  Peranan lemak susu yang lainnya adalah sebagai bahan mentah dalam pembuatan es krim, mentega, dan produk susu lainnya yang banyak dikonsumsi oleh manusia.  Kadar lemak susu yang semakin tinggi di dalam susu akan meningkatkan harga susu yang dihasilkan oleh sapi perah.  Oleh karena itu, usaha seleksi sapi perah sering ditujukan untuk menghasilkan susu dengan produksi lemak susu yang tinggi.

 

Penelitian dilakukan di peternakan Kelompok Tani Setuju, desa Purwoasri, kota Metro pada bulan Juli–September.  Metode penelitian yang digunakan adalah metode survei.  Data yang digunakan berupa catatan produksi lemak susu pada laktasi I dan II.  Nilai heritabilitas produksi susu dan produksi lemak susu  diestimsi menggunakan metode regresi induk-anak.

 

Nilai heritabilitas produksi susu sebesar 0,32 ± 0,62, hal ini menyatakan bahwa produksi susu 32% dipengaruhi oleh faktor genetik, nilai heritabilitas produksi lemak susu sebesar 0,1 ± 0,32, kondisi ini tidak efektif untuk melakukan seleksi individu dalam usaha peningkatan produksi lemak susu, nilai korelasi genetik antara produksi susu dengan produksi lemak susu sapi FH di Kelompok Tani Setuju masing-masing adalah 0,61 ± 0,19, hal ini menunjukkan bahwa seleksi untuk peningkatan produksi susu akan diikuti dengan peningkatan produksi lemak susu.

Kumpulan File Abstrak Periode Juni 2009

2.ABSTRAK abstrak A abstrak fakultas reni-2 ABSTRAK NIXON PANJAITAN abstrak p3 ABSTRAK COVER Abstrak ERIKA WEDYA WARGANEGARA abstrak fakultas ABSTRAK form A Abstrak_Yunita Amilia_Pengaruh konsentrasi dua jenis bahan pemutih NaOH dan H2O2 terhadap sifat k Rachmania Abstrak Dian Megasari ABSTRAK eka ABSTRAK RICO ABSTRAK sapta form A ABSTRAK Beta Erik ABSTRAK abstrak rudi ABSTRAK ABSTRAK FURI YUSMIATI ABSTRAK RHISKA abstrak Herman Abstrak ABSTRAK form A

PENGARUH EKSTRAK KASAR BUAH AREN (Arenga pinnata Merr.) TERHADAP MORTALITAS KEONG EMAS (Pomacea sp.)

PENGARUH EKSTRAK KASAR BUAH AREN (Arenga pinnata Merr.) TERHADAP MORTALITAS KEONG EMAS (Pomacea sp.)

 

Oleh

 

Andy Firman¹, Lestari Wibowo², dan Indriyati²

 

ABSTRAK

Keong emas (Pomacea sp.) merupakan salah satu hama penting tanaman padi yang dapat menimbulkan kerusakan tanaman sejak masa persemaian.  Salah satu cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan pestisida nabati dari buah aren (Arenga pinnata Merr.).  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi ekstrak kasar buah aren terhadap mortalitas keong emas.  Hipotesis yang diajukan adalah ekstrak kasar buah aren mampu menyebabkan mortalitas keong emas dan semakin tinggi konsentrasi yang diaplikasikan maka mortalitas keong emas semakin tinggi.

 

Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Arthropoda Jurusan Proteksi Tanaman Universitas Lampung pada bulan Juni 2008.  Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan.  Sebagai perlakuan adalah pemberian ekstrak kasar buah aren muda ke dalam ember pemeliharaan keong emas.  Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%.

 

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa : (1) ekstrak kasar buah aren yang diaplikasikan pada populasi keong emas bersifat toksik dan menyebabkan kematian keong emas, dan (2) aplikasi ekstrak kasar buah aren dengan konsentrasi terendah yaitu 2 g/l, menyebabkan mortalitas keong emas sebesar 61,80%.  Aplikasi ekstrak kasar buah aren dengan konsentrasi 6 g/l menyebabkan mortalitas keong emas 100% dan tidak berbeda dengan aplikasi ekstrak kasar buah aren dengan konsentrasi 8 g/l.

1.  Alumni Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung

2.  Dosen Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK DAN JENIS PUPUK DAUN PADA KUALITAS PERTUMBUHAN TANAMAN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz and Pav.)

ABSTRAK

 

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK DAN JENIS PUPUK DAUN

PADA KUALITAS PERTUMBUHAN TANAMAN SIRIH MERAH

(Piper crocatum Ruiz and Pav.)

Oleh

M. Taufiqurahman 1), Rugayah dan Sugiatno 2)

 

Dasar pemilihan tanaman sirih merah sebagai objek penelitian adalah warna daun tanaman sirih merah yang mempunyai corak keperakan yang unik sehingga dapat dijadikan sebagai tanaman hias.  Selain itu, daun tanaman sirih merah memiliki khasiat sebagai tanaman obat.  Namun, penelitian tentang corak dan kualitas daun sirih merah yang menarik belum banyak dilakukan.  Untuk itu diperlukan tindakan dalam rangka menghasilkan corak dan kualitas daun sirih merah yang baik dengan mencoba aplikasi pemupukan baik melalui tanah maupun melalui daun.  Pada penelitian ini dilakukan pemberian pupuk NPK dan beberapa jenis pupuk daun pada media flamboyan.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) mengetahui jenis pupuk daun yang menghasilkan kualitas pertumbuhan tanaman sirih merah terbaik; (2) mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK pada kualitas pertumbuhan tanaman sirih merah;

(3) mengetahui perbedaan pengaruh pemberian berbagai macam pupuk daun terhadap kualitas pertumbuhan tanaman sirih merah pada masing-masing pemberian pupuk NPK.

 

Rancangan perlakuan disusun secara faktorial (4×2), faktor pertama adalah pupuk daun yang terdiri atas 4 jenis pupuk daun, yaitu Growmore (A1), Hyponex (A2), Gandasil D (A3), dan Hortigrow (A4) dengan konsentrasi  masing-masing 2 g/l.  Faktor kedua adalah penggunaan pupuk NPK, yaitu tanpa pupuk NPK (P0) dan dengan menggunakan pupuk NPK 3 g/tanaman (P1). Perlakuan diterapkan pada satuan percobaan dalam rancangan kelompok teracak sempurna, dengan jumlah ruas sebagai dasar pengelompokan.  Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali dan setiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman.  Kesamaan (homogenitas) ragam antarperlakuan diuji dengan uji Bartlett dan kemenambahan model (aditivitas) diuji dengan uji Tukey.  Jika asumsi terpenuhi, maka data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil.  Semua pengujian dilakukan dengan peluang untuk melakukan kesalahan jenis pertama 0,01 dan 0,05.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman sirih merah: (1) penambahan pupuk NPK justru menurunkan pertumbuhan tanaman sirih merah baik secara kuantitas maupun kualitas dilihat dari penampakan visual yang dilakukan; (2) jenis pupuk daun tidak berpengaruh pada pertumbuhan tanaman sirih merah pada seluruh variabel pengamatan.  Namun secara kualitas, pupuk daun Growmore menghasilkan tampilan warna daun yang terbaik; (3) tidak ada ketergantungan antara media tanam dan pupuk daun dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman sirih merah yang terbaik.

 

  1. Alumni Mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Lampung
  2. Dosen Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Lampung