PENGARUH EKSTRAK KASAR BUAH AREN (Arenga pinnata Merr.) TERHADAP MORTALITAS KEONG EMAS (Pomacea sp.)

PENGARUH EKSTRAK KASAR BUAH AREN (Arenga pinnata Merr.) TERHADAP MORTALITAS KEONG EMAS (Pomacea sp.)

PATOGENISITAS STRAIN GANAS CMV DAN STRAIN LEMAH CMV (cucumber mosaic virus) YANG BERASOSIASI DENGAN SATELIT RNA PADA CABAI MERAH (Capsicum annuum L)

PATOGENISITAS STRAIN GANAS CMV DAN STRAIN LEMAH CMV

(cucumber mosaic virus) YANG BERASOSIASI DENGAN SATELIT RNA PADA CABAI MERAH (Capsicum annuum L)

Studi Pembuatan Minuman Fungsional Dari Kombinasi Pasak Bumi (Eurycoma longifolia Jack) dan Teh Hijau (Camelia sinensis)

ABSTRAK

 STUDI PEMBUATAN MINUMAN FUNGSIONAL  DARI KOMBINASI PASAK BUMI (Eurycoma longifolia Jack) DAN TEH HIJAU (Camelia sinensis)

Kumpulan File Abstrak Maret 2009

ABSTRAK DARMA 0314011021 ABSTRAK ‘NUR IRFAN’ ABSTRAK ABSTRAK1 ABSTRAK2 ABSTRAK3 absrak A Abstrak ABSTRAK1 M. Bobby Hartawan THP 0414051054 abstrak AGUS SALIM 0314011014 abstrak burning ABSTRAK ekE ABSTRAK Sevi Lesiana Abstrak Abstrak Gita Puspita Abriyani (MHT) Abstrak Hayana Putri Utami _MHT 2004_ ABSTRAK PENELITIAN ABSTRAK1 abstrak- new ABSTRAK FORM-A ABSTRAK FITRIYANI-PROTEKSI TANAMAN Abstrak Edward Chaniago-0314071025 abstrak cd Abstrak bag.1 abstrak laras abstrak versi 2 1 Abstrak2 ABSTRAK3 ABSTRAK4 ABSTRAK5 ABSTRAK6

PATOGENISITAS STRAIN GANAS CMV DAN STRAIN LEMAH CMV (cucumber mosaic virus) YANG BERASOSIASI DENGAN SATELIT RNA PADA CABAI MERAH (Capsicum annuum L)

ABSTRAK

Aan Saputri1                          Dr. Hasriadi M.Akin, M.S.2             Ir. Sudiono, M.S2

 

Tanaman cabai merah banyak diusahakan petani karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.  Selain itu rasa pedas pada cabai bermanfaat bagi kesehatan antara lain untuk mengatur peredaran darah, memperkuat jantung, nadi, syaraf, mencegah demam dan flu, mengurangi encok dan rematik.  Cabai merah juga mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin yang bermanfaat bagi tubuh.

Cabai dengan budidaya intensif mampu menghasilkan 18 – 36 ton/Ha, tetapi pada kenyataannya tidak setiap saat budidaya cabai optimal, ada beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain penyakit tanaman.  Penyakit yang merugikan secara ekonomi pada tanaman cabai merah adalah penyakit mosaik yang disebabkan oleh CMV (cucumber mosaic virus).  Penyakit mosaik merupakan penyakit utama di daerah beriklim panas dan epidemi di daerah tropika.   CMV memiliki banyak strain antara lain strain ganas dan strain lemah, strain tersebut menunjukkan gejala yang berbeda pada tanaman cabai merah.  Pada tanaman yang terinfeksi CMV daunnya menjadi mosaik dan pada buah mengalami malformasi dan terdapat bercak kuning konsentris, bila tanaman muda sudah terinfeksi CMV dapat menurunkan hasil hingga 50%.

Satelit RNA merupakan molekul RNA yang berasosiasi dengan virus tumbuhan atau juga disebut parasit molekuler yang dapat mengurangi akumulasi dan ekspresi patogenisitas virus helper.  Asosiasi satelit RNA dengan virus helper dapat menyebabkan ketidakmampuan isolat tersebut untuk menginduksi gejala pada inangnya.  Selain itu satelit RNA dapat menghambat replikasi virus CMV sehinga strain lemah yang berasosiasi dengan satelit RNA tidak menimbulkan gejala pada tanaman.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infeksi strain ganas CMV dan strain lemah CMV yang berasosiasi dengan satelit RNA pada cabai merah.  Hipotesis yang diajukan  dalam penelitian ini adalah :

  1. Keparahan penyakit pada tanaman cabai yang terinfeksi strain ganas CMV lebih tingi dari tanaman yang terinfeksi strain lemah CMV yang berasosiasi dengan satelit RNA.
  2. Tanaman cabai yang terinfeksi strain ganas CMV akan mengalami penurunan pertumbuhan vegetatif dan generatif yang tinggi.

Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan April sampai Agustus 2004.  Perlakuan di susun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan.  Perlakuan terdiri dari 6 macam, yaitu kontrol, isolat S-4, CMV1, CMV2, CMV3, CMV4.  Data yang diperoleh dianalisis  dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nilai Terkecil) dengan taraf nyata 5%.

PATOGENISITAS STRAIN GANAS CMV DAN STRAIN LEMAH CMV (cucumber mosaic virus) YANG BERASOSIASI DENGAN SATELIT RNA PADA CABAI MERAH (Capsicum annuum L)

ABSTRAK

 

Tanaman cabai merah banyak diusahakan petani karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi.  Selain itu rasa pedas pada cabai bermanfaat bagi kesehatan antara lain untuk mengatur peredaran darah, memperkuat jantung, nadi, syaraf, mencegah demam dan flu, mengurangi encok dan rematik.  Cabai merah juga mengandung protein, lemak, karbohidrat, kalsium, fosfor, besi dan vitamin yang bermanfaat bagi tubuh.

Cabai dengan budidaya intensif mampu menghasilkan 18 – 36 ton/Ha, tetapi pada kenyataannya tidak setiap saat budidaya cabai optimal, ada beberapa faktor yang mempengaruhi antara lain penyakit tanaman.  Penyakit yang merugikan secara ekonomi pada tanaman cabai merah adalah penyakit mosaik yang disebabkan oleh CMV (cucumber mosaic virus).  Penyakit mosaik merupakan penyakit utama di daerah beriklim panas dan epidemi di daerah tropika.   CMV memiliki banyak strain antara lain strain ganas dan strain lemah, strain tersebut menunjukkan gejala yang berbeda pada tanaman cabai merah.  Pada tanaman yang terinfeksi CMV daunnya menjadi mosaik dan pada buah mengalami malformasi dan terdapat bercak kuning konsentris, bila tanaman muda sudah terinfeksi CMV dapat menurunkan hasil hingga 50%.

Satelit RNA merupakan molekul RNA yang berasosiasi dengan virus tumbuhan atau juga disebut parasit molekuler yang dapat mengurangi akumulasi dan ekspresi patogenisitas virus helper.  Asosiasi satelit RNA dengan virus helper dapat menyebabkan ketidakmampuan isolat tersebut untuk menginduksi gejala pada inangnya.  Selain itu satelit RNA dapat menghambat replikasi virus CMV sehinga strain lemah yang berasosiasi dengan satelit RNA tidak menimbulkan gejala pada tanaman.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui pengaruh infeksi strain ganas CMV dan strain lemah CMV yang berasosiasi dengan satelit RNA pada cabai merah.  Hipotesis yang diajukan  dalam penelitian ini adalah :

  1. Keparahan penyakit pada tanaman cabai yang terinfeksi strain ganas CMV lebih tingi dari tanaman yang terinfeksi strain lemah CMV yang berasosiasi dengan satelit RNA.
  2. Tanaman cabai yang terinfeksi strain ganas CMV akan mengalami penurunan pertumbuhan vegetatif dan generatif yang tinggi.

Penelitian ini dilaksanakan di Rumah Kaca Laboratorium Fakultas Pertanian Universitas Lampung pada bulan April sampai Agustus 2004.  Perlakuan di susun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) dengan 3 ulangan.  Perlakuan terdiri dari 6 macam, yaitu kontrol, isolat S-4, CMV1, CMV2, CMV3, CMV4.  Data yang diperoleh dianalisis  dengan analisis ragam dan dilanjutkan dengan uji BNT (Beda Nilai Terkecil) dengan taraf nyata 5%.

PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN CHITOSAN DAN TEKNIK PENGEMASAN TERHADAP MASA SIMPAN RAJUNGAN REBUS DALAM PENYIMPANAN DINGIN

PENGARUH KONSENTRASI LARUTAN CHITOSAN DAN TEKNIK PENGEMASAN TERHADAP MASA SIMPAN RAJUNGAN REBUS DALAM PENYIMPANAN DINGIN

 

Oleh

Reni Puspita Sari1, Sutikno2, dan Dyah Koesoemawardani2

 

ABSTRAK

 

 

Lampung mempunyai potensi untuk pengembangan hasil laut yang mempunyai nilai ekonomi yang sangat tinggi, seperti halnya pengembangan pengolahan limbah udang dan rajungan  yang terus dipacu di daerah Bandar Lampung. Daging kepiting  dan rajungan tidak saja lezat tetapi juga menyehatkan, Selain dagingnya yang mengandung gizi tinggi, cangkangnya juga dapat dimanfaatkan sebagai sumber kitin, chitosan dan karotenoid yang dimanfaatkan oleh berbagai industri sebagai bahan baku obat, kosmetik, pangan dan lain-lain. Selain beberapa kelebihan yang dimiliki rajungan. Daging rajungan mempunyai permasalahan yang sangat penting yaitu tidak tahan lama, dan akan berpengaruh terhadap masa simpannya. Permasalahan utama yang sering dihadapi oleh pabrik adalah soal pengemasan. Pengemasan yang kurang efektif mempercepat timbulnya mikroba sehingga tidak tahan lama dalam proses penyimpanan (Winarno,1982). Maka dari itu pengemasan memerlukan perhatian yang lebih penting terutama untuk memilih bahan kemasan dan teknik pengemasan yang dilakukan untuk mengemas komoditi tersebut sehingga diperoleh kualitas daging rajungan yang tetap baik. Penelitian ini bertujuan Menentukan pengaruh konsentrasi chitosan dan teknik pengemasan terhadap masa simpan daging rajungan.

Ada dua Perlakuan dalam penelitian ini, yaitu konsentrasi  larutan chitosan yang terdiri dari : 0% (H0), 0,5% (H1), 1% (H2), 1,5% (H3), teknik pengemasan (P) yang terdiri dari Vakum (P1), dan lama penyimpanan yang terdiri dari  1, 3, 5 dan 7 hari. Pengamatan yang dilakukan meliputi kadar air, total mikroba, TMA, dan pengujian organoleptik meliputi aroma, warna, tekstur. Data – data hasil penelitian dibahas secara deskriptif dan data-data ditampilkan dalam bentuk grafik dan tabel.

Berdasarkan hasil penelitian yang telah dilakukan,Konsentrasi larutan chhitosan 1 dan 1,5% pada pengemasan vakum dengan penyimpanan suhu dingin dapat memperpanjang masa simpan daging rajungan hingga 5 hari. Pada rajungan utuh yang dikemas vakum dengam penyimpanan suhu dingin konsentrasi larutan khitosan 1 dan 1,5% dapat memperpanjang masa simpan selama 5 hari.