Kumpulan File Abstrak Periode Juni 2009

2.ABSTRAK abstrak A abstrak fakultas reni-2 ABSTRAK NIXON PANJAITAN abstrak p3 ABSTRAK COVER Abstrak ERIKA WEDYA WARGANEGARA abstrak fakultas ABSTRAK form A Abstrak_Yunita Amilia_Pengaruh konsentrasi dua jenis bahan pemutih NaOH dan H2O2 terhadap sifat k Rachmania Abstrak Dian Megasari ABSTRAK eka ABSTRAK RICO ABSTRAK sapta form A ABSTRAK Beta Erik ABSTRAK abstrak rudi ABSTRAK ABSTRAK FURI YUSMIATI ABSTRAK RHISKA abstrak Herman Abstrak ABSTRAK form A

PENGARUH EKSTRAK KASAR BUAH AREN (Arenga pinnata Merr.) TERHADAP MORTALITAS KEONG EMAS (Pomacea sp.)

PENGARUH EKSTRAK KASAR BUAH AREN (Arenga pinnata Merr.) TERHADAP MORTALITAS KEONG EMAS (Pomacea sp.)

 

Oleh

 

Andy Firman¹, Lestari Wibowo², dan Indriyati²

 

ABSTRAK

Keong emas (Pomacea sp.) merupakan salah satu hama penting tanaman padi yang dapat menimbulkan kerusakan tanaman sejak masa persemaian.  Salah satu cara pengendaliannya adalah dengan menggunakan pestisida nabati dari buah aren (Arenga pinnata Merr.).  Penelitian ini bertujuan untuk mempelajari pengaruh aplikasi ekstrak kasar buah aren terhadap mortalitas keong emas.  Hipotesis yang diajukan adalah ekstrak kasar buah aren mampu menyebabkan mortalitas keong emas dan semakin tinggi konsentrasi yang diaplikasikan maka mortalitas keong emas semakin tinggi.

 

Penelitian dilakukan di Laboratorium Hama Arthropoda Jurusan Proteksi Tanaman Universitas Lampung pada bulan Juni 2008.  Penelitian ini disusun dalam Rancangan Acak Lengkap (RAL) yang terdiri dari lima perlakuan dan lima ulangan.  Sebagai perlakuan adalah pemberian ekstrak kasar buah aren muda ke dalam ember pemeliharaan keong emas.  Data hasil pengamatan dianalisis dengan sidik ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Terkecil (BNT) pada taraf nyata 5%.

 

Hasil penelitian yang dilakukan menunjukkan bahwa : (1) ekstrak kasar buah aren yang diaplikasikan pada populasi keong emas bersifat toksik dan menyebabkan kematian keong emas, dan (2) aplikasi ekstrak kasar buah aren dengan konsentrasi terendah yaitu 2 g/l, menyebabkan mortalitas keong emas sebesar 61,80%.  Aplikasi ekstrak kasar buah aren dengan konsentrasi 6 g/l menyebabkan mortalitas keong emas 100% dan tidak berbeda dengan aplikasi ekstrak kasar buah aren dengan konsentrasi 8 g/l.

1.  Alumni Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung

2.  Dosen Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK DAN JENIS PUPUK DAUN PADA KUALITAS PERTUMBUHAN TANAMAN SIRIH MERAH (Piper crocatum Ruiz and Pav.)

ABSTRAK

 

PENGARUH PEMBERIAN PUPUK NPK DAN JENIS PUPUK DAUN

PADA KUALITAS PERTUMBUHAN TANAMAN SIRIH MERAH

(Piper crocatum Ruiz and Pav.)

Oleh

M. Taufiqurahman 1), Rugayah dan Sugiatno 2)

 

Dasar pemilihan tanaman sirih merah sebagai objek penelitian adalah warna daun tanaman sirih merah yang mempunyai corak keperakan yang unik sehingga dapat dijadikan sebagai tanaman hias.  Selain itu, daun tanaman sirih merah memiliki khasiat sebagai tanaman obat.  Namun, penelitian tentang corak dan kualitas daun sirih merah yang menarik belum banyak dilakukan.  Untuk itu diperlukan tindakan dalam rangka menghasilkan corak dan kualitas daun sirih merah yang baik dengan mencoba aplikasi pemupukan baik melalui tanah maupun melalui daun.  Pada penelitian ini dilakukan pemberian pupuk NPK dan beberapa jenis pupuk daun pada media flamboyan.

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui: (1) mengetahui jenis pupuk daun yang menghasilkan kualitas pertumbuhan tanaman sirih merah terbaik; (2) mengetahui pengaruh pemberian pupuk NPK pada kualitas pertumbuhan tanaman sirih merah;

(3) mengetahui perbedaan pengaruh pemberian berbagai macam pupuk daun terhadap kualitas pertumbuhan tanaman sirih merah pada masing-masing pemberian pupuk NPK.

 

Rancangan perlakuan disusun secara faktorial (4×2), faktor pertama adalah pupuk daun yang terdiri atas 4 jenis pupuk daun, yaitu Growmore (A1), Hyponex (A2), Gandasil D (A3), dan Hortigrow (A4) dengan konsentrasi  masing-masing 2 g/l.  Faktor kedua adalah penggunaan pupuk NPK, yaitu tanpa pupuk NPK (P0) dan dengan menggunakan pupuk NPK 3 g/tanaman (P1). Perlakuan diterapkan pada satuan percobaan dalam rancangan kelompok teracak sempurna, dengan jumlah ruas sebagai dasar pengelompokan.  Setiap kombinasi perlakuan diulang tiga kali dan setiap perlakuan terdiri dari 3 tanaman.  Kesamaan (homogenitas) ragam antarperlakuan diuji dengan uji Bartlett dan kemenambahan model (aditivitas) diuji dengan uji Tukey.  Jika asumsi terpenuhi, maka data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji beda nyata terkecil.  Semua pengujian dilakukan dengan peluang untuk melakukan kesalahan jenis pertama 0,01 dan 0,05.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada tanaman sirih merah: (1) penambahan pupuk NPK justru menurunkan pertumbuhan tanaman sirih merah baik secara kuantitas maupun kualitas dilihat dari penampakan visual yang dilakukan; (2) jenis pupuk daun tidak berpengaruh pada pertumbuhan tanaman sirih merah pada seluruh variabel pengamatan.  Namun secara kualitas, pupuk daun Growmore menghasilkan tampilan warna daun yang terbaik; (3) tidak ada ketergantungan antara media tanam dan pupuk daun dalam mempengaruhi pertumbuhan tanaman sirih merah yang terbaik.

 

  1. Alumni Mahasiswa Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Lampung
  2. Dosen Jurusan Budidaya Pertanian, Universitas Lampung

PENILAIAN POTENSI OBJEK EKOWISATA DI TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN

PENILAIAN POTENSI OBJEK EKOWISATA

DI TAMAN NASIONAL BUKIT BARISAN SELATAN

 

Oleh

 

Beta Erik1), Gunardi Djoko Winarno2), Hari Kaskoyo2)

 

ABSTRAK

 

 

 

Sukaraja Atas merupakan salah satu potensi ekowisata yang ada di Taman Nasional Bukit Barisan Selatan (TNBBS). Perkembangan ekowisata Sukaraja Atas masih bersifat minat khusus belum sebagai tempat wisata terbuka, tetapi aksesibilitasnya tidak sulit sedangkan pada pengelolaan ekowisata ini masih sederhana hanya terbatas dalam segi edukasi. Tujuan penelitian ini untuk mengetahui potensi ekowisata di TNBBS dan mengetahui nilai potensi objek  ekowisata di Sukaraja Atas. Metode penelitian ini menggunakan metode Scenic Beauty Estimation (SBE) atau pendugaan nilai keindahan alam.

 

Data yang diperoleh diolah dalam bentuk tabulasi kemudian dianalisis secara deskriptif dan statistik. Pengambilan sampel responden dilakukan dengan cara purposive sampling dengan jumlah 40 orang, hasil penelitian yang diperoleh adalah potensi ekowisata yaitu pemandangan indah Teluk Semangka, kegiatan susur sungai dan hutan, pengamatan flora dan fauna, air terjun, berkemah dan foto hunting. Di Sukaraja Atas ditemukan juga beberapa potensi ekowisata yang dapat dikembangkan, yaitu: bumi perkemahan, foto hunting, susur sungai, hiking, out bond, sepeda gunung dan pengembangan museum ekowisata (arboretum flora dan fauna) serta jembatan canopy.

 

Dari penilaian SBE diketahui bahwa gambar Sungai Pemerihan memiliki nilai SBE  tertinggi yaitu 82, sedangkan gambar akses menuju pondok perkemahan memiliki niali terendah yaitu -13,2. Nilai SBE relatif sedang dari hasil penilaian responden bukan pengunjung yaitu gambar pondok permanen (7,1) dan gambar kondisi jalan menuju Sukaraja Atas (6,6). Gambar yang memiliki nilai SBE tinggi dan berklasifikasi keindahan tinggi pada umumnya memiliki karakter tertata baik, kesan indah atau tidak indah terhadap suatu obyek berkaitan dengan aspek psikologis. Semakin teratur suatu obyek cenderung makin disukai dan semakin banyak ragam penyusunnya semakin positif penilaian yang diberikan.

STRATEGI NAFKAH RUMAHTANGGA PETANI MISKIN (STUDI KASUS DI DESA SUKAPURA KECAMATAN SRAGI KABUPATEN LAMPUNG SELATAN)

ABSTRAK

 

 

STRATEGI NAFKAH RUMAHTANGGA PETANI MISKIN

(STUDI KASUS DI DESA SUKAPURA KECAMATAN SRAGI

KABUPATEN LAMPUNG SELATAN)

 

Oleh:

 

Pepi Puspitasari1, Begem Viantimala2, Serly Silviyanti2

 

 

 

Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui : (1) Memahami bentuk-bentuk strategi nafkah rumahtangga di Desa Sukapura Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan, (2) Memahami bentuk-bentuk strategi nafkah rumahtangga petani miskin pada fase kehidupan normal maupun fase kehidupan krisis di Desa Sukapura Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan, (3) Memahami dimensi-dimensi apa yang mempengaruhi bentuk-bentuk strategi nafkah di Desa Sukapura Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan.

 

Lokasi penelitian dilakukan di Desa Sukapura Kecamatan Sragi Kabupaten Lampung Selatan.  Pemilihan lokasi dilakukan secara sengaja (purposive) dengan pertimbangan bahwa Desa Sukapura adalah desa yang terbanyak kedua jumlah rumahtangga miskinnya di Kabupaten Lampung Selatan.  Penelitian ini dilakukan pada bulan Maret sampai Oktober 2008.  Tineliti pada penelitian ini adalah rumahtangga petani miskin di Desa Sukapura.  Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif.  Strategi penelitian yang dipilih adalah strategi studi kasus, yaitu studi kasus instrumental.  Teknik pengumpulan data dilakukan dengan wawancara dengan menggunakan kuesioner, pengamatan berperan serta terbatas, diskusi kelompok terarah dan analisis berbagai dokumen.  Teknik analisis data yang digunakan adalah reduksi data, penyajian data dan penarikan kesimpulan.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa kemiskinan yang terjadi di Desa Sukapura adalah kombinasi antara kemiskinan ekonomi dan kemiskinan sosial.  Strategi nafkah yang dipilih oleh rumahtangga petani miskin di Desa Sukapura pada saat fase kehidupan normal ada sebelas strategi diantaranya diversifikasi modal nafkah (sektor pertanian, sektor pertanian dan peternakan), pola nafkah ganda, pemanfaatan jaringan sosial dan ikatan sosial, reproduksi alsintan, pemanfaatan tenaga kerja (anggota rumahtangga, di luar rumahtangga, anggota dan luar anggota rumahtangga), pemanfaatan modal alam, sedangkan untuk fase kehidupan

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA PEMBIBITAN DAN DOSIS PUPUK NPK (15:15:15) PADA PERTUMBUHAN BATANG BAWAH DAN PENYAMBUNGAN BIBIT JARAK PAGAR (Jatropha curcas L.)

PENGARUH KOMPOSISI MEDIA PEMBIBITAN DAN DOSIS PUPUK NPK (15:15:15) PADA PERTUMBUHAN BATANG BAWAH DAN PENYAMBUNGAN BIBIT JARAK PAGAR

(Jatropha curcas L.)

 

Oleh

Agus Salim1, Sugiatno2, dan Niar Nurmauli2

 

ABSTRAK

 

Penggunaan media pembibitan campuran pupuk kandang, tanah, dan sekam padi dapat memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi media yang dibutuhkan untuk pertumbuhan batang bawah bibit jarak pagar.  Pemberian pupuk NPK juga dapat melengkapi kebutuhan unsur hara bibit.  Tujuan penelitian untuk mengetahui (1) pengaruh perbandingan pupuk kandang, tanah, dan sekam padi sebagai media pembibitan pada pertumbuhan batang bawah dan penyambungan bibit jarak pagar, (2) pengaruh dosis pupuk NPK pada pertumbuhan batang bawah dan penyambungan bibit jarak pagar, dan (3) Interaksi antara perbandingan komposisi media pembibitan dan dosis pupuk NPK pada pertumbuhan batang bawah dan penyambungan bibit jarak pagar.

 

Penelitian disusun faktorial 3 x 4 dalam rancangan kelompok teracak sempurna.  Faktor pertama adalah komposisi volume 3:1:1, 1:1:1, dan 1:1:3 antara pupuk kandang kambing, tanah, dan sekam padi.  Faktor kedua dosis pupuk NPK yaitu 0 g/polibag, 1 g/polibag, 3 g/polibag,  dan 5 g/polibag.  Homogenitas ragam diuji dengan uji Bartlett dan kemenambahan data diuji dengan uji Tukey.  Data dianalisis ragam dan dilanjutkan dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada taraf 5%.

 

Hasil penelitian menunjukkan bahwa:  (1) Media dengan komposisi 1:1:3 menghasilkan persentase keberhasilan penyambungan dan bobot kering tajuk bibit sambungan jarak pagar yang lebih tinggi daripada media dengan perbandingan 3:1:1 dan 1:1:1;  (2) Pemberian pupuk majemuk NPK dengan dosis 3 g/polibag menghasilkan volume akar bibit sambungan jarak pagar paling tinggi, berturut-turut diikuti oleh dosis 0 g/polibag, 1 g/polibag, dan 5 g/polibag;  (3) Tanggapan pertumbuhan batang bawah dan penyambungan bibit jarak pagar terhadap perbandingan media tidak tergantung pada pemberian pupuk majemuk NPK dengan dosis yang berbeda.

Under Construction

under constructionUnder Construction (max Jan 2017)