PENGARUH APLIKASI EKSTRAK-AIR KOMPOS SAMPAH KOTA MELALUI DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.)

PENGARUH APLIKASI EKSTRAK-AIR KOMPOS SAMPAH KOTA MELALUI DAUN TERHADAP PERTUMBUHAN

TANAMAN CABAI (Capsicum annum L.)

 

Oleh

 

Rianida Taisa 1, Dermiyati 2, dan Sarno 2

 

ABSTRAK

 

 

Salah satu faktor produksi yang cukup penting dibidang pertanian adalah penggunaan pupuk, baik pupuk organik maupun pupuk anorganik. Namun dengan semakin meningkatnya harga pupuk anorganik, maka penggunaan pupuk tersebut harus dikurangi, dan penggunaan pupuk organik yang berkualitas sangat dibutuhkan.  Kompos merupakan salah satu pupuk organik yang cukup popular saat ini.  Telah diketahui bahwa pengaplikasian kompos dalam jangka panjang dapat memperbaiki sifat fisika, biologi, dan kimia tanah.  Namun demikian, sifat kompos yang bulky seringkali menyebabkan kesulitan dalam pengaplikasiannya.  Selain itu dengan kandungan hara yang rendah menyebabkan kompos selalu diaplikasikan dalam volume yang besar, sehingga akibatnya menyulitkan dalam hal pengangkutan, tenaga kerja dan biaya. Dengan mempertimbangkan hal tersebut, maka harus dicari pemecahan masalahnya. Alternatif yang dapat diterapkan yaitu dengan cara ekstraksi.  Ekstraksi akan menghasilkan ekstrak yang telah diketahui mengandung sejumlah unsur hara yang bermanfaat bagi tanaman dan senyawa humat yang berpengaruh terhadap pertumbuhan tanaman.  Oleh sebab itu dilakukan penelitian ini, guna untuk mengetahui pengaruh ekstrak-air bahan organik, khususnya sampah kota dan untuk mencari teknis aplikasi pemupukan yang lebih praktis serta untuk menekan biaya produksi pertanian.

 

Tujuan dari penelitian ini adalah untuk mengetahui pengaruh ekstrak-air kompos sampah kota terhadap pertumbuhan tanaman cabai (Capsicum annum L.) serta mencari konsentrasi yang terbaik dari ekstrak-air kompos sampah kota terhadap pertumbuhan tanaman cabai (Capsicum annum L.).

 

Penelitian ini dilakukan dengan menggunakan Rancangan Acak Kelompok (RAK) dengan 6 kali ulangan.  Perlakuan didasarkan pada perbedaan konsentrasi ekstrak kompos yaitu: konsentrasi 100 % (T1), konsentrasi 80 % (T2), konsentrasi 60 % (T3), konsentrasi 40 % (T4), konsentrasi 20 % (T5), dan kontrol (T6).  Metode pot percobaan menggunakan sistem tanam hidroponik.  Aplikasi ekstrak-air kompos dilakukan dengan cara menyemprotkan ekstrak tersebut ke tanaman sebanyak 2 ml per tanaman. Pengamatan yang dilakukan meliputi tinggi tanaman, jumlah daun, bobot kering berangkasan dan akar, serapan hara N-total, P, dan K serta karakteristik kimia ekstrak-air kompos sampah kota. Data yang diperoleh dilakukan uji homogenitas dengan Uji Bartlet dan aditivitas data dengan Uji Tukey.  Selanjutnya dianalisis dengan sidik ragam dan dilakukan juga uji korelasi antara variabel utama dengan serapan hara N, P, dan K.