“Pete Bule” Lolos PIMNAS ke-30 di Makassar

Pekan llmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) kembali akan dilaksanakan pada tahun ini. PIMNAS ke-30 ini akan dilaksanakan di Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar pada tanggal 23-28 Agustus 2017. 

PIMNAS merupakan satu-satunya even keilmiahan paling bergengsi bagi mahasiswa dan perguruan tinggi di level nasional. Berdasarkan SK Direktur Jendral Pendidikan Tinggi prihal penetapan peserta PIMNAS ke-30 Tahun 2017 telah ditetapkan 420 karya ilmiah lolos seleksi dari 89 Perguruan tinggi.

Salah satu Universitas yang berhasil lolos yaitu Universitas Lampung yang berhasil meloloskan 7 tim Program Kreativitas Mahasiswanya. Adapun ke-7 tim PKM UNILA yang berhasil  lolos PIMNAS ke-30 adalah 3 tim PKM Penelitian Eksakta (PKM-PE), 1 tim PKM Penelitian Sosial Humaniora (PKM-PSH), 2 tim PKM Kewirausahaan (PKM-K) ditambah 1 tim PKM Pengamdian Masyarakat (PKM-M).

Tim PKM-PE UNILA dengan karya tulis yang berjudul “Pemanfaatan Tetes Tebu Legi Sebagai Alternatif Media Kultur Bakteri  Lokal Yang Lebih Ekonomis Dan Ramah Lingkungan Untuk Meningkatkan Pertumbuhan Udang Vaname (Litopenaeus Vannamei)” atau disingkat “PETE BULE “ yang diketuai oleh Ayu Novitasari dan beranggotakan Hefi Afizena Elvazia dan Ricky Nur Iskandar menjadi satu dari sejumlah tim yang dinyatakan lolos seleksi PIMNAS ke-30.

Hefi (panggilan akrab Hefi Afizena Elvazia) menuturkan bahwa “Sudah tiga kali mengikuti program kreativitas mahasiswa dan ini yang pertama bisa lolos sampai ke PIMNAS, memang tidak mudah untuk dapat sampai pada tahap ini tetapi tidak ada yang tidak mungkin selama kita mau mencoba,” jelas hefi.

Perpaduan pemikiran antara 2 mahasiswa Fakultas Pertanian Jurusan Budidaya Perairan dengan 1 mahasiswa Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Program Studi Pendidikan Biologi UNILA ini memunculkan karya ilmiah yang patut dipertimbangkan, hal ini tidak terlepas dari kondisi pertambakan yang ada di Provinsi Lampung itu sendiri, lebih lanjut Ayu (ketua PKM-PE) yang merupakan mahasiswi Fakultas Pertanian Jurusan Budidaya Perairan mengungkapkan bahwa “Provinsi Lampung sebenarnya mempunyai potensi budidaya perikanan dan tambak yang sangat besar, menurut hasil kajian Ekonomi dan Keuangan Regional Provinsi Lampung Triwulan II Tahun 2015 disebutkan bahwa Lampung juga mempunyai lahan potensial untuk pembesaran ikan dan pembenihan udang dengan luas mencapai 61.200 ha, salah satunya adalah budidaya udang vaname.”

Hal senada juga diungkapkan oleh Ricky yang menjelaskan bahwa “Udang vaname merupakan udang yang digemari masyarakat luas dan memiliki nilai ekonomis yang tinggi. Keberadaan udang vaname mampu melebihi produksi udang jenis lain seperti udang windu, karena produktifitasnya yang tinggi dan masa panen yang lebih cepat, serta tahan terhadap penyakit. Keberadaan udang vaname saat ini mengalami berbagai permasalahan, seperti terserangnya penyakit, dan penurunan kualitas air sehingga menyebabkan pertumbuhan udang terganggu.”

“Pada umumnya para petani tambak menggunakan teknik sedimentasi dengan kolam tandon air untuk menyimpan air sebelum air dimasukkan ke dalam tambak, pemakaian kincir air untuk meningkatkan konsentrasi oksigen terlarut dan penggunaan bahan kimia untuk mengantisipasi hama dan penyakit. Namun, upaya tersebut belum memberikan hasil yang optimal dalam meningkatkan hasil produksi udang. Sehingga alternatif solusi yang dapat digunakan yaitu dengan penggunaan probiotik dengan bakteri Bacillus sp. D2.2,” jelas ayu.

“Bakteri Bacillus sp. D2.2 biasanya dikultur pada media SWC (Sea Water Complate), namun ada beberapa kelemahannya seperti tidak ekonomis dan hanya dapat dikultur pada skala laboratorium. Untuk itu kami berupaya mencari media alternatif lain untuk menggantikan SWC yang lebih ramah lingkungan, lebih ekonomis dan dapat dikultur pada skala semi massal yaitu media teknis molase. Harapannya pemberian bakteri Bacillus sp. D2.2 yang dikultur pada media teknis molase dapat meningkatkan pertumbuhan udang dan menstabilkan kualitas air,”tambah hefi.

Saat ini 7 tim UNILA sedang bersiap untuk menghadapi PIMNAS ke-30, seperti pembekalan, pendampingan, penguatan dan pelatihan membuat persentasi dan poster “Persiapan kita lakukan sebaik mungkin dan semoga bisa membawa medali juara di PIMNAS ke-30 ini,” harap Ricky optimis.

Maju Cemerlang Faperta Kita.