Pidato Ilmiah Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., di Rapat Senant Terbuka Pada Dies Natalis Ke-52

Pada tanggal 25 September 2017 bertempat di aula Fakultas Pertanian Universitas Lampung, Ketua Panitia Dies Natalis Ke-52, Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., sampaikan pidato ilmiah berjudul “PARTNERSHIP LAMPUNG – DKI JAKARTA DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN”

Kepada Yth:

  1. Bapak Gubernur Provinsi Lampung
  2. Bapak Bupati/Walikota se Prov. Lampung
  3. Ketua dan Anggota DPRD Prov. Lampung/Kabupaten/Kota se-Provinsi Lampung
  4. Bapak Ketua dan Anggota Senat Unila
  5. Rektor Unila
  6. Para Wakil Rektor, Dekan dan Wakil Dekan, Direktur dan Wakil Direktur Pascasarjana, Ketua Lembaga (LPPM dan LP3M) beserta jajaran
  7. Para Kepala Biro, Kabag, dan Kasubag beserta jajaran se Unila
  8. Para Profesor dan Sesepuh Unila
  9. Para Dosen, Alumni, dan Tenaga Kependidikan
  10. Para Undangan, Panitia, dan Hadirin yang saya muliakan
  • Assalamu’alaikum Wr. Wb.
  • Tabiik Pun
  • Puji syukur mari kita panjatkan ke Hadirat Allah SWT, karena atas izin Nya lah maka acara rapat Luar Biasa Senat Unila dalam rangka Dies Natalis ke-52
  • Shalawat dan Salam mari kita sampaikan kepada Nabi Besar Muhammad SAW, semoga kita tetap menjadi umatnya dan mendapatkan safaat beliau di hari akhir kelak, amiin Yra.
  • Sebelumnya saya Mohon izin, seyogyanya Pidato Ilmiah ini akan disampaikan oleh Bapak Anies R. Baswedan, Ph.D.  Namun karena beliau belum dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta,  sehingga beliau menyampaikan permohonan maaf dan In shaa Allah akan memenuhi undangan setelah dilantik menjadi Gubernur DKI Jakarta.

Bapak/Ibu yang saya muliakan,

Adapun Judul Pidato Ilmiah yang akan saya sampaikan berjudul “PARTNERSHIP LAMPUNG – DKI JAKARTA DALAM MEMBANGUN KEMANDIRIAN PANGAN”

 LATAR BELAKANG

  • Kedaulatan pangan merupakan hak negara dan bangsa secara mandiri menentukan kebijakan pangan
  • Ketahanan pangan merupakan kondisi terpenuhinya pangan dari sisi jumlah, mutu, keterjangkauan, dan sesuai dengan nilai-nilai yang berlaku
  • Kemandirian pangan adalah kemampuan negara dan bangsa memproduksi pangan untuk pemenuhan kebutuhan pangan sampai tingkat perseorangan

Tantangan Kemandirian Pangan

  • Pertumbuhan penduduk terus meningkat
  • Impor produk pangan berkualitas meningkat
  • Isu keamanan pangan (food safety) semakin menguat
  • Pangan menentukan kelangsungan hidup bangsa

Permasalahan Pertanian

  • Degradasi kualitas lahan
  • Alih fungsi lahan untuk non-pertanian (Laju konversi lahan sawah:000 ha/th, Laju pencetakan lahan sawah baru: 47.000 ha/th, Luas lahan pertanian terus menyusut: 2002 (11.5jt ha) dan 2012 (8.08jt ha)
  • Menurunnya ketersediaan air irigasi
  • Hama dan penyakit tanaman dan ternak
  • Perubahan iklim
  • Kehilangan hasil pada proses pascapanen
  • Sistem tataniaga komoditas
  • Kebijakan, regulasi, dll.

Peluang Kemandirian Pangan

  • Berdasarkan sumberdaya yang ada, Indonesia memiliki potensi strategis untuk berperan dalam industri pangan dunia
  • Kedaulatan pangan menjadi salah satu agenda NAWACITA
  • Melalui inovasi dan difusi teknologi ada peluang meningkatkan produktivitas lahan pertanian secara berkelanjutan
  • Inisiatif konsolidasi sumberdaya dan program revitalisasi pertanian perlu segera ditindaklanjuti dengan aksi nyata
  • Unila berperan aktif mengawal program Kementan RI (Upsus Pajale dan Pengujian Teknologi).

MODAL KERJASAMA

  1. Potensi Komoditas Pertanian Lampung
  • Lampung dikenal sebagai Bumi Agribisnis dan Agroindustri
  • Kondisi agroekosistem dan ekonomi-sosial-budaya Lampung menunjang pengembangan agribisnis
  • Walaupun perlu revitalisasi, infrastruktur pertanian sudah memadai
  • Lampung berkontribusi besar pada produksi Ubikayu Peringkat 1 (Outlook Ubikayu, 2016), Udang Peringkat 2 (Statistik Udang 2009 – 2013), Jagung Peringkat 3 (Outlook Jagung, 2016), Padi Peringkat 7 (Outlook Padi, 2016), Sapi Peringkat 6 (Outlook Sapi, 2016), Kopi Peringkat 2 (Outlook Kopi,  2016), Nanas Peringkat 1 (Outlook Nanas, 2016), dan Tebu Peringkat 2 (Outlook Tebu,  2016).
  • Peluang meningkatkan kontribusi Lampung terhadap kemandirian pangan nasional terbuka luas.
  1. Inisiatif Kerjasama 
  • Gubernur Lampung, Muhammad Ridho Ficardo beserta jajarannya bertemu Gubernur DKI Jakarta di Balai Kota, Senin (7/12/2015). Pertemuan membahas kerjasama penyediaan bahan pangan antara Pemprov Lampung dengan Pemprov DKI Jakarta.
  • Disepakatinya MoU antara Pemprov DKI Jakarta –Pemprov Lampung tentang Penyediaan Kebutuhan Pangan dari Lampung untuk DKI Jakarta
  • Tujuan Terwujudnya ketersediaan pangan (daging sapi, daging ayam, beras, pisang, kelapa, dan komoditas lainnya yang disepakati)
  • Ruang lingkup : Pengembangan kawasan produksi, Pengembangan sapras dan infrastruktur pendukung distribusi, Pengembangan kawasan pasar komoditas, dan Pengawasan mutu dan keamanan pangan.
  1. Profil UNILA
  • Akreditasi A (Unggul)
  • Peringkat berdasar lembaga pemeringkatan:
  • KEMENRISTEKDIKTI : 18 Nasional (2017)
  • 4ICU : 16 Nasional (2016)
  • Webometrics : 15 Nasional (2016)
  • Greenmetrics : 17 Nasional (2016)
  • 8 Fakultas dan 1 Program Pascasarjana lengkap dengan Laboratorium
  • ISO 9001:2008 atau 9001:2015
  • Student body 31.576 (2016)
  • Dosen Tetap 1.152 (2016)
  • Satu-satunya Laboratorium yang ditunjuk oleh Gubernur Lampung sebagai rujukan pengujian sampel tanah dan produk segar hasil pertanian di Provinsi Lampung (No. G/27/II.05/HK/2010 dan No. G/299/II.05/HK/2012), dan
  • Laboratorium tersebut terletak di FP Unila dan telah memiliki akreditasi dari Komite Akreditasi Nasional (KAN) SNI ISO/IEC 17025:2008 (LP-1113-IDN).

SKEMA KERJASAMA

Kebutuhan Pangan DKI Jakarta

  • DKI Jakarta merupakan salah satu pasar terbesar komoditas pangan segar dan olahan nasional
  • Tipologi konsumen di DKI Jakarta memerlukan produk pangan berkualitas tinggi dan terstandardisasi, khususnya terkait dengan food safety
  • Perda DKI Jakarta No 8 Th 2004 menuntut produk pangan yang masuk ke DKI Jakarta telah memenuhi standar mutu dan keamanan pangan
  • Pasal 2
  • Setiap komoditas hasil pertanian yang masuk, beredar, dan atau keluar dari Daerah harus dilengkapi persyaratan sebagai berikut:
  • Surat keterangan asal komoditas hasil pertanian
  • Sertifikat mutu dan label yang memuat standar mutu dan keamanannya.
  • Komoditas hasil pertanian sebagaimana dimaksud pada ayat (1), dapat dilakukan pemeriksaan oleh petugas pengawas mutu dan atau pengujian ulang oleh Pemerintah Daerah sebelum diedarkan.

(3) Apabila komoditas hasil pertanian, tidak dilengkapi persyaratan sebagaimana dimaksud pada ayat (1) dan ayat (2), Pemerintah Daerah dapat menolak dan atau menarik dari peredaran.

(4) Persyaratan dan tata cara pelaksanaan ketentuan sebagaimana dimaksud ayat (2) dan ayat (3), ditetapkan dengan Keputusan Gubernur.

Potensi Regional Lampung

  • Dari sisi letak geografis Provinsi Lampung memiliki posisi strategis sebagai pintu gerbang Sumatera
  • Terdapat kerjasama regional berupa Forum Gubernur se Sumatera, Forum Dewan Riset Daerah (DRD) se Sumatera, BKS PTN Wilayah Barat, dll.
  • Infrastruktur transportasi Provinsi Lampung sangat menunjang (jalan tol, kereta api, Pelabuhan Panjang, Bandara (Intl) Radin Inten, dll.)
  • Terminal Agribisnis Provinsi Lampung di Lampung Selatan (dapat lebih optimal)
  • Provinsi Lampung dapat menjadi sentra baru produksi dan pengolahan hasil pertanian serta outlet produk pangan bersertifikat mutu yang diinginkan DKI Jakarta
  • Produk pertanian segar dan olahan selanjutnya didistribusikan melalui rantai pasok skema kerjasama Lampung – DKI Jakarta
  • Untuk tujuan tersebut perlu dilakukan penguatan dan penataan agribisnis komoditas serta hilirisasi produk pangan strategis.

PENUTUP

Benefit bagi kedua Provinsi adalah :

  • Jaminan pasar produk pertanian Lampung dan Sumatera
  • Jaminan ketersediaan produk pangan segar dan olahan yang bermutu dan bersertifikat bagi DKI Jakarta
  • Optimalisasi peran Unila (FP) pada partnership Lampung – DKI Jakarta dalam membangun kemandirian pangan
  • Peningkatan kapasitas Laboratorium Pengujian Mutu Hasil Pertanian Unila

Demikian yang dapat saya sampaikan

Terimakasih

Wassalamualaikum Wr. Wb.

Irwan S Banuwa dan Erwanto.

Maju Cemerlang Faperta Kita.