Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P.: Indonesia Sudah Saatnya Rekayasa Teknologi Pertanian

hasriadi mat akin

Prof. Hasriadi Mat Akin (Foto:www.duajurai.com)

(Unila): Pembantu Rektor I Universitas Lampung (Rektor UNILA) Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., mengatakan, sudah saatnya Indonesia melakukan rekayasa teknologi bidang pertanian dalam upaya menguatkan ketahanan pangan nasional. Menurutnya sudah saatnya pemerintah mengembalikan khittah pembangunan pada sektor pertanian.

“Jangan lupa, negara termaju di bidang pertanian masih diduduki oleh Amerika dan Jepang. Artinya meskipun mereka telah bertransformasi menjadi negara industri manufaktur, namun industri mereka tetap didasari pada basis industri petanian yang kuat. Petani di sana kaya raya,” kata Mat Akin, Jumat (13/4).

Ia mengatakan, saat ini Indonesia belum bisa dikatakan mandiri dari sisi pangan. Untuk kebutuhan pokok seperti beras saja Indonesia masih bergantung pada negara Thailand dan Vietnam. Jika suatu saat nanti kedua negara tersebut menghadapi krisis pangan tentu akan berimbas kepada Indonesia.

“Apa iya kita harus terus bergantung kepada mereka atau negara lain? kan tidak? Nah, untuk itu kebijakan pembangunan di Indonesia menurut saya sudah seyogyanya di bangun kembali melalui penguatan sektor pertanian dengan teknik rekayasa pertanian,” paparnya.

Adapun teknik rekayasa pertanian yang dimaksud adalah menggabungkan perkembangan teknologi ke dalam pengolahan hasil pertanian dengan melakukan berbagai inovasi di bidang pangan. Terutama berupaya mencoba mencari produk pangan baru yang dapat menggantikan beras.

Diuraikannya, dibangunnya Institut Teknologi Sumatera (ITS) di Lampung diharapkan dapat membantu daerah Lampung dalam rangka melakukan rekayasa di bidang pertanian. Terlebih, Provinsi Lampung ini telah memantapkan dirinya sebagai provinsi agribisnis.

Ia menilai, akan sangat tepat jika ITS Lampung membuka teknik pangan atau pengolahan hasil pertanian. Dengan begitu diharapkan hal tersebut dapat bersinergi dengan potensi yang ada di daerah Lampung atau bahkan dapat menjadi solusi bagi ketahanan pangan daerah bahkan nasional.

Namun demikian, persoalan pangan juga bukan soal pengembangan teknologi semata melainkan persoalan budaya. Menurutnya masyarakat Indonesia juga harus belajar beralih dalam konsumsi makanan pokok dari beras ke produk pangan subtitusi lainnya. Di sisi lain masyarakat Indonesia juga harus mempriotitaskan penggunaan produk pangan dalam negeri ketimbang barang impor. [Mutiara]

Biodata:

Prof. Dr. Ir. Hasriadi Mat Akin, M.P., kelahiran Kemantan (Kerinci) tahun 1957 merupakan salah satu Guru Besar/Profesor Universitas Lampung dan Fakultas Pertanian Unila pada khususnya dalam bidang Ilmu Penyakit Tumbuhan dan Bioteknologi Proteksi Tanaman.

Menjadi dosen tetap di Fakultas Pertanian Unila sejak tahun 1986 di Program Sudi Ilmu Hama dan Penyakit Tumbuhan (sekarang menjadi Jurusan Agroteknologi-Red.).

Pendidikan Doktor/S3 diselesaikan di Institut Pertanian Bogor, Pendidikan Magister/S2 diselesaikan di Universitas Gajah Mada, dan Pendidikan Sarjana/S1 diselesiakan di Institut Pertanian Bogor.

Jabatan yang pernah diemban yaitu Wakil Rektor Bidang Akademik Unila Periode 2011—2015 , Pembantu Rektor I Unila Periode 2007—2011 dan Pembantu Dekan I Fakultas Pertanian Universitas Lampung Periode –2007.

Penelitian dan publikasi Nasional dan Internasional diantaranya:

Improve Diagnosis and Control of Peanut Strip virus. Colaborative Research Among Indonesia, China, and Australia, Supported by ACIAR, Australia.

Akin, M.H., M. Nurdin, B. Simamora, & M. Sitorus. 2012. Efektivitas SatelitRNA yang berasosiasi dengan Cucumber Mosaic Virus (CARNA-5) untuk mengendalikan penyakit virus pada tanaman tomat. Jurnal Hama dan Penyakit Tropika (In Press).

Akin, M.H., Sudarsono, C. Higgins, and R.G. Dietzgen. 1999. Genome Diversity of PStV: Analysis of The CP Gen. Hugo Pacific Meeting. Denpasar Bali, 254-26 Mei 1999.

dan masih banyak lagi.

 

Sumber: www.unila.ac.id dan berbagai sumber.