Tricobas 09 Tekan Penyakit Jamur

Serangan penyakit yang mematikan tanaman menjadi salah satu sumber masalah sehingga dapat mengurangi hasil produktivitas panen bahkan dapat mematikan tanaman. Salah satu jenis serangan penyakit yang paling banyak menyerang tanaman adalah jamur. Serangan penyakit jamur memiliki jenis yang berbeda-beda pada setiap tanaman. Jamur pada lada akan berbeda dengan jamur yang menyerang tanaman jagung.

Untuk mengendalikan serangan penyakit jamur tersebut, Klinik Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) menemukan sebuah terobosan baru untuk mengendalikan serangan penyakit jamur dengan bahan aktif yang juga terbuat dari jamur, yaitu Tricobas 09, dengan bahan aktif Tricoderma SPP yang berguna untuk menekan perkembangan penyakit untuk berbagai macam tanaman, seperti tanaman jagung, lada, dan karet.

Ketua Klinik Tanaman Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Unila Ir. Joko Prasetyo, M.S., mengungkapkan serangan penyakit biasnya menyerang keberbagai struktur tanaman, seperti batang daun, ketiak daun, dan akar, sehingga dapat mengurangi produktivitas tanaman, khususnya penyakit jenis ular tanah. “Tricobas 09 memiliki bentuk bervariasi seperti padat dan cair sesuai dengan jenis penyakitnya. Bahkan, Tricobas 09 mengandung pupuk organik sehingga bermanfaat bagi tanaman itu sendiri.

Saat ini Tricobas 09 yang memiliki bahan aktif jamur sudah diproduksi secara masal sehingga bisa memberikan banyak manfaat kepada petani. “Kami berharap Tricobas ini bisa kembali meningkatkan produktivitas tanaman yang terserang penyakit.” Ujar, Ir. Joko Prasetyo, M.S.

Selain itu, ada lima produk pertanian karya akademisi Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) akan dipatenkan. Tiga di antaranya adalah produk pembasmi hama tanaman. Klik berita terkait

Dekan FP Unila, Prof. DR. Ir, Irwan Sukri Banuwa, M.Si., mengatakan ada lima pestisida organik yang akan didaftarkan hak kekayaan intelektual (Haki), yaitu Mikoriza Arbuskular, Organitrofos, Metarex, Basigard, dan Tricobas 09. “Jika dikomersialisasikan, para peneliti (dosen FP Unila) akan mendapatkan royalti dan bisa memberikan tambahan kesejahteraan buat para pengguna, perusahaan, dan peneliti,” paparnya.

Ketua Jurusan Proteksi Tanaman FP Unila, Prof. Dr. Ir. Purnomo, M.Sc., Mengungkapkan, sebenarnya ada tiga produk pembasmi hama tanaman yang dikembangkan dosen dari jurusan Proteksi Tanaman FP Unila, yaitu Bassigard, Metarex, dan Tricobas 09. “Tricobas 09 dari bapak Ir. Joko Prasetyo, M.S., dan almarhum Subli Mujim yang dimana Tricobas 09 ini berfungsi untuk mengendalikan penyakit tanaman, terutama pada penyakit busuk akar dan pangkal batang. Digunakan pada lada dan kopi,” pungkas Prof. Purnomo.

MAJU CEMERLANG FAPERTA KITA.