UJI DAYA HASIL 11 GENOTIPE KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA DUA JARAK TANAM DI DESA MUJI MULYO KECAMATAN NATAR KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

ABSTRAK

UJI DAYA HASIL 11 GENOTIPE KACANG TANAH (Arachis hypogaea L.) PADA DUA JARAK TANAM DI DESA

MUJI MULYO KECAMATAN NATAR

KABUPATEN LAMPUNG SELATAN

 

 

Oleh

 

Bagus Sarjono1), Setyo Dwi Utomo2), Hermanus Suprapto2)

 

 

Rendahnya produktivitas kacang tanah di Indonesia terkait dengan daya hasil varietas-varietas unggul kacang tanah Indonesia (tipe spanish) yang masih rendah, kurang dari 2,5 ton/ha.   Varietas unggul baru yang berdaya hasil tinggi perlu dirakit untuk mengatasi rendahnya produktivitas varietas unggul yang sudah ada.  Polong dan biji berukuran besar (tipe virginia), merupakan karakter agronomis yang mendukung daya hasil tinggi.  Penelitian ini bertujuan untuk mengevaluasi 11 genotipe kacang tanah pada dua jarak tanam.  Penelitian ini menggunakan 9 galur dan 2 varietas standar nasional sebagai pembanding yaitu Kancil dan Jerapah.  Percobaan disusun menggunakan rancangan faktorial (11×2) yang terdiri dari dua faktor yaitu genotipe kacang tanah dan jarak tanam.

Percobaan menggunakan Rancangan Kelompok Teracak Sempurna (RKTS) yang terdiri dari tiga ulangan.  Data dianalisis ragam, dan pemisahan nilai tengah dengan uji Beda Nyata Jujur (BNJ) pada  0,05.

 

Hasil penelitian menunjukkan NC7/K-101 dan NC7/K-9 unggul dibandingkan varietas standar, genotipe NC7/K-101 dan NC7/K-9 unggul dalam jumlah ginofor total, jumlah polong total, jumlah polong masak per tanaman, bobot polong kering per petak, bobot biji kering per petak, panjang dan lebar 10 polong, panjang dan lebar 10 biji, bobot 100 butir biji kering dan berat kering berangkasan (kecuali NC7/K-9).  Karakter agronomi 11 genotipe yang dievaluasi tidak nyata dipengaruhi oleh interaksi antara genotipe dan jarak tanam.  Jarak tanam tidak  nyata mempengaruhi karakter agronomi, kecuali bobot kering berangkasan.