Wan Abbas Zakaria Menyandang Guru Besar

prof.wan abbas zakaria toga(Unila): Universitas Lampung (Unila) kembali menambah dosen penyandang guru besar, Selasa (8-6), Wan Abbas Zakaria dikukuhkan sebagai Guru Besar Ilmu Ekonomi Pertanian Fakultas Pertanian dan Yulianto sebagai Buru Besar Ilmu Administrasi Negara FISIP.Pembantu Rektor I Bidang Akademik Unila Hasriadi Mat Akin mengatakan hal itu kepada Lampung Post di Bandar Lampung, Minggu (6-6). “Besok (Selasa, red) kita akan menambah guru besar dua orang. Pertama Prof. Dr. Ir. Wan Abbas Zakaria, M.S. sebagai guru besar tetap bidang ilmu ekonomi pertanian. Kedua, Prof. Dr. Drs. Yulianto sebagai guru besar tetap bidang ilmu administrasi negara FISIP Unila,” kata dia.

Hasriadi menambahkan kedua dosen tersebut akan membawakan orasi ilmiahnya. Wan Abbas membawakan orasi bertema Penataan Kelembagaan Kunci Peningkatan Daya Saing Agrobisnis Indonesia, sementara Yulianto mengangkat tema Pentingnya sistem nilai dalam implementasi kebijakan self assessment guna meningkatkan kepatuhan wajib pajak orang pribadi.Hasriadi mengatakan dengan bertambah dua guru besar lagi, Unila kini memiliki 46 guru besar. Dari jumlah tersebut setengahnya atau 26 orang berada di Fakultas Pertanian. Sebelumnya Fakultas Pertanian juga menambah dua guru besar, yakni Prof. Dr. Ir. Ainin Niswati, M.S., M.Agr.Sc., dan Prof. Dr. Ir. Purnomo, M.S. Ainin merupakan guru besar tetap Unila dalam bidang ilmu biologi tanah. Sementara itu, suaminya menjadi guru besar tetap dalam bidang ilmu hama tumbuhan FP Unila.
Setiap guru besar di Universitas Lampung, menurut dia, wajib melakukan riset dan penelitian guna mengembangkan ilmu pengetahuan sesuai bidangnya masing-masing. Terlebih setiap guru besar mendapat tunjangan kehormatan dari jabatan akademiknya tersebut.”Unila mewajibkan kepada setiap guru besar yang ada di Unila untuk mewujudkan Tridarma Perguruan Tinggi melalui pendidikan penelitian dan pengabdian di masyarakat, terutama dalam hal menggiatkan riset dan kegiatan penelitian ilmiah,” kata dia.Selain itu, dalam kurun waktu tertentu setiap guru besar juga harus menerbitkan buku yang sesuai dengan kualifikasi keilmuannya. Ini merupakan kebijakan menteri, tujuannya agar ilmu pengetahuan di Indonesia berkembang pesat tidak stagnan.”Per bulan setiap guru besar mendapatkan tunjangan dari Rp.12 juta–Rp15 juta, selain mendapatkan gaji pokok, mereka mendapatkan tunjangan kehormatan sebagai guru besar, tunjangan sertifikasi dosen, karena setiap guru besar merupakan dosen profesional,” kata dia. [sumber: situs unila dan lampung post]