Sistem Biosekuriti dalam Dunia Peternakan Menyongsong Era New Normal

Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) Jurusan Ilmu Peternakan melalui drh. Madi Hartono, M.P., drh. Purnama Edy Santosa, M.Si., dan drh. Mirandy Pratama Sirat, M.Sc., melaksanakan siaran Faperta Berkarya dengan tema Sistem Biosekuriti dalam Dunia Peternakan Menyongsong Era New Normal, bertempat di Radar Lampung Televisi, Kamis, (04/06/2020).

Sejak bulan maret hingga saat ini negara kita masih dirundung musibah dengan hadirnya virus corona covid 19 tidak terkecuali provinsi lampung.

Wabah ini telah merambah dan berdampak pada semua sektor dan semua segi kehidupan. Disamping dampak kesehatan yang jelas-jelas nyata tidak terkecuali berdampak pula pada semua sektor baik ekonomi, sosial, pendidikan, budaya dan agama.

Perubahan perilaku sangat diperlukan agar kita bisa tetap hidup berdampingan secara damai dengan virus corona ini. Pola kehidupan baru atau yang lebih dikenal dengan new normal siap atau tidak siap akan kita jalani ke depan agar kita dapat bertahan sampai selesainya pandemi corona ini.

Persiapan dunia peternakan menghadapi wabah corona serta era new normal.
Ada banyak hal yang sudah dikerjakan oleh para peternak kita khususnya di Lampung dalam masa pandemi ini diantaranya adalah: pembatasan tamu untuk masuk farm, pengaturan kembali jam kerja karyawan, pendisiplinan pemakaian baju kerja dan masker, dan yang paling penting adalah Penerapan Program Biosekuriti. Sebetulnya biosekuriti di farm itu sudah menjadi prosedur rutin (SOP) jauh sebelum adanya wabah corona ini, (drh. Madi Hartono, M.P.).

Apa itu biosekuriti.
Biosekuriti terdiri dari kata Bio dan Sekuriti. Bio artinya makhluk hidup sedangkan sekuriti artinya keamanan, jadi segala upaya yang dilakukan untuk mengamankan makhluk hidup dari ancaman bibit penyakit.

Ada tiga komponen dalam program biosekuriti yang terpadu dalam dunia peternakan agar ternaknya dan pekerjanya terhindar dari serangan penyakit, diantaranya yaitu:
1. Biosekuriti Konseptual, contohnya dalam pemilihan lokasi farm yang hendaknya jauh dari pemukiman penduduk, minimal ya 300 meter.
2. Biosekuti Struktural, contohnya bagaimana membuat tata letak atau lay out bangunan yang menjamin tidak gampangnya terjadi penularan antar kandang. Hal ini dikenal dengan konsep Biosekuriti 3 zona.
3. Biosekuriti Operasional, yaitu bagaimana pelaksanaan praktek sehari-hari para pekerja agar disiplin menerapkan bisekuriti (drh. Purnama Edy Santosa, M.Si.).

Konsep Biosekuriti 3 Zona.
Kosep Biosekuriti 3 zona sebetulnya adalah bagaimana merancang suatu kawasan peternakan agar tata letak bangunan dan kandang yang ada memudahkan pelaksanaan biosekuriti. Kawasan peternakan dibagi dalam 3 Zona yaitu:
1. Zona Merah, yaitu daerah terluar yang masih banyak mengandung populasi kuman sangat tinggi, semua tamu boleh masuk, contohnya halaman depan, area parkir, dan area perkantoran.
2. Zona Kuning, yaitu daerah penyangga, dimana hanya karyawan farm yang boleh masuk, contohnya: mess, kantin, gudang pakan, gudang telur dan gudang alat.
3. Zona Hijau, yaitu daerah paling steril, dimana hanya pekerja khusus operator kandang yang boleh masuk, disininal tempat ternak kita dipelihara. Jika akan masuk ke masing masing zona tersebut harus melewati pintu gerbang yang dilengkapi dengan shower antiseptic atau desinfektan, (drh. Mirandy Pratama Sirat, M.Sc.)

Antiseptik dan Desinfektan.
System biosekuriti kita tidak akan terlepas dengan Antiseptik dan Desinfektan. Apa bedanya antara antiseptik dan desinfektan.

Antiseptic adalah bahan kimia anti mikroba yang dipakai untuk sterilisasi permukaan tubuh baik ternak maupun manusia contohnya adalah: Alkohol 70%, Iodine, dan BKC.

Desinfektan adalah bahan kimia anti mikroba yang dikenakan pada benda mati, contohnya adalah: Formalin, Glutaraldehid, Phenol, Lisol dan sebagainya. Jika bahan –bahan kimia antimikroba ini dipakai sesuai peruntukkannya tentunya sangat aman dan efektif dalam menurunkan populasi kuman yang ada di lingkungan farm,(drh. Madi Hartono, M.P.).

Desinfektan yang beredar di pasaran.
Memang saat ini mulai menjamur produk desinfektan di pasaran, masyarakat hendaknya membeli antiseptic maupun desinfektan di tempat-tempat resmi seperti: Apotik, toko obat resmi, Poultry Shop, Swalayan. Dan yang harus diperhatikan bahwa antiseptic / desinfektan tersebut terregister resmi di Departemen Kesehatan atau Departemen Pertanian. Jika ragu-ragu silahkan ditanyakan ke dokter umum atau dokter hewan terdekat yang anda kenal, (drh. Purnama Edy Santosa, M.Si.).

Penggunaan Antiseptik atau Desinfektan.
drh. Mirandy Pratama Sirat, M.Sc., sebelum menggunakan antiseptic atau desinfektan perhatikan hal-hal berikut:
1. Cek apakah produk tersebut teregistrasi Depkes atau Deptan.
2. Tolong dibaca dulu kandungan bahan kimianya dan fungsinya: ada yang hanya dipakai untuk tubuh atau dipakai untuk benda-benda mati seperti mobil atau peralatan.
3. Baca dengan seksama tanggal kadaluwarsa (expired date) nya.
4. Baca dengan teliti aturan pakai atau dosis yang dianjurkan, jangan melebihi takaran.
5. Perhatikan cara pakainya, apakah untuk spray (di semprotkan), dipping (dicelupkan), atau fogging (diuapkan).
6. Terakhir jangan lupa pekerja wajib menggunakan APD seperti masker dan sarung tangan saat melaksanakan tugas desinfeksi.

Maju Cemerlang Faperta Kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesian