Faperta Berkarya: Pengembangan Pasca Panen Kopi Untuk Peningkatan Kesejahteraan Petani Kopi di Provinsi Lampung

Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) menghadirkan Dr. Ir. Tamrin, M.S., Dr. Ir. Sapto Kuncoro, M.Si., dan Dr. Diding Suhandy, S.TP, M.Agr. sebagai narasumber dalam program Faperta Berkarya di Radar TV pada hari kamis (6/02/2020) dengan tema “Pengembangan Pasca Panen Kopi Untuk Peningkatan Kesejahteraan Petani Kopi di Provinsi Lampung”.

Kopi merupakan salah satu komoditas penting di Indonesia dan khususnya di Provinsi Lampung. Data Statistik menunjukkan produktivitas kopi rata-rata di Indonesia sekitar 0.725 ton per hektar. Secara nasional, kontribusi Provinsi Lampung sekitar 18.35% di tahun 2016 dan hingga saat ini masih menjadi konributor terbesar untuk kopi Robusta di Indonesia.

Salah satu aspek penting dari penanganan pasca panen kopi adalah bagaimana mengemas kopi dengan kemasan yang tepat. Kemasan yang tepat dapat menambah harga jual dan segmen konsumen sehingga bisa meningkatkan pendapatan.

Menurut Dr. Tamrin, kemasan kopi yang beredar saat ini di pasaran sudah cukup baik. Hanya saja informasi yang diberikan pada kemasan kopi mungkin masih sangat terbatas dan tidak informatif. Di era 4.0 ini informasi pangan menjadi sangat penting untuk disampaikan dalam sehingga terbangun sistem ketelusuran pangan (food traceability).

Dr. Sapto Kuncoro menambahkan informasi penting yang harus disampaikan pada kemasan adalah label keaslian produk kopi yang dijual. Kopi Robusta Lampung petik merah sudah masuk kategori kopi spesialti (uji cupper dengan skor 80 atau lebih) dan mahal di pasaran.

Sebagian besar kopi Lampung diperdagangkan dalam bentuk kopi bubuk siap seduh (ground roasted coffee) dan disini masalahnya yaitu adanya potensi pemalsuan kopi spesialti yang mahal dengan kopi bukan spesialti yang lebih murah.

Dr. Diding saat ini telah berhasil mengembangkan metode sederhana dan bebas bahan kimia menggunakan metode UV-visible spektroskopi dan kemometrika untuk membedakan kopi spesialti dan kopi biasa. Penjelasan lebih lanjut mengenai metode tersebut terdapat dalam buku kontribusi Jurusan Teknik Pertanian FP Unila yang berjudul uji keaslian kopi bubuk spesialti menggunakan teknologi UV-visible spectroscopy.

Maju Cemerlang Faperta Kita.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

EnglishIndonesian