SIAM “Smart Integrated Aquaculture Management”, Konsep Revolusi Akuakultur 4.0

SIAM merupakan sebuah gagasan untuk budidaya perikanan/akuakultur masa depan yang diluncurkan oleh kelompok mahasiswa Universitas Lampung (Unila) yakni Agus Wibowo (Perikanan dan Ilmu Kelautan, 2017), Imam Hidayatulloah A.W.P.D (Hukum, 2017), Menik Mujayani (Biologi, 2018) dan dibimbing oleh Maulid Wahid Yusup. M.Si (Dosen Perikanan dan Ilmu Kelautan).

Gagasan yang dinamai SIAM ini, dilatar belakangi oleh masih rendahnya tingkat produksi perikanan nasional karena belum mengoptimalkan area budidaya dan teknologi secara efektif dalam meningkatkan produktifitas perikanan nasional.

SIAM menggagas penerapan Smart System-Fish Farming, dimana manajemen budidaya dilakukan atas dasar data-data presisi, real time dan integratif melalui penggunaan sistem sensor kualitas air, sonar akustik dan visualisasi kamera. Data-data tersebut dapat diakses oleh pembudidaya melalui ponsel untuk mengetahui dan memonitoring secara langsung kondisi terkini pada lingkungan budidaya, meskipun berada di tempat yang jauh.

Tidak hanya itu, di dalam aplikasi SIAM juga terdapat hasil analisis data dan rekomendasi, karena menggunakan teknologi Artificial Intelligence atau AI. “Adanya aplikasi mobile yang kami rancang, memungkinkan kemudahan bagi pembudidaya untuk mengelola usaha akuakultur dengan lebih efektif, efisien dan akurat” jelas Agus Wibowo, selaku ketua tim.

Disisi lain, SIAM mengedepankan prinsip keterjagaan lingkungan perairan, karena diterapkannya konsep budidaya multi tropik. Dengan konsep ini, produksi akuakultur tidak hanya dihasilkan dari satu komoditas, melainkan juga dari komoditas lain dalam area yang sama.

Tidak hanya itu, kelompok yang berhasil maju sebagai peserta dalam Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) Ke-33 di Universitas Gadjah Mada ini, menggagas sebuah strategi pengelolaan daerah akuakultur, yaitu Potential Commodity Area.

“Adanya strategi ini, memungkinkan terjadinya sentralisasi dan pengelolaan yang efektif untuk suatu komoditas budidaya” tandas Maulid Wahid Yusup, selaku dosen perikanan Fakultas Pertanian Unila sekaligus pembimbing tim.

Gagasan SIAM dinilai layak untuk dipaparkan dan diimplementasikan kedepannya, karena dapat merancang sistem tata kelola akuakultur yang efektif dan berkelanjutan.

Rancangan Smart System

Aplikasi Mobile

MAJU CEMERLANG FAPERTA KITA

EnglishIndonesian