“Faperta Berkarya” Tantangan Pengembangan Kerbau di Provinsi Lampung

Jurusan Ilmu Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (PTK FP Unila) melalui Dr. Ir. Erwanto, M.S. (ahli nutrisi dan makanan ternak), Dr. Ir. Arif Qisthon, M.Si. (ahli manajemen produksi ternak), dan drh. Madi Hartono, M.P. (ahli ilmu reproduksi dan sain veteriner) pada siaran faperta berkarya, bertempat Radar Lampung Televisi, Kamis (01/04/2021), dengan topik : Tantangan Pengembangan Kerbau di Provinsi Lampung.

Salah satu ternak ruminansia yang dipelihara oleh masyarakat Indonesia sampai saat ini adalah ternak kerbau. Kerbau adalah hewan ruminansia dari sub family bovidae yang berkembang di banyak bagian dunia dan diduga berasal dari India. Kerbau domestikasi atau water buffalo berasal dari spesies bubalus arnee.

Spesies kerbau lain yang masih liar adalah B. mindorensis, B. depressicornis dan B. cafer (Hasinah dan Handiwirawan, 2006). Ternak kerbau banyak tersebar di seluruh kawasan Indonesia dan dengan sifat kualitatif yang berbeda.

Ternak kerbau menjadi salah satu ternak yang berpotensi untuk dijadikan sebagai  ternak  pemasok  daging  nasional.    Menurut  Shantosi  (2010), protein hewani ternak kerbau juga tidak kalah dengan sapi. Daging kerbau mempunyai kandungan protein 20-30%.

Selain dari kandungan proteinnya yang tinggi, kelebihan  ternak  kerbau  dibandingkan  ternak  lain   yaitu  kemampuan  daya cernanya terhadap serat kasar mencapai 62,7% lebih besar daripada ternak sapi yang hanya 51,1%. Daging kerbau berwarna relatif gelap dan seratnya relatif keras dan kasar. Lemaknya berwarna putih dan jika diraba akan melekat pada jari (Rukmana, 2003).

Selain sebagai sumber protein hewani, ternak kerbau dipelihara masyarakat untuk dimanfaatkan tenaganya. Tenaga kerbau sejak lama merupakan sumber tenaga pengolah tanah dan penarik gerobak (pedati) dalam lingkungan kehidupan petani di pedesaan.

Status ternak kerbau ditunjukkan pada kehadiran dan partisipasi ternak tersebut dalam kehidupan sosial ekonomi masyarakat. Ternak kerbau dibutuhkan sebagai sarana upacara adat dan keagamaan, aturan- aturan dan kebiasaan tradisioanal yang kompleks. Selain itu, ternak kerbau merupakan lambang keberadaan pemiliknya dan berperan penting   dalam kehidupan sosial beberapa suku bangsa di Indonesia (Rukmana, 2003).

Populasi kerbau di Provinsi Lampung terbesar di Kabupaten Lampung Tengah, Tulang Bawang,  Lampung Timur dan Pesawaran (BPS Lampung, 2018). Perkembangan populasi cenderung menurun dalam tiga tahun terakhir (Dirjen Peternakan dan Kesehatan Hewan, 2020).

Provinsi201820192020
LAMPUNG23 48920 52218 814
Propinsi201820192020
SULAWESI SELATAN85 752113 100118 190
NUSA TENGGARA BARAT83 458121 575125 664
KALIMANTAN SELATAN16 06216 55624 919

Sumber data : Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 2021.

Maju Cemerlang Faperta Kita.

EnglishIndonesian