Penandatanganan MoU FP Unila dalam FKPTPI

Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) melaksanakan penandatanganan MoU (memorandum of understanding) tentang Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka. Penandatanganan MoU ditandatangani Dekan FP Unila, Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si., bertempat diruang sidang dekanat FP Unila dilakukan dengan serempak secara daring pada, Rabu (28/4/2021).

Sebanyak 100 Fakultas Pertanian yang tergabung dalam FKPTPI melaksananakan penandatangan MoU tentang Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka.

Hal ini merupakan tindak lanjut dari Peraturan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Republik Indonesia Nomor 3 Tahun 2020 tentang Standar Nasional Pendidikan Tinggi, terutama dalam hal memberikan kesempatan kepada mahasiswa untuk belajar di Program Studi sejenis pada Perguruan Tinggi.

Berdasarkan hasil kesepakatan Lokakarya Nasional Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) tanggal 30 November 2020 di Universitas Brawijaya yang lalu, Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI) menginisiasi perlunya dilakukan Perjanjian Kerja Sama antara Dekan Fakultas terkait dalam keilmuan Pertanian.

Dikesempatan tahun ini, Fakultas Pertanian UNS menjadi tuan rumah Penandatanganan MoU Dekan Pertanian se-Indonesia yang tergabung dalam Forum Komunikasi Perguruan Tinggi Pertanian Indonesia (FKPTPI).

Penandatanganan MoU merupakan puncak dari Seminar Nasional peringatan Dies Natalis ke-45 Universitas Sebelas Maret (UNS) pada Fakultas Pertanian UNS yang diselenggarakan secara daring dengan tema “Membangun Sinergi antar Perguruan Tinggi dan Industri Pertanian dalam Rangka Implementasi Merdeka Belajar Kampus Merdeka”.

Pada pembukaan seminar nasional, Menteri BUMN Erick Thohir mengatakan, untuk membangun ketahanan pangan, ketahanan energi, dan ketahanan energi, Kementerian BUMB telah melakukan upaya akselerasi dengan membangun kerja sama dengan kementerian atau lembaga, swasta, perguruan tinggi dan pihak lain.

“Kerja sama ini penting karena Kementerian BUMN bukan menara gading yang melakukan semuanya sendirian”, katanya.

“Ketahanan pangan, ketahanan kesehatan, dan ketahanan energi adalah pilar utama menuju Indonesia Emas 2045. Hal itu juga menjadi prioritas utama Kementerian BUMN periode 2019-2024,” ujar Erick Thohir saat menjadi keynote speech dalam Seminar Nasional yang dilakukan secara daring, Rabu (28/4/2021).

Maju Cemerlang Faperta Kita.

EnglishIndonesian