ANALISIS KINERJA PASAR BENIH JAGUNG VARIETAS HIBRIDA
DI KECAMATAN SEKAMPUNG UDIK
KABUPATEN LAMPUNG TIMUR
Oleh
Laras Sati1, Benyamin G. Widyatmoko2, Suriaty Situmorang2
ABSTRAK
Salah satu upaya meningkatkan produksi jagung adalah dengan penggunaan benih varietas hibrida. Peningkatan penggunaan benih jagung varietas hibrida tidak terlepas dari kelancaran proses distribusi benih dari produsen ke konsumen dengan perantara pedagang benih dan meningkatkan ketersediaan benih varietas hibrida di pasaran. Tujuan penelitian ini adalah mempelajari kinerja pasar benih jagung varietas hibrida di Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur yang meliputi saluran pemasaran, harga, biaya, dan volume penjualan, pangsa produsen, marjin pemasaran, dan elastisitas transmisi harga serta mengetahui kinerja pasar varietas benih yang lebih efisien. Penelitian dilaksanakan di Desa Siderejo dan Desa Brawijaya Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur. Pengambilan sampel lembaga pemasaran dilakukan dengan teknik snowball sampling terbalik dan sampel konsumen (petani) diambil secara acak sederhana (simple random sampling). Jumlah sampel petani adalah 52 petani jagung terdiri dari 34 orang di Desa Sidorejo dan 18 orang di Desa Brawijaya. Sampel produsen benih 4 perusahaan, distributor sebanyak 5 perusahaan, pedagang kios tingkat pasar berjumlah 6 orang, dan pedagang kios tingkat desa berjumlah 3 orang. Pengumpulan data dilaksanakan pada bulan Maret-Mei 2008. Metode analisis data yang digunakan adalah analisis kualitatif (deskriptif) untuk mengetahui struktur pasar, perilaku pasar, dan keragaan pasar yang meliputi saluran pemasaran, harga, biaya, dan volume penjualan. Analisis kuantitatif (statistika) untuk mengetahui keragaan pasar yang meliputi pangsa produsen, marjin pemasaran, dan elastisitas transmisi harga, serta kinerja pasar benih yang lebih efisien. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kinerja pasar benih jagung varietas hibrida di Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung Timur belum efisien. Hal ini dilihat dari : (1) Struktur pasar adalah oligopoli, produsen cenderung melakukan differensiasi pada produknya, semakin rendah tingkat pelaku tataniaga maka akan semakin mudah untuk masuk ke dalam pasar, (2) Perilaku pasar menunjukkan bahwa penjualan dilakukan berdasarkan pesanan, harga ditetapkan oleh penjual dan sistem pembayaran dilakukan secara tunai, (3) Keragaan pasar, terdiri dari (a) Saluran pemasaran ada 4, yang dianggap lebih efisien adalah saluran pemasaran 3, yaitu Produsen – Distributor – PKD – Konsumen, (b) Harga jual ditentukan penjual, biaya yang dikeluarkan pedagang antara lain biaya angkut dan biaya bongkar muat, volume penjualan berdasarkan pesanan dari pembeli, (c) Pangsa produsen di atas 90% menggambarkan bahwa produsen memiliki posisi tawar yang kuat dan memiliki modal yang besar sehingga dapat memproduksi benih jagung dalam skala besar, (d) Analisis marjin pemasaran yang efisien ada pada saluran pemasaran III (produsen-distributor-PKD-konsumen), hal ini dilihat dari penyebaran rasio profit marjin yang relatif lebih merata, (e) Analisis elatisitas transmisi harga Et ≠ 1 (Et < 1 atau Et > 1), menunjukkan bahwa pasar tidak bersaing sempurna, (4) Kinerja pasar benih jagung hibrida yang lebih efisien di Kecamatan Sekampung Udik Kabupaten Lampung adalah varietas C7. Kata kunci : Kinerja, pasar, benih, jagung hibrida.