Jurusan Teknik Pertanian, Fakultas Pertanian Universitas Lampung (TEP FP Unila), melalui Dr. Agus Haryanto, Dr. Mareli, dan Febryan Kusuma Wisnu, S.TP., M.Sc., melaksanakan siaran Faperta Berkarya dengan tema ” Energi Terbarukan di Indonesia”, bertempat di laboratorium lapang terpadu, Kamis (21/10/2021).

Indonesia adalah sebuah negara yang memiliki wilayah luas dan jumlah penduduk yang tinggi.

Sebagai negara dengan kondisi geografis beragam dan penduduk yang tersebar, Indonesia masih menghadapi tantangan pemenuhan energi untuk semua warganya.

Problem energi di Indonesia yaitu yang pertama bahwa kita sebagai Indonesia hampir mengalami kekurangan sumber daya alam minyak dan gas dari fosil (energi yang dapat habis).

Kandungan cadangan minyak bumi di Indonesia untuk bahan bakar minyak, tercatat hanya tersisa 9 tahun, dengan laju penggunaan konsumsi BBM yang konsisten setiap tahunnya.

Kedua bahan bakar gas kita tersisa hanya 20 tahun sedangkan batu bara sekitar 60 tahun. Namun  BBM adalah jenis bahan bakar yang paling dibutuhkan masyarakat.

Hal itu yang menjadi tantangan pemerintah Indonesia, bahwa Indonesia sudah berada di ambang krisis energi. Kita harus mencari sumber-sumber minyak terbaru dan membangunnya sesegera mungkin.

Terdapat alternatif lain yaitu penggunaan energi terbarukan (energi yang dapat diperbaharui dan tidak mudah untuk habis) yang dapat dikonversi menjadi energi yang dapat digunakan oleh masyarakat.

Potensi energi terbarukan di Indonesia cukup tinggi mengingat negara Indonesia berada di garis khatulistiwa yang memungkinkan energi dari cahaya matahari bisa diterima sekitar 12 jam per hari.

Hal ini merupakan potensi besar saat energi matahari yang dapat dimanfaatkan. Kemudian energi angin yang cukup potensial diterapkan di Indonesia karena kita memiliki garis pantai terpanjang ke 2 di dunia.

Selain itu, negara kita merupakan negara yang memiliki banyak bukit, lembah, dan pegunungan yang memungkinkan perbedaan suhu yang potensial menyebabkan munculnya angin secara konsisten dan kuat.

Salah satunya contoh adalah turbin angin di Sulawesi yang dapat memberikan supply listrik di 2 kabupaten di Sulawesi selatan.

Ketiga adalah biomassa, kita memiliki kekayaan alam yang melimpah dengan limbah yang dapat dimanfaatkan menjadi bahan bakar padat, seperti biopellet untuk bahan bakar.

Kemudian adalah biogas, kita juga meiliki peternakan yang merata, dan umumnya petani memiliki ternak sehingga potensial untuk dikembangkan menjadi sumber energi rumah tangga.

Energi ini dapat dimanfaatkan sebagai pengganti gas LPG untuk memasak. Selain itu geothermal, kita juga memiliki gunung berapi aktif dan sumber-sumber panas bumi lainnya yang dapat kita manfaatkan untuk memanfaatkan udara panas untuk menjadikan energi listrik.

Selain itu memiliki sungai yang luar biasa banyaknya, air terjun yang banyak, hal ini dapat kita manfaatkan untuk memutar turbin yang dapat menghasilkan listrik.

Dan hal yang paling menarikadalah, Indonesia memiliki kelapa sawit, Indonesia adalah raja kelapa sawit, yang sangat berpotensi untuk diolah menjadi biodiesel.

Biodiesel ini dapat digunakan sebagai subtitusi bahan bakar solar. Saat ini penggunaan biodiesel telah mencapai 30 % pada bahan bakar biosolar yang kita temukan di POM bahan bakar. (Sumber Fakultas Pertanian Unila, 2021).

Maju Cemerlang Faperta Kita.