“Faperta Berkarya” Jurusan Agronomi dan Hortikultura FP Unila

Jurusan Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) melalui Dr. Agustiansyah, S.P., M.Si., Ir. Rugayah, M.P., melaksanakan siaran Faperta Berkarya dengan topik “Kegiatan Pengabdian Masyarakat Jurusan Agronomi dan Hortikultura di Kecamatan Sekincau lampung barat Dalam Bidang Tanaman Hortikultura”, bertempat di Laboratorium Lapang Terpadu FP Unila, Kamis (2/09/2021).

Jurusan Agronomi dan Hortikultura adalah salah satu jurusan di Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Selain melaksanakan kegiatan pendidikan atau pengajaran dan penelitian, Jurusan Agronomi dan Hortikultura juga melakksankan kegiatan pengandian masyarakat.

Para dosen di Jurusan Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unila, secara konsisten sejak tahun 2016 melaksanakan pengabdian di Kecamatan Sekincau, Kabupaten Lampung Barat. Kegiatan pengabdian itu meliputi penyuluhan dan pembuatan demplot dalam bidang tanaman  hortikultura.

Diantara kegiatan  tersebut adalah:

  1. Demplot pengenalan umbi bibit bermutu kentang kepada petani,
  2. Demplot budidaya untuk meningkatkan produktivitas kentang
  3. Demplot pengenalan benih bawang merah dataran tinggi
  4. Demplot produksi benih buncis tegak
  5. Pengenalan bibit strawberi unggul
  6. Pengenalan budidaya lettuce (letus)
  7. Budidaya bunga krisan dalam pot
  8. Penyuluhan sinergi budidaya tanaman buah dan sayuran yang berkelanjutan
  9. Pengenalan pemasaran produk pertanian secara online.
  10. Penyuluhan tentang perubahan  dampak perubahan iklim pada kegiatan pertanian

Tanaman hortikultura Ilmu pengetahuan yang mempelajari bbudidaya  tanaman. Scr intensif  (buah, sayur, hias, biofarmaka) yang produknya digunakan manusia untuk: bahan pangan, bahan obat, bahan rempah, bahan penyegar atau penyedap, dan estetika lingkungan.

Kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat di Kecamatan Sekincau, Lampung Barat.
Karena sering mendapatkan informasi dari alumni dan juga dari petani. Bahwa mereka sering mendapatkan kendala, terutama dalam mendapatkan benih beberapa komoditas seperti kentang, tanaman hias.

Sementara untuk komoditas seperti cabai, tomat, buncis rambat, kubis dan lain-lain sangat mudah didapat. Karena sudah banyak perusahaan benih yang memasok kebutuan petani. Juga kurangnya pengetahuan dalam meningkatkan produtivitas. Dibandigkan potensi yang seharusya dicapai dari tanaman yang mereka budidayakan.

Selain itu jika dilihat agroklimatnya, daerah sekincau dan sekitarnya sangat potensial untuk menghasilkan produk hortikultura berkualitas untuk memasok kebutuhan di propinsi lampung, yang sebagian produknya masih didatangkan dari luar Lampung.

Potensi hortikultura di daerah sekincau
Potensi pengembangan hortikultura di Sekincau Lampung Barat sangat banyak variasinya terutama berbagai jenis sayuran yang belum dikembangkan secara intensif: brokoli, wortel, kentang; beberapa tanaman buah-buahan: strawberry, alpukat, jeruk, lengkeng, buah naga; dan tanaman hias terutama krisan yang sekarang sedang digalakkan untuk pasar eksport.

Semua jenis tanaman tersebut memang menghendaki kondisi iklim seperti di dataran tinggi Sekincau. Sayangnya potensi ini belum dimanfaatkan secara maksimum sehingga kebutuhan produk hortikultura di Lampung masih disuplai dari luar Lampung.

Kegiatan pengabdian yang sudah dilakukan
Kegiatan pengabdian yang sudah sejak tahun 2016 diantaranya adalah pengenalan berupa demplot  budidaya kentang dengan menggunakan benih bermutu/bersertifikat, yang diproduksi oleh produsen benih yang terdaftar. Karena kebanyakan petani menggunakan benih yang tidak jelas mutunya atau identitasnya.

Jadi petani dikenalkan umbi kentang yang berasal dari Generasi Nol, generasi benih yang diproduksi di rumah kaca, yang masih bebas dari infeksi penyakit terbawa bawah benih.

Dikenalkan juga benih generasi dibawahnya, Generasi 1 dan Generasi 2.

Karena menurut peraturan pemerintah yang terbaru, unuk benih kentang yang boleh dijadi benih/bibit sampai generasi 2. Sementara petani masih banyak menggunakan benih yang identitasnya tidak jelas. Sehingga produktivitasnya rendah dan banyak terserang penyakit saat dibudidayakan.

Kesulitan yang dihadapi saat mengenalkan jenis benih tersebut ke petani
Pada awalnya petani kurang percaya, karena umbi tersebut kecil ukurannya, dengan berat 8- 20 gram. Sementara petani mengharapkan produksi yang tinggi, pertanaman paling tidak 1 kg.

Hasil demplot kami yang terakhir yang dipanen pada bulan februari 2021 lalu, dari lahan seluas 600 m2, di Pekon Tambak Jaya, petani mendapat hasil 1,9 ton dengan menggunakan umbi benih generasi ke 2.

Tanaman buah yang berpotensi di sekincau
Tanaman buah yang potensi dikembangkan seperti yang sudah disebutkan di atas, namun saat ini petani masih condong keinginannya untuk mengembangkan jeruk dan alpukad. Jeruk ditanam tumpangsari dengan sayuran dan alpukad rencananya mereka ingin ditumpangsarikan dengan kopi sekaligus berfungsi sebagai naungan kopi.

Pengabdian yang mengenalkan tanaman hortikultura oleh petani di sekincau
Selain melakukan pengabdian yang sifatnya memecahkan masalah yang dihadapi petani, Jurusan Agronomi dan Hortikultura FP Unila juga mengenalkan komoditas hortikultura yang dapat dibudidayakan di sekincau namun belum dicoba,

Kami mengenalkan buncis tegak, yaitu tanaman buncis yang saat budidayanya, tanaman buncis tersebut tidak menggunakan ajir/tiang dari bamboo, karena tanaman pendek seperti kedelai.

Letus, merupakan tanaman sayuran yang digunakan untuk makanan cepat saji,  juga untuk kebab. Stroberi, juga dikenalkan ke petani.

Bunga krisan dalam pot juga dikenalkan. Bunga krisan ini  kelompok tani bekerja sama dengan mahasiswa agronomi dalam budidaya dan pemasarnnya.

Budidaya krisan dalam pot di sekincau
Menurut salah satu mahasiwa Agronomi dan Hortikultura FP Unila dalam siaran faperta berkaya yang mengatakan, Kami tertarik karena menurut pengamatan kami, semua tanaman hias di bandar lampung, termasuk krisan pot dan krisan potong didatangkan dari luar Lampung. Ternyata setelah kami coba, di sekincau juga bias tumbuh dengan subur.

Krisan dalam pot yang kami budidayakan kerja sama dengan ibu-ibu kelompok wanita tani di sekincau dibawah bimbingan tim pengabdian dosen Jurusan Agronomi dan Hortikultura Fak Pertanian sudah siap untuk dipasarkan di Bandar Lampung.

Kendala yang dihadapi petani dalam mengembangkan tanaman hortikultura yang potensial
Kendala utama yang dihadapi adalah ketersediaan benih atau bibit bermutu.

Pemahaman budidaya untuk masing-masing komoditas yang memang mereka belum banyak mencoba, contoh jeruk yang ditumpangsarikan dengan sayuran, merekan belum menerapkan GAP (Good Agricultural Practises) atau Norma Budidaya dengan Baik.

Dalam paket teknologi budidaya suatu komoditas selalu ada panduannya atau SOP, seperti tanam jeruk. Mereka lebih tertarik meniru dari kawan atau saudara yang sudah berhasil menanam komoditas tersebut, tanpa mempertimbangkan lingkungan tumbuhnya dan pemeliharaan yang tepat terutama pemupukan dan pemangkasan, serta menggunakan jenis yg bukan rekomendasi untuk dataran tinggi.

Selain itu kendala dalam pemasaran, terutama saat panen raya terutama pada sayuran yang tidak tahan lama dalam penyimpanan. Sering petani membiarkan buah tomat, cabai, atau kubis di lahannya karena ongkos panen lebih mahal daripada harga produk.

Kegiatan pengabdian dalam meningkatkan produktivitas tanaman
Jurusan Agronomi dan Hortikultura FP Unila akan terus medorong petani untuk menggunakan benih bermutu untuk semua komoditas hortikultura yang dibudidayakan.

Salah satu yang kami rencanakan dan sebagaian sudah dimulai adalah mendorong petani untuk memproduksi sendiri benih bersertifikat.

Yang sudah kami (FP Unila) lakukan dengan petani adalah memproduksi benih buncis tegak bersertifkat. Petani sudah berhasil memproduksi dan mendpatkan sertifikat dari BPSB Lampung.

FP Unila akan mendorong petani untuk memproduksi benih kentang sendiri, dan medorong petani untuk mampu memperbanyak sendiri bibit bunga krisan yang dibutuhkan.

Peran Dirjen Hortikultura dalam menerapkan sistem pemasaran produk hortikultura secara terpusat
Perhatian pemerintah di bidang horti saat ini jauh lebih maju dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Dirjen Hortikultura melalui Direktur Buah dan Florikultura, Kementan telah menggalakkan pengembangan kampung buah dan kampung tanaman hias, yang arahnya selain untuk pemenuhan kebutuhan lokal juga untuk tujuan eksport.

Sistem pemasaran yang diterapkan melalui “Aplikasi I-Mofc” (Indonesia- Map of Fruits and Floricultures Centre), yaitu aplikasi untuk memudahkan komunikasi antara petani, konsumen, dan calon eksportir sebagai jalan keluar petani yang sering mengalami kesulitan memasarkan produknya. 

Aplikasi ini berbasis android yang bisa menghubungkan antara petani dan pembeli tanpa perantara. Slogan I-Morfc: Sahabat Petani Meraih Pasar.

Produk horti lainnya seperti sayuran atau yang tidak masuk untuk ekspor pemasarannya bias dilakukan melalui: Pasar tani, sub Terminal Agribisnis, Pasar lelang, dan pelayanan informasi pasar, tapi nampaknya di wilayah Sekincau tidak berlanjut/berfungsi.

Aplikasi pemasaran online produk pertanian oleh tim pengabdian Jurusan AGH FP Unila
Jurusan Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Unila telah membuat program aplikasi pemasaran online, yang diberi naman AGROPED.

Program aplikasi itu muncul karena permintaan dari petani di sana, bagaimana produknya dapat dipasarkan secara online. Jadi petani dapat memasukkan produknya ke aplikasi tersebut untuk dipasarkan, atau dibantu oleh admin pengelola.

Apilkasi tersebut bukan hanya berisi penjualan barang, tetapi juga ada rubrik konsultasi. Jadi petani dapat bertanya juga mengenai permasalahan budidaya di lapang ke aplikasi tersebut tersebut, (sumber data, Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 2021).

Maju Cemerlang Faperta Kita.


EnglishIndonesian