Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jurusan Agroteknologi (AGT FP Unila), melalui Ir. Rugayah, M.P., Ir. Setyo Widagdo, M.Si., dan Dr. R.A. Diana Widiastuti, S.P., M.Si., melaksanakan program siaran Faperta Berkarya dengan tema Upaya Menumbuhkan Kewirausahaan Bidang Hortikultura di Kalangan Mahasiswa dan Generasi Muda, Kamis 27 Oktober 2022, Radar Lampung Televisi.

Wirausaha merupakan bidang kegiatan yang penting untuk perekonomian sebuah negara. Hal tersebut karena jumlah yang berwirausaha menunjukkan tingkat kemandirian masyarakatnya. Menumbuhkan kewirausahaan tidak mudah, kerena terkait dengan aspek mental dan mind-set. Untuk itu, diperlukan program yang dapat menstimulasi minat berwirausaha. Salah satu potensi untuk dikembangkan sebagai wirausaha adalah hortikultura.

Wirausaha adalah gabungan dari kata wira (yang berarti pahlawan/kesatria) dan usaha (artinya pekerjaan untuk mencapai suatu maksud).

Dengan demikian, wirausaha adalah:

  1. Seseorang yang melakukan pekerjaan dengan seluruh kemampuannya (seperti ide, modal, tenaga)
    untuk mencapai keuntungan.
  2. Seseorang yang secara mandiri menciptakan bisnis baru dengan menanggung sebagian besar risiko dan menikmati sebagian besar imbalan.
  3. Seorang wirausaha umumnya merupakan inovator, sumber ide, barang, jasa, atau bisnis baru.

Pentingnya wirausaha bagi perekonomian negara.
Wirausaha berperan penting dalam perekonomian suatu negara karena dapat:

  1. Menciptakan lapangan kerja baru.
  2. Menyerap tenaga kerja.
  3. Mengurangi pengangguran.
  4. Meningkatkan pendapatan negara dari pajak.
  5. Menjalankan ekonomi negara.
  6. Meningkatkan kemandirian masyaraka.

Wirausaha menunjukkan daya saing dengan kemandirian suatu negara:

  1. Indonesia baru 3,1% dari seluruh populasi.
  2. Malaysia 5%.
  3. Singapura 7%.
  4. Di negara-negara maju, rasio kewirausahaan mencapai sekitar 12% sampai 14%.

Wirausaha juga menjadi ukuran keberhasilan pendidikan.
Salah satu dari IKU (Indikator Kinerja Utama) perguruan tinggi saat ini adalah meningkatnya kualitas lulusan perguruan tinggi, yang dilihat dari persentase lulusan yang mampu mendapatkan pekerjaan, menjadi wirausaha, dan atau melanjutkan studi dalam waktu enam bulan setelah kelulusan.

Perguruan tinggi dievaluasi kinerjanya berdasarkan capaian IKU tsb, sehingga Fakultas, Jurusan, dan PS harus membuat program-program yang menunjang peningkatan dan keberhasilan indikator tersebut.

Kewirausahaan sulit berkembang di kalangan mahasiswa atau anak muda.
Hambatan yang mempengaruhi keinginan seseorang untuk melakukan kegiatan kewirausahaan pada
lulusan perguruan tinggi.

  1. Keengganan untuk mengambil risiko.
  2. Takut akan kegagalan.
  3. Kekurangan jaringan sosial dan sumber dana.
  4. Keengganan untuk menghadapi stres dan keharusan untuk bekerja keras.
  5. Faktor personal seperti usia, jenis kelamin, pendidikan, latar belakang keluarga dsb.

Apa yang perlu ditumbuhkan agar mau berwirausaha.
KWU memerlukan mental entrepreneurship, yaitu adalah keyakinan kuat yang ada dalam diri seseorang untuk mengubah dunia melalui ide dan inovasinya.

Keyakinan ini kemudian ditindaklanjuti dengan keberanian mengambil risiko untuk mewujudkan ide
dan inovasinya tersebut melalui organisasi yang didirikan, mulai dari membangun, memelihara, mengembangkan, hingga menghasilkan dampak nyata bagi dunia.

Orang yang berwirausaha juga harus pandai mencari peluang. Dari peluang itulah bisa tercipta produk
atau jasa yang dibutuhkan banyak orang.

Apa saja yang perlu dilakukan untuk merintis kewirausahaan.

  1. Memulai Bisnis dengan Niat & Keyakinan.
  2. Memiliki Kecepatan Melihat Peluang.
  3. Pelajari Kisah Sukses Orang Lain.
  4. Modal.
  5. Fokus dalam Berwirausaha.
  6. Memiliki Kemampuan Menjual.
  7. Lakukan Sekarang Juga untuk “take action”.

Apa yang dimaksud dengan hortikultura.
Hortikultura berasal dari bahasa latin, yaitu hortus (kebun) dan colere (menumbuhkan). Secara harfiah,
hortikultura berarti ilmu yang mempelajari pembudidayaan kebun.

Hortikultura merupakan cabang pertanian yang berurusan dengan budidaya intensif tanaman untuk bahan pangan, obat-obatan, dan pemenuhan kepuasan rohani. Hortikultura memfokuskan pada budidaya tanaman buah (pomologi/frutikultur), tanaman bunga (florikultura), tanaman sayuran (olerikultura), tanaman obatobatan (biofarmaka), dan pertamanan (lansekap).

Karakteristik tanaman hortikultura.

  1. Produksi musiman, beberapa di antaranya tidak tersedia sepanjang tahun. Jika di Indonesia
    misalnya durian, langsat, rambutan, hingga manggis.
  2. Membutuhkan volume ruang yang besar sehingga menyebabkan biaya transportasi menjadi besar
    dan harga pasar menjadi tinggi.
  3. Memiliki area penanaman yang sangat spesifik (geografi) atau menuntut agroklimat spesifik.
  4. Memiliki nilai estetika, sehingga harus memenuhi keinginan masyarakat luas.
  5. Mudah atau cepat busuk, tetapi selalu dibutuhkan setiap hari dalam keadaan segar.
  6. Sejak panen hingga pasar membutuhkan penanganan yang hati-hati dan efisien karena akan
    mempengaruhi kualitas dan harga pasar.

Terkait antara wirausaha dan hortikultura, apa saja contoh wirausaha di bidang hortikultura.

Untuk kegiatan wirausaha, maka produk hortikutura perlu diberi nilai tambah supaya menjadi bernilai
ekonomi. Nilai tambah tersebut bisa berupa keunikan, keunggulan, kelangkaan, atau keistimewaan.
Untuk itu perlu digunakan teknologi hortikultura. Seperti;

Tanaman sayuran konvensional → sayuran organik
Tanaman sayuran konvensional → sayuran hidroponik
Tanaman buah → pembungaan di luar musim
Bibit tanaman buah → teknologi okulasi, sambung pucuk dll
Tanaman hias → zpt.

Peran Fakultas Pertanian Unila untuk mendukung pengembangan wirausaha hortikultura.
Dosen melakukan penelitian dan pengabdian masyarakat yang memberi peluang pengembangan.
Contoh teknologi hortikultura supaya produk bernilai tambah.

Produk inovasi Prof. Dr. Ir. Yusnita, M.SC. untuk tanaman hias, berupa: Bud Breaker, Root More, Shoot More, Flower Inducers, ,Vitamins & Rooting Starter. Produk sudah dipakai secara luas oleh para pecinta tanaman hias.

Saat ini sedang dilakukan penataan regulasi dan organisasi agar bisa dikembangkan sebagai start-up, dengan melalui koperasi milik FP Unila.

Usaha yang bisa dilakukan dalam bidang hortikultura, berbagai jenis usaha yang telah dan berpotensi:

  1. Tanaman pot monstera (janda bolong).
  2. Tanaman Pot spatifilum.
  3. Tanaman pot anglonema.
  4. Tanaman anggrek.
  5. Melati pot.
  6. Terarium.
  7. Souvenir dalam bentuk bibit kultur jaringan.
  8. Nurseri bibit tanaman buah.
  9. Nurseri beragam tanaman hias.
  10. Penyewaan tanaman hias ruang kantor.
  11. Jasa desain dan pembuatan taman.
  12. Sayuran organik.
  13. Sayuran hidroponik.

Peran institusi pendidikan untuk menumbuhkan kewirausahaan di kalangan mahasiswa.

Program perlu dilakukan dengan berbagai pendekatan dan melibatkan berbagai pihak:

  1. Kurikuler, melalui mata kuliah, praktik, dan magang.
  2. Program Kreativitas Mahasiswa Kewirausahaan (PKM-K) merupakan program kreativitas
    mahasiswa dalam menciptakan aktivitas usaha, yang dibutuhkan masyarakat (pasar).
  3. Menggerahkan mahasiswa melalui kegiatan himpunan mahasiswa.
  4. Kegiatan dosen dalam penelitian dan pengabdian kepada masyarakat.
  5. Berbagai program MBKM.

(Sumber data, Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 2022).

Maju Cemerlang Faperta Kita.