Jurusan Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) melalui Dr. Darwin Pangaribuan, Herry Susanto, M.P., dan Dr. Sri Ramadiana, melaksanakan program Faperta Berkarya di Radar Lampung Televisi dengan topik Pemanfaatan Pupuk Organik Bagi Tanaman Pangan dan Tanaman Hortikultura, Kamis, 26 Januari 2023.

Pupuk organik adalah pupuk yang tersusun dari bahan makhluk hidup atau sisa kehidupan, diantaranya berasal dari penguraian/pelapukan sisa- sisa tanaman, hewan, dan manusia.

Kandungan Pupuk organik mengandung banyak bahan organik daripadakadar haranya. Sumber bahan organik dapat berupa kompos, pupuk hijau,pupuk kandang, sisa panen (jerami, brangkasan, tongkol jagung, bagas tebu, dan sabut kelapa), limbah ternak, limbah industri yang menggunakan bahan pertanian, dan limbah kota (sampah).

Kekuranagan Pupuk Oorganik.
a. Kandungan unsur hara rendah, sehingga jumlah pupuk relatif banyak.
b. Biaya lebh mahal operasional untuk pengangkutan dan implementasinya.
c. Respon tanaman terhadap pemberian pupuk organik kurang cepat dibanding pupuk buatan.

Kelebihan Pupuk Organik
Pupuk organik sangat membantu mencegah terjadinya erosi lapisan atas tanah yang merupakan lapisan mengandung banyak hara. Pemakaian pupuk organik berperan penting merawat/menjaga tingkat kesuburan tanah yang sudah dalam keadaaan berlebihan penggunaan pupuk anorganik/kimia.

Pupuk organik lebih aman dan menyehatkan bagi manusia karena terdiri dari susunan bahan-bahan kandungan sintetis anorganik yang diduga kurang baik bagi kesehatan, jika diaplikasikan pada tanaman pangan secara berlebihanorganik sedangkan Pupuk kimia memiliki kandungan sintetis anorganik yang diduga kurang baik bagi kesehatan, jika diaplikasikan pada tanaman pangan secara berlebihan.

Berapa lama pupuk organik diserap tanaman?

Secara alami pelapukan bahan organik menjadi pupuk kompos yang siap diserap tanaman membutuhkan waktu yang relatif lama, bisa mencapai 3 bulan sampai dengan 1 tahun tergantung material bahan bakunya.

Jenis Pupuk organik dapat berbentuk padat dan cair yang berguna untuk memperbaiki sifat fisik, kimia, dan biologi tanah.

Jenis pupuk organik padat yang biasa dipakai
• Pupuk Hijau
• Pupuk Kandang
• Pupuk Kompos

Secara alami pelapukan bahan organik menjadi pupuk kompos yang siap diserap tanaman perlu waktu relatif lama 3 bulan – 1 tahun tergantung materialnya, akan tetapi dapat dipercepat dengan proses fermentasi dengan penambahan mikroorganisme pengurai (mikroorganisme local/MOL) menjadi 2-4 minggu.

Jenis pupuk organik cair antara lain:

Bio slurry; produk sampingan dari proses fermentasi kotoran ternak menjadi biogas, yang berbentuk lumpur dan sangat bermanfaat sebagai sumber nutrisi untuk tanaman.

Jadam (dedaunan direndam air 1-2 minggu) sebagai sumber unsur N, perendaman bonggol pisang dan bagian tanaman pisang sumber unsur K, perendaman sabut kelapa sumber unsur P.

PSB (photo sintesis bacteria), peningkatan klorofil dan memperkuat tanaman.

Eco Enzyme; cairan fermentasi kulit buah dan sayuran berfungsi sebagai pupuk cair dan enzim untuk meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Biosaka; penggunaan dedaunan hijau diremas dalam air dan cairannya diencerkan dengan air untuk aplikasi ke tanaman pangan maupun hortikultura yang berfungsi meningkatkan pertumbuhan tanaman.

Pupuk organik sangat bermanfaat bagi peningkatan produksi pertanian baik kualitas maupun kuantitas, mengurangi pencemaran lingkungan, dan meningkatkan kualitas lahan secara berkelanjutan.

Penggunaan pupuk organik dalam jangka panjang dapat meningkatkan produktivitas lahan dan dapat mencegah degradasi lahan.

Peluang Pupuk Organik Cair dari Ekstrak Tanaman bagi Tanaman Hortikultura

Pupuk organik cair (POC) adalah pupuk organik yang tersedia dalam bentuk cair, di dalamnya terkandung unsur hara berbentuk larutan sehingga sangat mudah diserap tanaman. Pupuk organik cair dapat digunakan dengan cara disiramkan ke tanaman ataupun disemprotkan pada daun atau batang tanaman. Sumber bahan baku pupuk organik cair tersedia dalam bentuk limbah, baik limbah rumah tangga, rumah makan, pasar pertanian, peternakan, maupun limbah organik jenis lain (Nasaruddin dan Rosmawati, 2011:29).

Menurut Poerwanto dan Susila (2014:182) bahwa pemberian pupuk cair adalah alternatif pemberian nutrisi tanaman. Aplikasi pupuk berbentuk cair lebih dipilih karena dalam bentuk cair mikroorganisme mampu bertahan hidup hingga tahunan. Oleh sebab itu aplikasi pupuk organik cair ekstrak tanaman sangat dianjurkan dalam budidaya tanaman sebagai asupan unsur hara tanaman.

Pupuk organik cair yang baik adalah bila rasio C/N antara 12 – 15. Unsur hara yang ada dalam pupuk cair tergantung dari bahan dasar dan cara pembuatannya.

Nasaruddin dan Rosmawati (2011:37) melakukan penelitian POC dari hasil fermentasi daun gamal, batang pisang dan sabuk kelapa dengan perbandingan 1:1:1.

Hasil penelitian mereka menunjukkan bahwa pemberian pupuk daun organik dari hasil fermentasi daun gamal batang pisang dan sabuk kelapa menghasilkan respon pertumbuhan bibit kakao yang lebih baik. Perlakuan 15 sampai 30 ml. l1 .pohon-1 memberikan pengaruh terbaik di banding perlakuan lainnya.

Apa itu Bio-Slurry?

Bio-slurry merupakan pupuk organik yang berasal dari ampas atau limbah akhir biogas yang sudah tidak bisa lagi diambil gasnya untuk memproduksi biogas. Meskipun disebut sebagai ampas, namun bio-slurry masih memiliki banyak nutrisi yang bermanfaat bagi tanah. Maka dari itu bio-slurry bisa dijadikan
sebagai pupuk organik.

Bagaimana cara mendapatkan bio-slurry? Untuk mendapatkan bio-slurry haruslah menggunakan biogas terlebih dahulu, mengingat bio-slurry adalah ampas atau limbah akhir dari biogas. Jadi, jika sudah menggunakan biogas maka bisa mendapatkan bio-slurry tanpa biaya
tambahan.

Apa saja jenis bio-slurry?
Jika melihat proses terciptanya yaitu melalui fermentasi biogas, ada dua jenis bio-slurry yang tercipta. Yaitu bio-slurry padat dan cair. Perbedaan jenis ini tidak membedakan jenis nutrisi yang terkandung di dalam bio-slurry, hanya saja komposisi pencampuran antara air dan ampas.

Bagaimana cara menggunakan bio-slurry?
Ada dua jenis bio-slurry yang bisa digunakan untuk pupuk. Perbedaan ini membedakan cara pemakaiannya. Antara lain:

1. Padat atau bio-slurry kering Waktu yang tepat untuk menggunakan bio-slurry adalah saat mengolah tanah pertama kali sebelum ditanam. Caranya dengan mencampur tanah dengan bio- slurry. Selain itu, pencampuran bio-slurry juga bisa dilakukan di pertengahan musim tanam.

Untuk penggunaan bio-slurry padat lebih baik untuk mengeringkannya terlebih dahulu kurang lebih selama 40 hari dengan matahari langsung.Penggunaan bio-slurry padat ini bisa diaplikasikan sebagai pupuk tabur atau dicampurkan ke tanah ketika pertama kali mengolah.

2. Cair atau bio-slurry basah Bio-slurry basah selain digunakan sebagai pupuk, bisa digunakan untuk
pestisida.

Cara pemakaiannya pun mudah, bisa disiramkan ke bagian tanah yang ditanami secara berkala. Untuk mendapatkan bio-slurry cair perlu dicampurkan air.

Rasio pencampurannya bisa 1:1 atau 1:2.Namun, sebelum digunakan, bio- slurry cair yang baru keluar dari outlet baik untuk diendapkan terlebih dahulu selama satu minggu.

Sumber; Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 2023.