Jurusan Agronomi dan Hortikultura Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) melalui Prof. Dr. Ir. Setyo Dwi Utomo, M.Sc., Ir. Rugayah, M.P., dan Adi Noor Prayogi, S.P., M.Si. (Alumni MagisterAgronomi FP Unila) menggelar program faperta berkarya dengan topik Penerapan Teknik Sambung atau Grafting dalam Perbanyak Tanaman, Kamis, 23 November 2023 di Radar Lampung Televisi.
Tanaman merupakan salah satu mahluk hidup yang tergolong dalam kelompok produsen primer karena satu-satunya makhluk hidup yang mampu mengubah energi matahari menjadi energi kimia yang dapat digunakan sebagai sumber bahan pangan bagi mahluk hidup yang lain.
Oleh karena itu keberadaan tanaman sangat penting dan harus dilestarikan baik tanaman sebagai sumber bahan pangan maupun untuk keindahan lingkungan atau kelestarian lingkungan. Untuk melestarikan keberadaan tanaman tersebut perlu dilakukan perbanyakan.
Perbanyakan tanaman secara garis besar dibagi menjadi dua:
- Secara generatif, yaitu pebanyakan dengan menggunakan bijinya atau organ tanaman hasil dari fertilasi (pembuahan antara gamet jantan dan betina) yang menghasilkan biji untuk pertanaman selanjutnya.
- Perbanyakan tanaman secara vegetatif yaitu perbanyakan tanaman dengan menggunakan organ tanaman selain dari biji, yaitu dari bagian akar, batang atau daun.
Perbanyakan tanaman secara vegetatif banyak macamnya: setek, cangkok, rundukan, menggunakan organ khusus (tuber, bulb, rhizom, corm, runner, sucker), grafting/sambung, budding (okulasi/mata tempel), dan kultur jaringan.
Diantara banyak macam cara perbanyakan vegetatif dalam hal ini yang akan dipopulerkan di sini adalah grafting.
Sering petani menggunakan istilah grafting yang salah kaprah dengan sebutan setek. Padahal pengertian setek adalah pemotongan atau pemisahan bagian organ tanaman untuk ditumbuhkan menjadi tanaman yang lengkap yang memiliki akar, batang, dan daun yang sifatnya sama dengan induknya, sedangkan grafting menggabungkan dua jenis atau lebih tanaman yang memiliki sifat berbeda sehingga hasilnya akan lebih baik daripada tanpa digrafting.
Teknik grafting ini dapat diterapkan untuk perbanyakan tanaman, meningkatkan kualitas tampilan tanaman, meningkatkan ketahanan tanaman terhadap penyakit, perbaikan tanaman yang batangnya rusak, dan peremajaan.
Banyak sekali manfaat penerapan grafting ini dan memang yang paling populer adalah untuk perbanyakan tanaman.
Pengertian grafting adalah penggabungan atau penyatuan dua tanaman atau lebih untuk mendapatkan kualitas tanaman yang lebih baik dibandingkan aslinya atau jika masing-masing tanaman tersebut tidak dilakukan grafting.
Dalam pelaksanaan grafting minimal ada dua jenis tanaman yaitu: (1) sebagai batang bawah (rootstock) dan (2) sebagai batang atas (scion/entraes).
Masing-masing tanaman yang akan digabungkan memiliki sifat sebagai berikut:
- Batang bawah: memiliki perakaran yang kuat, daya adaptasinya tinggi bila ditanaman pada berbagai jenis tipe tanah, tahan terhadap serangan hama dan penyakit, serta mampu mendukung pertumbuhan batang atas.
- Batang atas: memiliki produksi yang tinggi baik jumlah maupun kualitasnya, seperti rasanya enak, bentuknya menarik, dan juga tahan serangan hama dan penyakit, serta mempu membentuk graft union ( bidang sambung yang sempurna dengan batang bawah).
Manfaat/keuntungan metode grafting:
- Mengabadikan/ melestarikan suatu klon unggul (misalnya karena produksi buah tinggi, bunga yang indah atau pertumbuhan tanaman yang bagus) yang tidak ekonomis jika diperbanyak dengan cara vegetatif lain.
- Mengkombinasikan kelebihan batang atas & batang bawah untuk menghasilkan tanaman baru yg lebih baik kualitasnya.
- Mempercepat masa tanaman menjadi reproduktif atau mempersingkat fase juvenil suatu tanaman.
- Meremajakan tanaman yang sudah terlalu tua atau mengganti tajuk lama dengan klon baru.
- Memperbaiki tanaman yang rusak (karena kulit kayu (floem)-nya rusak oleh serangan hama atau penyakit).
- Menghasilkan performa/sosok tanaman dengan kombinasi warna bunga atau karakteristik buah yang diinginkan.
Teknik grafting ini banyak diterapkan pada produksi bibit tanaman buah-buahan, seperti: alpukat, manggis, durian, duku, lengkeng. Tanaman hias; bugenvil, adenium, jasmin, lantana. Perkebunan; kopi, kakau, lada, vanili. Tanaman pangan ubikayu.
Syarat agar penyambung (Grafting ) berhasil:
- Batang atas dan batang bawah harus kompatibel (cocok satu sama lain untuk dapat menyatu) .
- Harus ada pertautan yang erat antara kambium batang bawah dengan kambium batang atas.
- Batang bawah dan batang atas harus sehat (bebas dari hama dan penyakit) dan pada saat disambung harus berada pada keadaan fisiologi tanaman yang sesuai untuk bertaut (pada saat disambung, sel-sel kambium membelah diri dengan cepat).
- Selesai dilakukan penyambungan, semua permukaan potongan harus dilindungi dari kekeringan. Lingkungan tanaman yang disambung harus mendukung terjadinya graft union (penyatuan sambungan).
- Sambungan harus dipelihara, dengan menjaga kelembaban dan menjaga agar tunas dari batang bawah tidak tumbuh karena akan menekan pertumbuhan batang atas.
Macam-macam metode grafting:
a. Cleft Grafting: biasa disebut dengan top-working. Biasanya digunakan untuk penyambungan pada batang utama atau cabang pohon apel, cherri, pear, peaches atau teh, untuk mengganti klon yang lama dengan yang baru.
b. Bark Grafting : Penyambungan pada kulit kayu, untuk memperbaiki tajuk (pucuk) pada tanaman buah-buahan dan tanaman hias pohon (ornamental tree)
c. Side Veneer Graft
Biasanya digunakan untuk penyambungan tanaman teh, rhododendron dan cemara-cemara yang tajuknya kompak. Tanaman-tanaman yang disambung cara ini biasanya termasuk spesies yang sulit berakar atau untuk tujuan peremajaan.
d. Splice Grafing:Digunakan untuk tanaman-tanaman herba yang mudah berkalus. Batang bawah adalah tanaman yang sudah berakar. Batang bawah dan batang atas dipilih yang sama diameternya
e. Bridge Grafting: Penyambungan cara ini digunakan untuk menjembatani kulit batang (floem) tanaman yang rusak karena dimakan hewan, terserang penyakit atau sebab lain.
f. Inarching (Penyusuan batang) Penyambungan cara ini digunakan untuk memperbaiki bagian batang yang rusak, terutama yang berada di dekat permukaan tanah. Pada manggis, penyusuan digunakan untuk mempercepat pertumbuhan bibit.
g. APPROACH GRAFTING: kedua tanaman memiliki akar
Contoh grafting dan alasan pemilihan metode grafting pada tanaman ubi kayu yang umumnya petani menggunakan bibit dari setek batang: Grafting pada ubi kayu/singkong dapat digunakan untuk
a) meningkatkan hasi ubi : batang atas singkong karet, batang bawah singkong budidaya.
b) untuk produksi bibit/setek; batang atas singkong budidaya batang bawah singkong karet (Patent No.IDS 000004687). Metode grafting : sambung pucuk, sambung samping, dan splice approach.
Apakah usahatani dalam pembibitan tanaman buah di Provinsi lampung cukup menjanjikan? bagaimana pengaruhnya terhadap pendapatan pelaku usaha: Usaha pembibitan tanaman buah sangat menjajikan dilihat dari bertambahnya konsumen pecinta tanamanbuah sebagai tabulampot dan kedasaran masyarakat pentingnya mengkonsumsi buah, bahkan sekarang ini rata-rata setiap Ibu RT sangat antusias berlomba-lomba untuk menghias halaman rumah dengan berbagai jenis tanaman buah dalam pot.
Kendala apa yang dihadapi oleh pengusaha pembibitan tanaman buah, khususnya yang menggunakan teknik grafting.
Persaingan harga karena tidak adanya standar harga, kurangnya pengetahuan dalam perawatan tanaman di antaranya: pemangkasan, pemupukan, pemacuan pembungaan, dan pengendalian hama dan penyakit.
Oleh karena itu asosiasi hortikultura yang bergerak di bidang pembibitan tanaman buah perlu diaktifkan dengan harapan petani mendapatkan bekal ilmu yang mumpuni dalam budidaya maupun pemasaran tanaman buah, melalui penyuluhan oleh instansi terkait, meningkatkan kegiatan promosi untuk meningkatkan permintaan pasar dan menciptakan trend tanaman buah, memberikan bekal ilmu tentang hama dan penyakit yang menyerang tanaman buah.
Apa yang dilakukan oleh Fakultas Pertanian Unila untuk mendukung pengembangan pembibitan tanaman dengan penerapan teknik grafting?
Bidang penelitian: Pemacuan keberhasilan grafting pada alpukat dengan penggunaan ZPT (sudah lama) dan pengenalan perbanyakan tanaman alpukat dengan cara grafting di KWT Sidomakmur Rajabasa Jaya, 2022).
Pembibitan tanaman singkokng dengan berbagai metode grafting sebagai batang atas berbagai klon ukikayu dengan batang bawah singkong karet.
Perlakuan apa yang harus diterapkan agar bibit tanaman pertumbuhannya cepat?
Banyak cara yang dapat diterapkan untuk meningkatkan pertumbuhan bibit dan juga banyak faktor yang mempengaruhi keberhasilan perlakuan yang diterapkan.
1. Penggunaan entres harus bersumber dari indukan yang sehat dan berkualitas
2. Pemilihan media tanam yang tepat dan penempatan pada lingkungan tumbuh yang sesuai.
3. Pemeliharaan yang intensif dan komprehensif sejak tanam hingga dipasarkan, seperti penyiraman, pemangkasan, pemupukan, penggunaan ZPT, pengendalian hama dan penyakit.
Bagaimana cara memulai usaha pembibitan tanaman buah bagi pemula dan dengan modal yang terbatas ?
Mulailah mengembangkan hobi untuk melakukan koleksi, lalu diperbanyak, lalu dipromosikan untuk menarik minat konsumen. Jadi tidak perlu modal modal awal yang besar.
Bagaimana cara mengantisipasi resiko kegagalan dalam usaha pembibitan tanaman dengan cara grafting
Pemilihan metode grafting yang sesuai dengan jenis tanamannya, pemeliharaan yang intensif, serta pencegahan serangan hama dan penyakit.
Contoh grafting durian dan bibit manggis hasil grafting
Contoh Side Veneer grafting pada peremajaan kakao
Catatan:
- Sosialisasi pembibitan ubi kayu dengan cara grafting ke petani.
- Sosialisasi teknik grafting bersama tim dosen dari perkebunan untuk memberikan contoh bahwa metode grafting banyak diterapkan di bidang pertanian, yang tidak terbatas hanya untuk perbanyakan tanaman tetapi juga untuk meningkatkan tampilan, peremajaan, dan memperbaiki jaringan floem yang putus agar bisa tumbuh kembali.
- Upaya peningkatan pemasaran sehingga tidak pernah surut pembeli bergabung dalam asosiasi hortikultura untuk mengikuti pameran dan even-even yg lain.
Sumber data: Fakultas Pertanian Universitas Lampung Jurusan Agronomi dan Hortikultura, 2023.
Selengkapnya silahkan klik PENERAPAN TEKNIK SAMBUNG/GRAFTING DALAM PERBANYAKAN TANAMAN
Maju Cemerlang Faperta Kita.

















