PENGARUH ATRAKTAN NABATI
EKSTRAK SELASIH (Ocimum sanctum L.) DAN DAUN WANGI (Melaleuca bracteata L.) TERHADAP LALAT BUAH JANTAN (DIPTERA: TRYPETIDAE) PADA TANAMAN MENTIMUN
Oleh
Nova Dwi Guntur1, Lestari Wibowo2, Agus M. Hariri2
ABSTRAK
Mentimun (Cucumis sativus L.) merupakan salah satu sayuran penting di Indonesia karena memiliki nilai ekonomi yang tinggi sebagai tanaman pangan, obat-obatan, dan kosmetik. Salah satu masalah utama dalam budidaya tanaman mentimun adalah adanya serangan hama, terutama hama lalat buah (Trypetidae). Oleh karena itu diperlukan upaya perlindungan tanaman untuk membatasi kehilangan hasil akibat serangan lalat buah. Untuk mengatasi serangan lalat buah, salah satu upaya yang dapat dilakukan dengan biaya yang relatif murah adalah dengan membuat sendiri atraktan nabati dari tanaman-tanaman aromatik seperti selasih (Ocimum sanctum L.) dan daun wangi (Melaleuca bracteata L.). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui kemampuan atraktan nabati ekstrak selasih dan ekstrak daun wangi dalam memerangkap hama lalat buah pada pertanaman mentimun. Hipotesis yang diajukan yaitu atraktan nabati ekstrak selasih dan ekstrak daun wangi dapat memerangkap hama lalat buah jantan Bactrocera spp. dan memiliki kemampuan yang tidak berbeda dengan atraktan kimiawi sintetis dalam memerangkap hama lalat buah jantan Bactrocera spp. pada pertanaman mentimun. Penelitian ini dilaksanakan pada bulan Maret – Agustus 2008. Pemasangan perangkap lalat buah dilakukan pada pertanaman mentimun Desa Sekampung Kecamatan Sekampung Kabupaten Lampung Timur. Tata letak perangkap lalat buah disusun dengan rancangan acak lengkap (RAL), terdiri dari empat perlakuan dan lima ulangan. Lalat buah yang terperangkap diidentifikasi sampai taraf spesies dengan menggunakan kunci identifikasi elektronik CABIKEY serta buku taksonomi dan bioekologi lalat buah penting di Indonesia. Identifikasi dilakukan di Laboratorium Entomologi Jurusan Proteksi Tanaman Fakultas Pertanian Universitas Lampung. Hasil penelitian menunjukkan bahwa atraktan nabati ekstrak selasih dan ekstrak daun wangi mampu memerangkap hama lalat buah jantan. Kemampuan atraktan nabati ekstrak daun wangi tidak berbeda nyata terhadap atraktan kimiawi sintetis dan ekstrak selasih, namun kemampuan atraktan nabati ekstrak selasih lebih rendah dari atraktan kimiawi sintetis. Lalat buah yang terperangkap dalam perangkap atraktan nabati ekstrak selasih, ekstrak daun wangi, dan atraktan kimiawi sintetis mayoritas adalah Bactrocera (Z.) cucurbitae Coq. (61%), selanjutnya Bactrocera umbrosus Fab. (35%), Bactrocera carambolae (Drew dan Hancock) (2%), dan Bactrocera papayae (Drew dan Hancock) (2%). Kata kunci: mentimun, lalat buah, atraktan nabati, spesies lalat buah.