“Faperta Berkarya” Smart Integrated Aquaculture Management, Konsep Tata Kelola Akuakultur Untuk Perikanan Berkelanjutan

Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) melalui Prof. Dr. Ir. Irwan Sukri Banuwa, M.Si. (selaku Dekan FP Unila) Maulid Wahid Yusuf, S.P., M.Si. (selaku Dosen Perikana dan Keluatan FP Unila), dan Agus Wibowo (selaku Mahasiswa Ilmu Perikanan dan Kelautan FP Unila), melaksanakan program siaran Faperta Berkarya dengan tema Smart Integrated Aquaculture Management, Konsep Tata Kelola Akuakultur Untuk Perikanan Berkelanjutan, bertempat Radar Lampung Televisi, Kamis, (03/12/2020).

Indonesia dengan potensi perikanan yang besar menjadi salah satu  negara dengan nilai eksport perikanan yang cukup tinggi. Selain itu, potensi ini juga didukung oleh tingkat konsumsi ikan yang terus meningkat.

FAO memperkirakan ditahun 2030, tingkat konsumsi ikan akan mencapai angka 151 juta ton. Salah satu aspek penting dalam mendukung pencapaian tersebut adalah melalui kegiatan budidaya atau akuakultur, dimana saat ini akuakultur menyumbang sekitar 61% dari total produksi ikan di Indonesia selain melalui kegiatan penangkapan.

Akuakultur merupakan industri besar yang sangat menjanjikan dari segi finansial, sehingga investasi dan inovasi harus terus dilakukan. Selain itu, sarana dan prasarana yang mendukung, mudah, dan tepat guna dalam kegiatan akuakultur sangatlah dibutuhkan untuk menunjang produktifitasnya.

Oleh karena itu kami (FP Unila) menawarkan gagasan berupa SIAM (Smart Integrated Aquaculture Management).

SIAM (Smart Integrated Aquaculture Management), merupakan suatu konsep tata kelola akuakultur masa depan.

Penggunaan teknologi informasi berbasiskan IoT (Internet of Things) dan AI (Artificial Intelligence) digunakan dalam SIAM untuk menerapkan prinsip Precision Aquaculture.

Selain itu, dalam SIAM juga menerapkan konsepsi IMTA (Integrated Multitrofic Aquaculture) untuk memaksimalkan potensi budidaya diberbagai tingkatan trofik perairan serta PCA (Potential Comodity Areas) untuk meningkatkan diversifikasi produk perikanan indonesia, selain itu dengan menggunkan konsep ini, harapannya akan tetap menjaga kelestarian dan keseimbangan lingkungan selama kegiatan akuakultur dilakukan.

Sistem ini terhubung secara Real time oleh pengguna (pembudidaya) melalui aplikasi berbasis mobile. Dengan adanya aplikasi ini, manajemen dan monitoring kegiatan budidaya akan dapat dilakukan dengan lebih mudah dan akurat.

SIAM yang dapat diterapkan diberbagai daerah di Indonesia, diharapkan dapat meningkatkan produktifitas perikanan nasional. Selain itu, melalui SIAM akan terwujud salah satu tujuan dalam SDGs yaitu tujuan no 9 (Industry, innovation, and infrastructure).

Oleh karena itu SIAM akan sangat membutuhkan dukungan dari berbagai kalangan seperti akademisi, pemerintah, dan masyarakat dalam mensuksekan program ini.

Berita terkait klik : SIAM “Smart Integrated Aquaculture Management”, Konsep Revolusi Akuakultur 4.0

Maju Cemerlang Faperta Kita.

EnglishIndonesian