
Presiden Direktur DuPont Indonesia George Hadi Santoso menyampaikan Kuliah Umum dihadapan para dosen dan ratusan mahasiswa Fakultas Pertanian Unila (FP Unila) dengan judul “Peranan DuPont Terhadap Produksi Tanaman Pangan dan Swasembada Pangan Nasional”. George menyampaikan bahwa PT. DuPont sudah tidak asing dengan FP Unila. Pasalnya, banyak anggotanya adalah lulusan FP Unila. George juga menyampaikan bahwa beberapa puluh tahun kedepan diperkirakan terjadi lonjakan kebutuhan pangan akibat dari perkembangan penduduk ditengah-tengah berkurangnya lahan pertanian (untuk pemukiman dsb), perubahan iklim, tidak menentunya cuaca, ledakan hama dan penyakit tanaman dsb.

DuPont sudah berdiri selama 212 tahun. Kemampuan bertahan sekian lama adalah karena
core values yang dianut mulai
Safety & Health,
Environmental Stewardship,
Respect for People, dan
Highest Ethical Behaviour. “
Core values ini adalah
mandatory untuk semua
employee kita,” lanjutnya.
Jika berbicara penemuan dari DuPont, mulai teflon, freon, nylon, cat mobil, polyester, lycra hingga kevlar yang digunakan sebagai bahan anti peluru. Beraneka penemuan tersebar lebih dari 90 negara dengan 70 ribu karyawan. Di Indonesia sendiri, DuPont akan menginjak 40 tahun dengan lebih dari seribu karyawan. Berangkat dari
Material Science kemudian
Chemical Science dan saat ini
Biological Science adalah pergerakan DuPont untuk masa depan.
Untuk mewujudkan visinya maka DuPont mengembangkan strategi dalam tiga bidang berikut. Pertanian dan Nutrisi, mulai dari benih,
traits, proteksi tanaman hingga bahan makanan berkualitas. Kemudian Industri Berbasis Bioteknologi yang meliputi
biofuels,
biomaterials,
biochemicals dan
enzymes. Terakhir adalah
Advanced Materials berupa
advanced polymers,
electronic materials,
protective materials,
alternative energy, dan
advanced processes.
Penyampaian materi berikutnya disampaikan oleh Biotech Affairs and Regulatory Lead – Yuana Krida Leksana mengenai breeding, hibrida, dan kolaborasi antara pemerintah dan DuPont yang disebut
Public Private Partnership di Madura
yang merupakan bentuk untuk mewujudkan komitmen bersama dalam meningkatkan produktivitas pertanian dan mewujudkan ketahanan pangan nasional. Acara kemudian dilanjutkan dengan diskusi tanya jawab.
Penulis: Heru Setyawan (dari berbagai sumber)