


Bandar Lampung — Fakultas Pertanian Universitas Lampung (Unila) menggelar konsolidasi upaya peningkatan produktivitas, kualitas, dan kolaborasi pengembangan ekosistem ubikayu di Provinsi Lampung. Kegiatan berlangsung di National Cassava Center (NCC), Fakultas Pertanian Unila, dan dihadiri sejumlah pengusaha ubikayu serta perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Lampung.
Pertemuan tersebut menjadi ruang diskusi antara Fakultas Pertanian Unila, Dinas Pertanian Provinsi Lampung, dan pelaku usaha ubikayu. Berbagai persoalan yang dihadapi dalam pengembangan komoditas ubikayu dibahas bersama, mulai dari produktivitas di tingkat petani, kualitas bahan baku, ketersediaan varietas unggul, hingga kesinambungan pasokan bagi kebutuhan industri.
Dalam diskusi, peserta menyoroti pentingnya keterhubungan yang lebih kuat antara sektor hulu dan hilir. Peningkatan produktivitas tidak hanya bergantung pada penggunaan teknologi budidaya dan pendampingan petani, tetapi juga memerlukan kepastian pasar, standar kualitas, serta kemitraan yang saling menguntungkan antara petani, pemerintah, perguruan tinggi, dan dunia usaha.
Fakultas Pertanian Unila melalui NCC diharapkan dapat mengambil peran sebagai pusat pengembangan pengetahuan, inovasi, dan pendampingan komoditas ubikayu. Keberadaan NCC menjadi salah satu sarana untuk mempertemukan hasil riset kampus dengan kebutuhan nyata di lapangan, terutama dalam mendukung penguatan daya saing ubikayu Lampung.
Perwakilan Dinas Pertanian Provinsi Lampung dalam kesempatan tersebut menekankan perlunya sinergi lintas sektor agar program pengembangan ubikayu dapat berjalan lebih terarah. Pemerintah daerah, perguruan tinggi, dan pelaku usaha dinilai perlu menyusun langkah bersama untuk menjawab tantangan produksi sekaligus meningkatkan nilai tambah komoditas ubikayu.
Sementara itu, para pengusaha ubikayu menyampaikan sejumlah masukan terkait kebutuhan industri, termasuk konsistensi kualitas dan kontinuitas pasokan. Masukan tersebut diharapkan menjadi bahan bagi penyusunan langkah tindak lanjut yang lebih konkret dalam pengembangan ekosistem ubikayu di Provinsi Lampung.
Melalui konsolidasi ini, seluruh pihak sepakat bahwa pengembangan ubikayu perlu dilakukan secara terpadu. Kolaborasi yang berkelanjutan diharapkan mampu memperkuat posisi Lampung sebagai salah satu daerah penghasil ubikayu nasional, sekaligus meningkatkan kesejahteraan petani dan pelaku usaha di sepanjang rantai nilai komoditas tersebut.






