Fakultas Pertanian (FP) Unila Jurusan Agronomi dan Hortikultura melalui Dr. RA. Diana Widyastuti, S.P.,M.Si., Ir. Kus Hendarto, M.S., dan Ir. Rugayah, M.P., melaksanakan program Faperta Berkarya dengan tema “Meningkatkan Produksi Buah di Provinsi Lampung” bertempat di Radar Lampung Televisi, Kamis (18 Maret 2021).

Provinsi Lampung termasuk lima besar sentra produksi buah-buahan nasional dan menghasilkan rata-rata total produksi per tahun untuk 22 jenis buah-buahan sebesar 1,4 juta ton. Jumlah itu memberikan kontribusi terhadap produksi nasional.

Komoditas unggulan buah-buahan Lampung antara lain pisang, nanas, manggis, pepaya, jeruk, durian, dan jambu biji “kristal”, beberapa komoditas buah-buahan tersebut sebagian dilakukan oleh perusahan besar seperti pisang dan nanas, sedangkan komoditas lain banyak dibudidayakan oleh masyarakat sehingga produksi yang dihasilkan masih sangat rendah.

Faktor utama yang mengakibatkan rendahnya produksi dan produktivitas yaitu belum optimalnya teknis budidaya. Hal ini disebabkan oleh beberapa hal diantaranya : Bibit tanaman, pengolahan tanah, pemupukan, pengairan, pemeliharaan tanaman. Salah satu penyebab belum optimalnya teknik budidaya tanaman buah belum menggunakan bibit tanaman yang unggul.

Karakteristik Bibit Buah Unggul

  1. Perhatikan Bagian Daun. Bibit buah yang unggul bisa diperhatikan dengan mudah melalui bagian daunnya. Saat akan memilih bibit tanaman buah yang harus dipastikan adalah daunnya berwarna hijau cerah atau bagian pucuknya yang hijau kemerahan. Pastikan juga di semua bagian daun tidak ada bekas termakan ulat, hama dan penyakit. Daun yang sehat tidak akan menggulung dan keriting.
  2. Jeli Melihat Batang Tanaman. Ciri dari batang sehat: Batang tanaman yang sehat akan memiliki bentuk yang proporsional dengan batang utama yang tegak lurus dan tidak melengkung. Bagian ujung ranting terlihat kuncup yang mengindikasikan adanya pertumbuhan pada tanaman tersebut, penyebaran percabangannya seimbang dan salah satu cara juga bisa dilakukan untuk memilih bibit tanaman unggul suhingga  dapat meningkatkan produksi dengan cara okulasi dan cara okulasi ini yang banyak dilakukan oleh masyarakat untuk dapat meningkatkan produksi.

Cara Pengolahan Tanah dan Pemupukan yang Tepat

Menanam buah-buahan pada umumnya membuat lubang tanam. Lubang tanaman sebaiknya dibuat lebih lebar 80 x 80 dengan kedalaman 60 cm. Pemberian bahan organik ke dalam lubang tanam, 10 kg pertanaman dan kampur dolomit 0,25 – 0,5 kg/tanaman, kemudian pindah tanaman dengan hati-hati agar tidak merusak perakaran tanaman.

Kapur dolomit berperan sebagai penambahan unsur hara makro, kalsium,Ca, Mg serta mampu menetralisir keasaman tanah sehingga serapan unsur hara akan semakin baik.

Kemudian dapat dipasang ajir agar tanaman tumbuh tegak dan dilakukan penyirapan setiap hari atau sesuai dengan kondisi media tanam. Satu minggu sampai 10 hari setelah tanam diberi pupuk NPK majemuk sebanyak 20 g per tanaman dan diberikan secara melingkar di batas kanopi daun tanaman.

Pemupukan akan diberikan kembali ke tanaman 3 bulan setelah tanam. Jenis pupuk yang diberikan adalah NPK majemuk masing-masing tanaman 5 g (terlalu sedikit) tanaman buah paling tidak minim 50 g diberikan secara melingkar di sekeliling tanaman dan sekaligus menggemburkan tanah.

Cara Pengairan dan Perawatan Tanaman yang Tepat

Pengairan pada tanaman buah tergantung pada jenis tanamannya. Masing-masing tanaman memiliki kebutuhan air yang berbeda-beda, misalnya tanaman durian dan jeruk, pada awal pertumbuhannya harus dilakukan penyiraman setiap hari, sedangkan pada tanaman pisang dan nanas bisa dilakukan penanaman dua sampai tiga hari sekali.

Perawatan tanaman dengan cara pembersihan gulma yang dilakukan setiap 3 bulan sekali kemudian untuk tanaman pohon perlu dilakukan pemangkasan untuk membentuk cabang-cabang produktif, sedangkan pada tanaman yang merumpun seperti pisang dan nanas dilakukan pengurangan anakan.

Pada saat tanaman masih muda perlu dilakukan pengedalian secara mekanis dan setelah tanaman menjadi dewasa dapat dilakukan dengan aplikasi fungisida dan insektisida.

Perlakuan agar Tanaman Buah Cepat Berproduksi

Banyak faktor yang menyebabkan cepat atau lambatnya tanaman buah berproduksi: (1) Penggunaan bibit: asal biji atau perbanyakan vegetatif, (2) Pemeliharaan yang intensif dan komprehensif sejak tanam dalam pemeberian air, pemupukan, pengendalian hama dan penyakit, dan yang tidak kalah penting adalah penerapan pemangkasan, dan pemberian ZPT yang sifatnya untuk memacu pembungaan.

MAJU CEMERLANG FAPERTA KITA