“Faperta Berkarya” Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Agroindustri untuk Pakan Ternak

Jurusan Peternakan Fakultas Pertanian Universitas Lampung (FP Unila) melaksanakan siaran faperta berkarya dengan topik “Optimalisasi Pemanfaatan Limbah Agroindustri untuk Pakan Ternak”, disampaikan oleh Etha Azizah, S.Pt, M.Sc., Fitria Tsani,S.Pt., M.S, dan Agung Kusuma Wijaya, S.Pt., M.S., bertempat di laboratorium lapang terpadu, Kamis (16/09/2021).

Potensi limbah pertanian dan perkebunan sebagai pakan ternak, syarat penggunaan limbah agroindustri adalah sebagai berikut:

  1. Tersedia dalam jumlah yang banyak dan kontinyuitas terjamin (jika
    musiman diperlukan penyimpanan)
  2. Bernilai gizi (jika rendah diperlukan pengolahan)
  3. Tidak beracun (jika toksik diperlukan detoksifikasi)
  4. Mudah penanganannya untuk dimanfaatkan (Jika sulit diolah tidak
    ekonomis.

Optimalisasi penggunaan limbah agroindustri

  1. Pengolahaan yang tepat (Fisik, kimia, atau biologi). 2. Nilai gizi seimbang (energi,protein/asam amino)
  2. Penambahan asam amino pembatas (Lysin, methionin, atau treonin) dan
    branched fatty acids/asam lemak rantai cabang (isobutirat, isovalerat dan 2
    metil-butirat), mendukung keseimbangan nilai gizi
  3. Penambahaan mineral dan vitamin
  4. Penambahan Feed aditive (Misalnya enzym, Probiotik).

Beberapa pengertian tentang bahan baku pakan

  1. Sumber serat adalah bahan-bahan yang memiliki kandungan serat kasar (SK)
    ≥18%, contohnya limbah pertanian, kulit biji polong-polongan dan lain-lain.
  2. Sumber energi adalah bahan-bahan yang memiliki kadar protein kurang dari 20%
    dan serat kasar kurang dari 18% atau dinding selnya kurang dari 35%, contohnyabiji- bijian, kacang-kacangan, buah-buahan, umbi-umbian dan limbah sisa penggilingan.
  3. Sumber protein adalah bahan-bahan yang memiliki kandungan protein kasar ≥ 20%
    baik bahan yang berasal dari tumbuh- tumbuhan seperti bungkil, bekatul maupun yang
    berasal dari hewan seperti silase ikan.
  4. Sumber mineral adalah bahan-bahan yang memiliki kandungan mineral yang cukup
    tinggi, misalnya garam dapur, kapur makan, tepung ikan, grit kulit bekicot, grit
    kulit kerang dan grit kulit ikan.
  5. Sumber vitamin adalah bahan-bahan yang memiliki kandungan vitamin cukup tinggi, misalnya makanan berbutir dan umbi- umbian.
  6. Pakan tambahan adalah bahan-bahan tertentu yang ditambahkan ke dalam ransum, seperti obat-obatan, anti biotika, hormon, air, dan zat

Dalam pembuatan pakan lengkap diperhitungkan kandungan nutrisi dari masing- masing bahan penyusun dan tingkat kebutuhan nutrisi dari ternak yang diberi pakan.

Komposisi nutrisi untuk sapi penggemukan akan berbeda dengan pembibitan. Sebagai acuan dalam memformulasikan bahan pakan dari limbah pertanian dan perkebunan dan agroindustri adalah imbangan serat kasar dan protein.

Quality control yang paling aktual dan terpercaya adalah laboratorium biologis dengan ternak di test farm. Sedangkan uji bahan dilakukan secara fisik maupun kimiawi dan laboratorium secara analisa proximate.

Komposisi Nutris
Komposisi nutrisi complete feed untuk keperluan penggemukan dan pembibitan berbeda, terutama pada kandungan protein kasar dan energi.

Untuk pakan penggemukan, kandungan protein kasar dan energinya lebih tinggi dibandingkan untuk pembibitan. Komposisi nutrisi tersebut disesuaikan kebutuhan masing-masing ternak dan juga pertimbangan harga.

Harga pakan untuk pembibitan harus lebih murah dari pakan untuk penggemukan, karena usaha pembibitan waktunya lebih lama sehingga kalau biaya pakannya mahal, maka kurang ekonomis. (Wahyono dan Kardianto, 2004).

Pengolahan Pakan
Pengolahan pakan merupakan suatu kegiatan untuk mengubah pakan tunggal atau campuran menjadi bahan pakan baru atau pakan olahan. Bahan pakan baru yang dihasilkan dari proses pengolahan diharapkan mengalami peningkatan kualitas.

Proses pengolahan pakan ini mempunyai beberapa tujuan, diantaranya adalah :
1. Untuk meningkatkan kualitas bahan.
Bahan pakan yang kualitasnya rendah (kandungan serat kasarnya tinggi dan kandungan protein kasarnya rendah) dapat ditingkatkan kualitasnya melalui pengolahan baik secara mekanik, fisik, biologi, kimia maupun gabungan berbagai cara pengolahan.

2. Memudahkan penyimpanan.
Pengolahan pada bahan pakan dapat menjadikan suatu bahan pakan lebih kecil ukurannya dan lebih homogen sehingga memudahkan dalam penyimpanan.

3. Pengawetan.
Pengolahan dapat digunakan untuk tujuan pengawetan sehingga dapatmempertahankan kualitas dari bahan pakan.

4. Untuk meningkatkan palatabilitas.
Palatabilitas pakan dapat ditingkatkan melalui proses pengolahan pakan yang sesuai dengan jenis, umur dan fase hidup ternak.

5. Untuk meningkatkan efisiensi pakan.
Peningkatan kualitas pakan melalui proses pengolahan akan meningkatkan produktivitas ternak yang mencerminkan peningkatan efisien pakan.

6. Untuk memudahkan handling dan mixing pada pembuatan pakan jadi.
Pembuatan pakan jadi meliputi tahapan persiapan bahan pakan, penimbangan bahan pakan, penggilingan bahan pakan, pencampuran dan pengemasan pakan jadi. Pengaturan tahapan proses pengolahan pakan tersebut akan menghasilkan kualitas pakan jadi yang meningkat.

CARA PENGOLAHAN PAKAN
Pemilihan terhadap cara pengolahan yang tepat terhadap bahan pakan perlu dilakukan sehingga pengolahan yang dilakukan akan benar-benar bermanfaat meningkatkan kualitas nutrisinya.

Secara umum, pengolahan pakan dapat dilakukan melalui 5 macam cara :
1. Pengolahan mekanik.
2. Pengolahan fisik.
3. Pengolahan kimia.
4. Pengolahan Biologi.
5. Gabungan dari keempat cara itu.

  1. Pengolahan Mekanik, pengolahan mekanik merupakan suatu upaya untuk mengubah sifat pakan melalui proses mekanik. Pengolahan mekanik mencakup sebagai berikut:

Dehulling.
Dehulling adalah proses pengolahan untuk melepaskan atau memecahkan kulit luar biji-bijian, kacang-kacangan atau buah-buahan. Bahan pakan yang telah mengalami proses dehulling akan terpisah antara kulit dengan bijinya.

Kulit yang dihasilkan dari proses dehulling ini merupakan limbah pertanian yang berpotensi sebagai bahan pakan, hanya saja kualitasnya yang rendah memerlukan cara pengolahan lebih lanjut untuk dapat dipergunakan sebagai bahan pakan.

Grinding.
Grinding adalah pengolahan pakan dengan cara memperkecil partikel-partikel bahan sehingga dapat meningkatkan luas permukaan bahan.

Ukuran partikel yang diperoleh sesuai dengan ukuran saringan yang dipakai pada mesin grinder. Tipe mesin grinder yang biasa dipakai adalah : diskmikll, hammermill dan rollermill.

Perbedaan ketiga tipe mesin yang digunakan terletak pada bentuk dan cara penghancuran bahan.

Diskmill mempunyai alat penghancur berupa lempengan yang dapat menggerus dan mengoyak bahan pakan sehingga hancur. Hammer mill berbentuk palu yang memukul bahan pakan sehingga hancur sedangkan rollermill berbentuk silinder yang menekan bahan pakan.

Rolling.
Rolling adalah proses menekan bahan ke dalam pencetak berbentuk silinder. Proses pengolahan pakan dengan cara rolling tanpa penambahan uap air disebut dry rolling. Proses pengolahan pakan dengan cara rolling dan diberi uap air selama 1 – 8 menit disebut steam rolling. Fungsi dari cara pengolahan ini adalah untuk memperlunak bahan dan meningkatkan palatabilitas.

Chopping.
Chopping adalah proses pengolahan bahan pakan (biasanya hijauan untuk ternak ruminansia) dengan cara pencacahan atau pemotongan dengan panjang antara 2 – 5 cm. Fungsi dari Chopping adalah memperkecil ukuran bahan dan menghindari sifat memilih dari ternak.

2. Pengolahan Fisik, pengolahan fisik merupakan upaya mengubah sifat pakan melalui proses atau perlakuan perubahan temperatur sehingga pakan pada akhir proses akan mengalami penurunan kandungan air.

Besarnya temperatur dan lama proses pengolahan harus diperhatikan untuk mencegah hal-hal sebagai berikut :

  • Terjadinya kerusakan asam amino esensial (terutama Lysin dan Methionin)
  • Perubahan sifat kimia dan fisik pati menjadi bentuk seperti gelatin
  • Merusak vitamin yang thermolabil (Vitamin B dan C)
  • Merusak ikatan lemak tak jenuh.

Keuntungan pengolahan fisik ini adalah :

  • Memperpanjang masa simpan bahan pakan
  • Menginaktifkan beberapa zat antinutrisi (contoh : antitrypsin dalam kedelai mentah dan
    HCN dalam ubikayu).

Tipe pengolahan fisik ada 2, yaitu : alami dan buatan (artificial) C pada pukul 09.00 sampai dengan 15.00 (kondisi terik). Kelemahan tipe pengolahan ini adalah proses tergantung cuaca, perlu banyak tenaga, tempat yang luas dan waktu yang lama.C sampai 50 Tipe pengolahan alami dengan menggunakan kekuatan alam yaitu panas matahari dan angin (Sun drying).

Keuntungan tipe pengolahan ini adalah proses pengeringan dengan biaya murah dan memperoleh sinar ultraviolet yang dapat membantu mengurangi pertumbuhan mikrobia yang merugikan (pada proses yang sesuai).

Intensitas panas matahari yang optimal kurang lebih 40 Tipe pengolahan buatan dengan bantuan mesin pengering (oven, pengering terowongan (tunnel), pengering berputar dan lainnya).

Kelebihan tipe pengolahan ini adalah hemat tempat, waktu dan tenaga. Kelemahan yang perlu diperhatikan dalam tipe pengolahan ini adalah :

  • Hilangnya zat-zat yang sifatnya volatile.
  • Terjadinya perubahan sifat fisik dan kimia bahan.
  • Kemungkinan hilangnya vitamin yang thermolabil.
  1. Pengolahan Kimia, pengolahan kimia merupakan upaya mengubah sifat pakan melalui penambahan bahan kimia. Pengolahan kimia dapat dilakukan dengan penambahan alkali, dan penambahan asam.

Penambahan alkali.
Perlakuan alkali menyebabkan suasana basa dengan pH > -1,4 glycosida juga terjadi lignifikasi dari bagian selulosa yang menyebabkan sukar dicerna.7,0 dengan menggunakan bahan kimia alkali seperti NaOH, KOH, Ca(OH)2, ammonia anhydrous (gas atau cairan), urea, garam ammonium ataupun bahan lain (manure ayam, feses, urine, abu gosok).

Perlakuan alkali diperlukan pada bahan pakan limbah pertanian dengan kandungan serat kasar yang tinggi selain adanya ikatan. Terdapat 2 cara perlakuan kimia dengan alkali, yaitu :

  • Cara basah (cara perendaman)
  • Cara kering (cara penyemprotan)

Pengolahan dengan penambahan alkali mampu meningkatkan koefisien cerna, disebabkan :

  • Larutnya sebagian silikat.
  • Bengkaknya jaringan akibat lepasnya sebagian ikatan hydrogen diantara molekul
    selulosa.
  • Terhidrolisisnya ikatan ester pada gugus asam uronat diantara selulosa dan hemiselulosa yang memudahkan penetrasi enzim pencernaan Pengolahan alkali dapat juga dilakukan dengan penambahan amonia yang digunakan sebagai fungisidal dan bakterisida sehingga dapat berfungsi sebagai pengawet. Amonia dapat berikatan dengan gugus asetat dari bahan pakan (jerami) menjadi garam ammonium asetat dan dapat menjadi sumber nitrogen bagi mikrobia rumen.

Keuntungan dari proses amonias:

  • Menambah kandungan protein kasar (ekivalen 3 – 10%) dalam bentuk nitrogen bukan Menambah kandungan protein kasar (ekivalen 3 – 10%) dalam bentuk nitrogen bukan protein (NPN).
  • Meningkatkan jumlah zat makanan tercerna (TDN = Total Digestible Nutrient sebesar 3 – 23 %).
  • Meningkatkan konsumsi pakan 20 – 27%.
  • Mencegah tumbuhnya jamur.
  • Tidak ada residu mineral pada produk amonias.

Penambahan asam

Perlakuan asam menyebabkan suasana basa dengan pH < 5,0 dengan menggunakan bahan kimia asam (asam kuat, asam organic dan lain-lain).

Keuntungan perlakuan asam, yaitu :

  • Meningkatkan kualitas bahan pakan yang rendah kualitasnya, mampu merenggangkan/ memecah ikatan serat kasar dan protein kasar yang sulit dicerna.
  • Meningkatkan konsumsi pakan konsentrat berkualitas rendah (meningkat dari 10% menjadi 50%).
  • Meningkatkan potensi kecernaan dinding sel pakan konsentrat sumber energi.

Kelemahan perlakuan asam adalah:

  • Bahan kimia yang digunakan bersifat korosif, kadang –kadang bersifat toksik dan adanya residu mineral.
  • Produk yang dihasilkan bersifat asam sehingga perlu diangin-anginkan sebelum diberikan ke ternak.

4. Pengolahan Biologi, pengolahan bahan pakan secara biologi dilakukan dengan enzim melalui bantuan mikrobia yang sesuai yang disebut proses fermentasi.

Umumnya mikrobia yang digunakan adalah mikrobia selulolitik (untuk mendegradasi serat kasar), mikrobia yang dapat mendegradasi keratin (protein sulit dicerna), atau mikrobia yang mampu mengeliminasi zat antinutrisi (tannin, mimosin dan lainnya).

Kelebihan perlakuan secara biologis ini adalah waktu singkat dan efisien, tidak tergantung cuaca tetapi perlu kondisi yang optimum bagi pertumbuhan mikrobia (suhu, kelembaban, pH dan lainnya).

Pengolahan secara biologi juga dapat dilakukan dengan penambahan preparat enzim langsung. Penambahan enzim secara langsung biasanya dilakukan dengan menggunakan enzim kasar (Crude enzim) sehingga waktu yang dibutuhkan singkat dan efisien tetapi preparat enzim yang digunakan mahal.

5. Pengolahan secara gabunngan, pengolahan gabungan adalah pengolahan yang dilakukan dengan menggabungkan beberapa cara pengolahan (mekanik, fisik, kimia dan biologi).

Pengolahan gabungan ini dilakukan pada bahan pakan yang kualitasnya sangat rendah dan atau bahan yang kandungan zat antinutrisinya tinggi.

Contoh : Perlakuan awal penggilingan pada bahan pakan akan memperluas permukaan bahan yang kemudian jika dilakukan pengolahan secara biologi (fermentasi) akan sangat memudahkan penetrasi enzim mikrobia.

Sumber data: Fakultas Pertanian Universitas Lampung, 2021.

Maju Cemerlang Faperta Kita.

EnglishIndonesian